Ladies, Ini Lho 10 Profesi yang Ngasih Gaji Tinggi Buat Wanita

3 menit
Gaji-Tinggi

Tiap tahun, Forbes mengeluarkan daftar profesi yang tercatat memiliki gaji tinggi untuk para wanita. Daftar ini memang mengacu pada pekerjaan di Amerika Serikat.

Tapi bukan mustahil profesi yang sama punya karakteristik gaji yang serupa. Gaji tinggi untuk wanita memang kerap jadi bahan perbincangan.

Di tengah masyarakat berkembang pendapat bahwa gaji pekerja wanita selalu lebih rendah. Menurut hasil riset Korn Ferry tahun 2018, di tingkat global, gaji wanita rata-rata lebih rendah 16 persen dibanding pria.

Bila melihat daftar Forbes di bawah ini, mungkin ada sedikit kesamaan dengan situasi di Indonesia. Daftar ini menunjukkan rata-rata gaji per tahun.

Buat kalian yang hendak menempuh kuliah, mungkin jurusan yang berkaitan dengan profesi-profesi ini bisa dijadikan pilihan:

1. CEO US$ 95.472 = Rp 1,38 miliar

gaji-tinggi
Marissa Mayer, mantan CEO Yahoo! (wikimedia commons)

CEO alias kepala perusahaan wanita mungkin jarang. Tapi biasanya lebih disegani ketimbang pria, seperti Marissa Mayer yang pernah memimpin Yahoo! meski kurang maksimal.

2. Ahli farmasi US$ 94.172 = Rp 1,36 miliar

gaji-tinggi
(wikimedia commons)

Ahli farmasi di sini adalah yang betul-betul paham akan dunia obat-obatan. Bukan sekadar meracik obat, tapi juga melakukan riset untuk menemukan obat baru.

3. Pengacara US$ 89.284 = Rp 1,3 miliar

gaji-tinggi
Keren kan jadi pengacara, kayak Viola Davis di serial “How to Get Away with Murder” (flickr)

Di Indonesia, dunia pengacara masih didominasi pria. Namun ada juga pengacara kondang wanita, seperti Elza Syarief dan Melli Nuraini Darsa. Bahkan arts ternama Nadia Saphira banting setir jadi pengacara.

4. Manajer sistem informasi US$ 81.267 = Rp 1,18 miliar

gaji-tinggi
(flickr)

Dunia teknologi berkembang makin pesat. Profesi manajer sistem informasi pun makin dipandang.

5. Perawat US$ 79.144 = Rp 1,15 miliar

gaji-tinggi
(wikimedia commons)

Ini yang mungkin tidak sesuai dengan kondisi di Indonesia. Standar perawat di Amerika memang secara umum lebih tinggi. Gak hanya harus lulus sekolah perawat, tapi juga ada pelatihan dan syarat sertifikat ini-itu.

6. Insinyur US$ 75.296 = Rp 1,09 miliar

gaji-tinggi
(flickr)

Insinyur di sini bukan ahli arsitek atau pembangunan, melainkan seperti teknisi dalam suatu industri. Bahasa Inggris-nya adalah engineer. Dibutuhkan keahlian khusus dalam bidang teknis terkait untuk bisa jadi insinyur wanita bergaji tinggi.

7. Developer US$ 73.580 = Rp 1,07 miliar

gaji-tinggi
(pexels)

Profesi developer dibutuhkan karena teknologi berkembang cepat, sehingga gaji yang ditawarkan bakal tinggi.

8. Analis manajemen US$ 70.096 = Rp 1,02 miliar

gaji-tinggi
(pexels)

Profesi analis dalam perusahaan mungkin tak begitu jelas. Namun analisis dalam tiap strategi bisnis amatlah diperlukan. Mungkin intuisi wanita lebih tajam, sehingga gaji yang diberikan pun tinggi karena diharapkan analisis yang dibuat tepat.

9. Analis riset operasi US$ 68.900 = Rp 999,9 juta

gaji-tinggi
(pexels)

Mirip dengan analis manajemen, tapi profesi ini lebih condong ke riset.

10. Programmer US$ 67.704 = Rp 982,6 juta

gaji-tinggi
(pexels)

Programmer dan developer adalah profesi yang beririsan. Bisa saja programmer merangkap jadi developer, begitu juga sebaliknya.

Setiap orang pingin gaji tinggi, gak cuma perempuan. Namun keinginan itu tentunya harus dibarengi dengan kemampuan.

Bila kamu memegang posisi di 10 profesi di atas, tidak otomatis gajimu bakal tinggi. Perusahaan tetap akan menilai apakah kamu pantas mendapat gaji tinggi.

Ketika ada kolega pria yang dirasa lebih mumpuni dan dapat dibuktikan, patut jika perusahan memberinya gaji lebih tinggi. Intinya adalah profesi tak menentukan gaji. Lagi pula, daftar di atas menggunakan dasar data gaji luar negeri.

Meski begitu, ada kecenderungan yang bisa dimanfaatkan oleh kaum Hawa dengan acuan data di atas. Pilih menjalani profesi yang manakah kamu?

 

 

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.