Tertarik Jadi Atlet? Coba Daftar 3 Sekolah Ini Deh

2 menit
sekolah-atlet

Menjadi atlet boleh jadi bukanlah cita-cita yang populer. Masih kalah dibanding profesi dokter atau polisi. Apalagi sekolah atlet. Mana ada yang kepikiran.

Anak kecil jarang yang menjawab “jadi pemain sepak takraw”, misalnya, ketika ditanya apa cita-citanya. Begitu pun para orang tua, mungkin tidak kepikiran untuk mengarahkan anaknya ke dunia olahraga. Kecuali memang berasal dari keluarga atlet.

Padahal masa depan atlet tak kalah dibanding profesi lain. Memang, ada beberapa yang hidup terlunta-lunta begitu paripurna. Namun itu semua bergantung kepada pribadi masing-masing.

Lagi pula, program bagi atlet sekarang bisa dikatakan lebih terfokus bahkan setelah mereka pensiun. Salah satunya direkrut jadi pegawai negeri sipil.

Sekolah atlet berikut ini bisa dijadikan pilihan untuk mencetak seorang atlet berprestasi sejak usia anak:

1. SKO Ragunan

 

Sekolah atlet sepak bola ini sudah tak diragukan lagi kualitasnya. Sederet pemain bintang tim nasional Indonesia adalah jebolan SKO Ragunan di Jakarta. Sekolah ini adalah tingkat menengah pertama dan menengah atas.

Beberapa di antaranya adalah Ramdani Lestaluhu, Kurnia Meiga, Andrittany Ardhyasa, dan yang teranyar sekaligus terfenomenal: Egi Maulana Vikry. Egi adalah produk sukses SKO Ragunan. Terbukti dia bisa menarik perhatian klub Eropa meski usianya masih belia.

Alamat:
Jl. Komplek GOR Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Telp: (021) 7801662

2. Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jateng (Diklat Salatiga)

 

Selanjutnya, ada Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jawa Tengah. Dulu, sekolah tingkat menengah atas ini bernama Diklat Salatiga.

Salah satu atlet top lulusan sekolah ini adalah Bambang Pamungkas. Striker jempolan ini tercatat sebagai legenda hidup Persija Jakarta.

Layaknya SMA umum, sekolah ini tiap tahun menerima siswa baru. Namun ada sistem degradasi yang diterapkan. Siswa yang dianggap tak mampu menunjukkan prestasi harus keluar, diganti dengan siswa baru.

Alamat:
Jl. Ki Mangunsarkoro No.12, Karangkidul, Semarang Tengah, Kota Semarang
Telp: (024) 8419958

3. Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) Papua

#pplppapua #pastibisahaleluyaamin😇

A post shared by @ theonumberi on

 

Tidak hanya di wilayah barat, sekolah khusus atlet juga ada di kawasan timur, tepatnya di Papua. Adalah PPLP Papua yang memberi pendidikan itu.

Sama seperti PPLP Jawa Tengah, sekolah tingkat menengah atas ini menerapkan sistem degradasi. Karena itu, prestasi adalah faktor penting yang harus diperhatikan siswa sekolah ini.

Alamat:
Jl. Sulawesi, Imbi, Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua
Telp: 0823-9853-9784

Tidak semua atlet berprestasi di Indonesia adalah lulusan sekolah atlet. Namun kesempatan untuk meraih prestasi bakal lebih besar bagi siswa sekolah-sekolah itu.

Khusus PPLP ada di setiap ibu kota provinsi di Indonesia. Untuk masuk ke sana, tidak hanya prestasi di bidang olahraga yang dibutuhkan.

Prestasi akademik juga menjadi syarat, meski bobotnya lebih ringan dibanding prestasi sebagai atlet. Umumnya, siswa yang masuk  PPLP sebelumnya sudah tercatat sebagai atlet junior.

Mereka telah berkompetisi sejak sekolah di tingkat dasar. Sebagian besar sudah masuk klub atau sekolah olahraga informal, misalnya klub bulutangkis atau sekolah sepak bola di wilayah setempat.

Ada juga yang berstatus siswa biasa namun punya prestasi ketika dikirim sekolah untuk berkompetisi di tingkat regional hingga nasional. Yang penting adalah siswa itu punya potensi di bidang olahraga untuk dikembangkan.

Sekolah ini bukanlah sekolah kedinasan seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau Politeknik Keuangan Negara (STAN). Tidak ada ikatan dinas setelah lulus sekolah.

Namun ada kesempatan besar untuk jadi atlet nasional dengan sekolah di sini. Seorang atlet nasional mempunyai gaji dari pemerintah, juga hadiah dan bonus jika mampu mencetak prestasi entah di tingkat nasional atau pun internasional.

Selain itu, manfaat lainnya adalah ada peluang menjadi pegawai negeri setelah pensiun sebagai atlet. Namun itu khusus untuk atlet berprestasi.

Biasanya mereka direkrut oleh pemerintah daerah setempat untuk dijadikan pegawai negeri tanpa seleksi. Makin berprestasi, makin besar peluang untuk meraih kesempatan itu. Tertarik?

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.