Banner ImageBanner Image

Mau Bisnis Barang Mahal? Ini 3 Tips Jitu dari Para Pakarnya Dijamin Berhasil

4 menit
Potret Irwan Mussry bersama David Beckham dan Maia Estianty, (Instagram/@irwanmussry).

Keuntungan bisnis barang mewah emang menggiurkan tapi tanpa cara berbisnis yang tepat kemungkinan besar kamu rugi bandar yang berujung bangkrut. Oleh karena itu, kamu mesti lihat nih para pebisnis barang mewah yang udah mendapatkan kesuksesan sebagai pengusaha.

Bisa dibilang modal buat memulai usaha yang satu ini memang gak sedikit. Produk yang dijual aja udah luar biasa mahal harganya.

Dan udah pasti strategi pemasarannya juga berbeda dengan jualan produk ritel pada umumnya. Karena calon konsumennya juga udah pasti berbeda kalangannya.

Tapi ketika kamu berhasil dalam bisnis ini, balik modalnya pun tergolong cepat. Kamu juga bisa jadi crazy rich dengan bergelimang harta dan fasilitas serba VIP malah.

Baca juga: Gak Cuma Jago Cari Duit, Ini Juga Buktinya Irwan Mussry Rajin Kegiatan Amal

Mau tahu cara berbisnis barang mewah yang tepat dan efektif? Gimana kalau kita simak strategi para pengusaha top tanah air ini. Yuk simak ulasannya di bawah sini.

1. Rudy Salim – Pantau Dolar AS, dekati komunitas, dan jual bekas

Rudy Salim sukses dengan bisnis showroom mobilnya, (Instagram/@_rudysalim).

Pria berwajah oriental yang akrab dengan Raffi Ahmad ini adalah bos dari Prestige Image Motorcars, sebuah showroom mobil mewah yang terletak di Jakarta.

Rudy mengakui bahwa, tantangan bisnis yang satu ini ada pada fluktuasi Dolar Amerika Serikat dan regulasi pemerintah soal pajak barang mewah. Dalam wawancaranya di cnbcindonesia.com, Rudy mengaku pernah rugi ketika menetapkan strategi margin 5 persen dari pembelian mobil ke principal.

Hal itu disebabkan karena fluktuasi Dolar AS bisa sampai 7 persen. Belum lagi proses impor bisa memakan waktu enam bulan. Dan ketika Pemerintah RI menetapkan peraturan tentang PpnBM, Rudy sempat gak bisa jualan.

Akan tetapi, Rudy pun menggandeng klub-klub pemilik mobil mewah buat mencari konsumen baru. Mensponsori kegiatan mereka dan lain sebagainya. Alhasil, lewat event-event komunitas itu Rudy pun bisa mencetak laba.

Baca juga: Mengintip Gurita Bisnis Ritel Milik Irwan Mussry yang Luar Biasa Besar

Selain itu, dia juga menetapkan cara berbisnis jitu lainnya yaitu menjual mobil mewah bekas. Tentu saja pemilik mobil mewah rata-rata bosenan dan ketika ada supercar baru yang menggoda iman, mereka bisa saja tergiur buat menjual supercarnya.

Rudy sendiri bilang kalau penjualan supercar baru itu gak sampai 19 unit dalam setahun. Tapi kalau bekas ya cukup banyak, peminatnya juga sampai luar kota lho.

2. Irwan Mussry – Targetkan perempuan

Irwan Mussry sukses sebagai pengusaha yang memiliki kendali berbagai merek berkelas di Indonesia, (Instagram/@irwanmussry).

Suami baru Maia Estianty emang dikenal sebagai empunya barang-barang mewah. Ya jelas aja dirinya yang punya gerai Rolex, Tag Heuer, @Time, Breitling, Cartier, Chopard, INTime, dan The Time Place.

Bisa dibilang barang-barang mewah seperti itu ya gak jauh beda sama apa yang dijual Rudy Salim. Sifatnya sangat gak fast moving, belum lagi harganya juga bakal terpengaruh dengan fluktuasi Dolar AS.

Tapi coba kamu lihat lini bisnis Irwan yang lain. Dia juga merupakan menjadi pemegang merek brand Chanel, Fendi, Valentino, Berluti, Red Valentino, hingga kosmetik asal Korea bernama Laneige dan Innisfree.

Baca juga: 7 Fakta Rudy Salim, Crazy Rich Juragan Mobil Mewah yang Gak Lulus Kuliah

Bisa dibilang, produk-produk tersebut juga sangat diminati oleh perempuan dengan strata ekonomi menengah. Otomatis bisnis tersebut bisa jadi salah satu usaha yang sifatnya lebih fast moving daripada gerai jam tangan mewahnya.

Selain itu, Irwan sendiri juga merupakan pemilik dari Urban Icon yang menjual produk-produk fashion terjangkau buat masyarakat menengah ke atas.

3. Stefanus Lo – Jadi pionir di negara sendiri

Cincin berlian keluaran Frank & Co yang gak lain merupakan milik Stefanus Lo, (Instagram/@franknco_id).

Tahu siapa beliau? Dia adalah salah satu crazy rich yang dijuluki Raja Berlian. Stefanus Lo merupakan Direktur Utama PT Mondial Investama Indonesia, Frank & Co, Mondial Jewellery, Miss Mondial, dan The Palace National Jeweler yang gerainya ada di pusat perbelanjaan terkemuka ibu kota.

Sejatinya, cara berbinis yang dianut oleh Stefanus Lo merupakan cara tradisional. Perusahaan ini bermula dari toko perhiasan milik keluarganya sendiri.

Namun, lewat tangan dingin Stefanu, ia bereksperimen buat menjual berlian di pusat perbelanjaan modern.

Seluruh gerai-gerai miliknya yang ada di mall, dioperasikan oleh para profesional. Sebagai pemilik, dirinya hanya melakukan pengawasan.

Dengan cara berbisnis seperti ini, dia akhirnya berhasil masuk ke jajaran orang terkaya di Indonesia versi Globe Asia.

Menjadi pionir atau pihak pertama yang menetapkan strategi baru bukanlah hal yang mudah. Tapi sekalinya berhasil, kamu bisa menguasai pasar dalam negeri lho.

Itulah tiga cara berbisnis barang mewah yang efektif di Indonesia. Gimana menurutmu? Cukup mudah atau sulit? Kisah sukses pebisnis di atas tadi bisa kamu tiru lho dalam menjalani usaha mu saat ini.

Pastinya gak bisa dibilang mudah ya, mengingat barang mewah itu gak perputarannya memang gak seperti barang sejuta umat. Mobil mahal aja lebih sulit dijual ketimbang mobil murah yang sering dipakai banyak orang.

Akan tetapi, sekali terjual maka keuntungannya bisa sangat dahsyat. Apalagi kalau barang yang kamu tawarkan bakal laris di pasaran. (Editor: Mahardian Prawira). 

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Taiwan