Punya Kekayaan Rp 19 Triliun, Ini 4 Fakta Bos SCTV dan Indosiar

3 menit
Eddy Kusnadi Sariaatmadja (ilmusiana.com)
Eddy Kusnadi Sariaatmadja (ilmusiana.com)

Tahu SCTV dan Indosiar? Ternyata pemiliknya itu salah satu orang terkaya di Indonesia lho. Emangnya siapa sih pemiliknya? Dia adalah Eddy Kusnadi Sariaatmadja.

Di dunia bisnis, nama Eddy Kusnadi Sariaatmadja dikenal sebagai bos dari Emtek Group. Lewat grup bisnis yang dimilikinya itu, ia menggarap sejumlah sektor bisnis, mulai dari media, jasa telekomunikasi, layanan internet, hingga rumah sakit.

Pengusaha kelahiran 11 Desember 1963 bisa dibilang berasal dari keluarga yang berada. Dikutip dari Wikipedia, Eddy mengambil gelar sarjana di University of New South Wales, Australia, pada tahun 1978. Ia lantas lanjut ke S2 dan meraih gelar master pada tahun 1980.

Setelah menempuh pendidikan, Eddy merintis usaha yang diberi nama Elang Mahkota Teknologi atau Emtek. Lewat usahanya tersebut, Eddy pun menjelma menjadi pengusaha sukses.

Ada beberapa fakta menarik di balik kisah sukses seorang Eddy Kusnadi Sariaatmadja. Seperti apa? Yuk disimak.

1. Memulai bisnis sebagai distributor komputer Compaq

Eddy Kusnadi Sariaatmadja
Komputer Compaq (laptop)

Pada 1983, Eddy Kusnadi Sariaatmadja menjadi pengusaha dengan mendirikan Elang Mahkota Teknologi Komputer. Saat itu, perusahaan Eddy merupakan distributor komputer Compaq dan juga produk-produknya di Indonesia.

Perlahan tapi pasti, bisnisnya ini menunjukkan perkembangan yang baik. Pada 1997, nama perusahaannya berubah menjadi Elang Mahkota Teknologi Indonesia atau Emtek.

2. Masuk ke bisnis media

Eddy Kusnadi Sariaatmadja
SCTV (kumparan)

Sukses membangun Emtek, Eddy Kusnadi melirik bisnis media. Ia membangun PT Cipta Aneka Selaras. Lalu pada 2001, namanya berubah menjadi Surya Citra Media (SCM).

Langkah pertama yang dilakukan Eddy adalah mengakuisisi Surya Citra Televisi (SCTV) melalui SCM. Pada 2002, stasiun televisi yang dimodali Peter Gontha, Henry Pribadi, Sudwikatmono, Aziz Mochtar, dan Halimah Bambang Trihadmodjo ini dikuasai SCM.

Gak cukup sampai di situ. Eddy juga melirik stasiun televisi milik Sudono Salim. Pada 2011, Emtek mengakuisisi Indosiar. Di saat yang sama, Emtek juga meluncurkan televisi berbayar NexMedia, ditambah lagi dengan peluncuran rumah produksi Screenplay Productions.

Kemudian, bersama MRA Media Group, Emtek mendirikan stasiun televisi O Channel. Belakangan O Channel sepenuhnya dimiliki Emtek.

3. Merambah ke beragam bisnis

Eddy Kusnadi Sariaatmadja
KMK Online (nikkei)

Gak cukup dengan menguasai bisnis media, Eddy juga merambah ke beragam bisnis lainnya. Selain mendirikan SCM, Eddy masuk ke bisnis online dengan membentuk PT. Kreatif Media Karya (KMK Online) pada tahun 2012. KMK mengoperasikan beberapa portal online seperti Vidio.com, Bintang.com, dan Liputan6.com.

Nah, demi memperluas bisnis onlinenya, pada tahun 2018, KMK Online mengakuisisi 50 persen saham dari KapanLagi Network (KLN). KLN ini sendiri menaungi sejumlah platform online, sebut aja KapanLagi, Bola, Famous, Dream, Brilio, Fimela, Vemale, Merdeka, dan Otosia.

Gak cukup sampai di situ, Emtek pun memberikan suntikan dana ke Bukalapak, Karir, Rumah, Oto, HijUp, Bride Story, Reservasi, Doku, hingga Lakupon. Di bidang kesehatan, Eddy memiliki rumah sakit, seperti Rumah Sakit Usada Insani dan Rumah Sakit Pertamedika Sentul.

4. Memiliki kekayaan Rp 19 triliun

Eddy Kusnadi Sariaatmadja
Eddy Kusnadi (youtube)

Berkat jaringan bisnis yang dimilikinya, Eddy Kusnadi Sariaatmadja meraih kekayaan hingga US$ 1,3 miliar atau Rp 19 triliun. Karena kekayaannya itulah, majalah Forbes menempatkannya sebagai orang terkaya di Indonesia nomor 26 tahun 2017.

Itu tadi lima fakta dari kisah sukses Eddy Kusnadi Sariaatmadja. Kebolehannya dalam berbisnis berhasil membawanya menjadi pengusaha sukses. Bahkan, namanya dimasukkan ke daftar konglomerat terkaya di Indonesia. Salut deh!

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!