2017 Masih Aja Boros? Coba Atur Keuangan Kamu dengan 4 Cara Ini

3 menit
atur keuangan kamu

Tahun 2017 sudah mau habis satu bulan, nih. Muka boleh tambah boros, pengeluaran jangan.

Tahun baru selalu menjadi momen untuk mengubah hal yang pada tahun lalu dinilai buruk. Juga memulai hal baru untuk kehidupan lebih baik.

Tapi dasar manusia, apa yang diomongin kadang gak sesuai dengan praktiknya. Salah satunya soal resolusi keuangan.

Rumusnya sih tahu, pengeluaran tak boleh lebih besar daripada pendapatan. Namun tiba giliran pengaturan keuangan: zonk.

Gak mau dong tiap tahun bikin resolusi anti-boros melulu. Bila susah menemukan formula yang pas, coba atur keuanganmu dengan cara ini:

1. Utang bayar dulu

Sebelum alokasi duit buat beli sepatu atau baju baru, pikirkan dulu soal utang. Sebaiknya, utang tidak lebih dari 30% penghasilan.

atur keuangan kamu
Mereka yang bakalan dateng kalo utang kamu macet (Preman / Wowkeren)

Tinggal hitung deh, berapa gaji per bulan. Misalnya Rp 10 juta. Berarti total utang tiap bulan maksimal Rp 3 juta agar finansial kuat.

Utang ini termasuk segala macam cicilan, lho, dari rumah, kendaraan, sampai panci. Jika total cicilan per bulan melebihi 30% penghasilan, segera perbaiki sebelum telat.

Buat yang sudah beristri/bersuami, sebaiknya angka 30% itu dihitung dari gaji sendiri, bukan gabungan. Gunanya, gaji pasangan bisa jadi penolong ketika kita bermasalah dengan penghasilan sendiri, misalnya dipecat atau omzet usaha merosot.

2. Tanam duit

Setelah soal utang kelar, alokasikan angka 30% penghasilan itu buat tanam duit alias investasi. Tapi bisa juga sambil nyicil utang sambil investasi.

Beli rumah lewat kredit itu pun termasuk investasi, lho. Investasi properti dalam jangka panjang jelas bakal berguna ketimbang kredit untuk barang konsumsi seperti gadget terbaru.

Namun investasi gak selalu identik dengan dana yang besar. Modal ratusan ribu rupiah juga sudah cukup buat jadi investor reksa dana.

atur keuangan kamu
Widih asyik banget kalau duit tinggal petik, siapa yang nggak ngiler ya! (Pohon Uang / Images)

Usahakan minimum 20% dari penghasilan ditanam biar berbuah. Jenis investasi yang bisa dipilih bermacam-macam, tergantung tujuan investasi masing-masing.

Yang pasti, jangan lupa investasi pendidikan untuk anak kelak. Kalau belum punya anak atau nikah, investasi buat resepsi kawinan dulu okelah.

3. Jangan lupa napas

Biar napas terus terjaga, alokasikan juga penghasilan buat makan sehari-hari. Ditambah segala kebutuhan seperti transportasi, pulsa, Internet, dan ajojing alias cari hiburan, upayakan dana hidup ini maksimal 50% dari penghasilan.

Kalau bisa lebih dari itu, ya syukur. Namun harus jujur pada diri sendiri, ya. Bikin daftar prioritas buat napas.

Kebutuhan pangan harus ada di paling atas. Hiburan itu penting, tapi bujet bisa diotak-atik biar gak membebani keuangan.

4. Biar mood bagus

Tiap hari kerja, setelah terima gaji jangan lupa berderma. Paling gak 2% bisalah dialokasikan buat pos sosial, misalnya bayar zakat/infaq khusus buat muslim. Atau menyumbang ke panti asuhan/panti jompo.

Tanpa disadari, perbuatan baik seperti itu berdampak positif buat hidup lho. Kita jadi merasa lega dan senang membantu orang lain, sehingga pikiran dilingkupi aura positif.

Ketika di tempat kerja, mood pun jadi bagus. Walhasil, bisa kerja dengan penuh konsentrasi tanpa uring-uringan. Kecuali situ nyumbangnya gak ikhlas.

atur keuangan kamu
Say cheeseee…yang penting senyum saja kayak adik bayi yang manis ini (Senyum Bayi / Zellox)

Ingat, ya, cara atur keuangan di atas sia-sia belaka tanpa niat dan perbuatan. Tekan boros nafsu beli ini-itu, apalagi nambah utang terus, demi kehidupan finansial yang lebih baik.

Syukur-syukur masih tersisa dana yang bisa disorongkan ke pos darurat. Dana darurat memang gak trendi dibanding dana investasi.

Namun dana ini diperlukan untuk berjaga-jaga jika terjadi hal yang gak diinginkan di kemudian hari. Misalnya rumah terkena bencana alam sehingga ambruk, atau dipensiun dini akibat masalah kerja.

Dana darurat punya peran penting sebagai penyambung nyawa ketika insiden itu terjadi. Bagaimana, siap atur keuangan di tahun 2017 ini dong?

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Kalau Sudah Terbebas dari Utang, Lantas Apa Dong?]

[Baca: Sebelum Mulai Berinvestasi Simak 5 Mitos Investasi yang Salah dan Harus Diluruskan]

[Baca: Wahai Para Suami, Bergaul Boleh Tapi Jangan Jadi Bang Toyib dan Tidak Memberi Nafkah]

[Baca: 4 Tips Menyiapkan Dana Darurat karena Kamu Gak Tahu Apa yang Akan Terjadi Esok]

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan