Selain Facebook, Media Sosial Ini Bisa Dikoleksi Juga Lho Saham-Sahamnya

3 menit
Media Sosial (Shutterstock).

Saat ini memiliki akun media sosial adalah hal yang lumrah bagi sebagian banyak orang. Kalau punya akunnya aja udah menjadi hal yang biasa, gimana dengan memiliki saham media sosial? Hal yang biasa atau justru hal yang luar biasa?

Rupanya nih cukup banyak lho media sosial yang diketahui telah terdaftar di bursa saham. Itu berarti banyak perusahaan media sosial yang telah menyandang status go public yang mana lembaran-lembaran sahamnya bisa dibeli siapa aja.

Di sisi orang-orang yang menjadi investor, adanya media sosial yang listing menjadi kabar baik. Sebab mereka bisa berinvestasi dengan memiliki sahamnya. Sementara di sisi perusahaan, modal pengembangan bisnis bisa bertambah seiring tingginya minat investor terhadap saham mereka.

Emangnya media-media sosial mana aja yang saham-sahamnya bisa dimiliki? Berikut ini adalah nama-nama media sosialnya berikut kode sahamnya.

Baca juga: Tambah Modal Rp 28 T di Indonesia, Ini 4 Fakta Softbank yang Gemar Berinvestasi Startup!

1. Facebook (FB)

Media Sosial
Facebook (Shutterstock).

Salah satu media sosial yang telah terdaftar di bursa saham adalah Facebook. Medsos yang dikembangkan Mark Zuckerberg mulai melakukan penawaran perdana alias IPO pada 18 Mei 2012.

Saat itu per lembar sahamnya dijual pada harga US$ 38. Kini per lembar saham berkode FB ini dijual dengan kisaran harga US$ 189 atau sekitar Rp 2,69 jutaan.

Facebook mencatatkan di bursa Nasdaq. Bursa yang berpusat di Kota New York ini emang dikenal sebagai bursanya saham-saham perusahaan teknologi ternama yang punya kapitalisasi pasar yang besar alias blue chips. FB masuk salah satunya dengan kapitalisasi pasar US$ 539,26 miliar.

2. Twitter (TWTR)

Media Sosial
Twitter (Shutterstock).

Media sosial berikutnya yang terdaftar di bursa saham adalah Twitter. Diperkenalkan 21 Maret 2006 oleh Jack Dorsey, saham Twitter mulai diperdagangkan di bursa pada 7 November 2013. 

Per lembar saham yang berkode TWTR ini dijual dengan harga perdana US$ 26. Kini harga per lembar TWTR berada di kisaran US$ 42.

Kalau FB mencatatkan dirinya di Nasdaq, TWTR justru mencatatkan diri di The New York Stock Exchange atau NYSE. Walaupun gak sebesar Facebook, saham Twitter tergolong blue chips dengan kapitalisasi pasar US$ 33,12 miliar.

Baca juga: Transaksi Bilateral Meningkat 20 Kali, GKInvest Jadi Broker No.1

3. Snap Inc (SNAP)

Media Sosial
Snap Inc (Shutterstock).

Media sosial yang satu ini sama seperti Twitter, sama-sama terdaftar di NYSE. Populer dengan nama Snapchat, medsos yang dikembangkan Evan Spiegel, Bobby Murphy, dan Reggie Brown ini mulai diperdagangkan di bursa pada 2 Maret 2017 dengan kode SNAP.

Harga perdana saham ini saat itu adalah US$ 17 per lembarnya. Sempat alami penurunan, harga sahamnya kini kembali ke harga semula, yaitu di kisaran US$ 17 per lembar atau sekitar Rp 242 ribuan.

Meskipun harga sahamnya gak menunjukkan perkembangan yang signifikan, kapitalisasi pasar yang dimiliki SNAP udah masuk kategori blue chips lho. Kapitalisasi pasarnya baru-baru ini berada di angka US$ 23,49 miliar.

4. Weibo (WB)

Media Sosial
SINA (Shutterstock).

Media sosial yang terkenalnya cuma di China ini juga telah mencatatkan diri di bursa lho. Sebenarnya, Sina Weibo adalah situs mikroblog yang diciptakan Sina Corp. 

Di China, Sina Corp merupakan perusahaan teknologi yang didirikan Wang Zhidong, Wang Yan, Hurst Lin, dan Ben Tsiang pada 1998. Sina Weibo diluncurkan Sina Corp pada 14 Agustus 2009.

Walaupun berasal dari China dan berkantor pusat di Shanghai dan Beijing, Sina Weibo mendaftarkan diri di bursa saham Amerika Serikat, yaitu Nasdaq. Begitu juga dengan induk perusahaannya, Sina Corp, yang terdaftar di Nasdaq.

Saham Sina Weibo dengan kode WB mulai diperdagangkan di bursa sejak 17 April 2014 dengan harga perdana US$ 17 per lembar. Saat ini per lembar saham WB dijual dengan harga US$ 37 dengan kapitalisasi pasar US$ 8,50 miliar.

Nah, itu tadi beberapa media sosial yang siapa aja boleh memiliki sahamnya. Kalau kamu kepengin membeli saham-saham di atas, kamu harus mendaftarkan diri di sekuritas luar bukan dalam negeri. Pilihlah sekuritas yang punya jaringan ke bursa-bursa saham negara lainnya. Dengan begitu, kamu gak perlu repot-repot lagi buat bikin akun kalau mau beli saham di negara lain. Semoga informasi barusan bermanfaat ya! (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!