4 Operator CDMA Indonesia Tutup, Ini Solusi untuk Pelanggannya

3 menit
operator cdma indonesia tutup

Peraturan Menkominfo tentang Penataan Pita Frekuensi Radio 800 MHz sudah diketok untuk mastiin bahwa operator telekomunikasi code-division multiple access (CDMA) harus pindah frekuensi ke GSM sebelum Desember 2016. Artinya, pengguna handphone CDMA bakal tak bisa memakai ponselnya setelah Desember 2016.

 

Operator CDMA Indonesia tutup jadi kabar yang sering didengar setelah kebijakan itu keluar. Operator CDMA yang terkena kebijakan ini yaitu Telkom (Flexi), Bakrie Telecom (Esia), Indosat (StarOne), dan Mobile-8 Telecom (Smartfren Telecom).

 

Hingga April 2015, baru Flexi dan StarOne yang udah mengumumkan secara resmi keputusannya terkait dengan pemindahan frekuensi itu. Sedangkan Esia dan Smartfren sudah ambil ancang-ancang, tapi sikap konkretnya belum keluar.

 

Berikut ini adalah nasib para pelanggan jika para operator CDMA tutup gara-gara frekuensinya ditutup:

 

1. Flexi

flexi
Wahai kalian yang sering telpon-telponan ama pacar pakai Flexi demi ngirit, gak perlu takut ngerogoh kocek lebih dalam pas pindah ke Telkomsel

 

Para pelanggan Flexi bakal ditawari pindah ke Telkomsel. Semua nomor Flexi bisa menjadi pelanggan Telkomsel AS dengan nomor depan 0851. Rinciannya, pelanggan Flexi Trendy (prabayar) menjadi AS-CDMA. Dan, Flexi Classy (pascabayar) menjadi Halo Fit-CDMA atau bisa juga ke AS-CDMA.

 

Pelanggan Flexi boleh jadi lebih diuntungkan dengan kepindahan ini. Soalnya cakupan jaringannya bakal lebih luas dan kuat karena ikut Telkomsel langsung. Selain itu, tarif pulsa tidak berubah walau sudah menjadi GSM sehingga bujet keuangan per bulan tak akan bocor. [Baca: Cara Mengatur Keuangan Pribadi] 

 

Bagi yang ingin bermigrasi, bisa mengunjungi gerai Telkomsel terdekat. Tapi Telkomsel tidak menjanjikan bisa langsung memproses migrasi saat itu juga.Tapi yang pasti, pelanggan Flexi yang biasanya menggunakannya untuk melancarkan usaha kecil-menengah, seperti katering, atau cuma buat menelepon pacar, bisa bernapas lega.

 

2. StarOne

Starone
Biarpun gak sepopuler Flexi, StarOne juga cukup laris. Tapi itu dulu…

 

Saat layanan fixed wireless access berbasis CDMA ini diluncurkan, banyak orang yang berbondong-bondong menggunakannya. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, jumlah penggunanya menurun.

 

Indosat berencana menghapus StarOne secara bertahap. Sama seperti Flexi, pengguna StarOne juga akan diizinkan bermigrasi ke layanan E-GSM Indosat.

 

Belum ada rincian tentang waktu migrasi. Tapi Indosat berencana membiarkan pengguna StarOne menggunakan nomor lamanya dan memberikan fasilitas handphone baru berupa potongan harga.

 

3. Esia

esia
Hayo, siapa yang dulu bela-belain beli Esia Aha buat Internetan ngirit? Siap-siap pindah ke Smartfren

 

Esia mengalami kerugian yang cukup signifikan dari tahun ke tahun sejalan dengan merosotnya bisnis grup Bakrie. Rencana bisnis Esia terkait dengan pencabutan frekuensi CDMA belum jelas benar. Esia dikabarkan akan bergabung dengan Smartfren, tapi belum pasti apakah merger atau kerja sama saja.

 

Esia bernasib serupa dengan Axis yang bisnisnya suram karena kalah bersaing sehingga harus dimerger. Kita tunggu saja bagaimana pengumuman Esia nanti menjelang penerapan peraturan tentang pencabutan frekuensi ini.

 

4. Smartfren

smartfren
Ini nih, satu-satunya jagoan CDMA yang ngerti banget ama anak muda. Ada versi Android, terjangkau lagi harganya. Pacar kamu aja kalah pengertian

 

Smartfren bisa dibilang sebagai satu-satunya perusahaan CDMA yang paling moncer. Smartfren membaca pasar dengan baik sehingga meluncurkan sederet ponsel pintar touchsreen dengan otak Android.

 

Handphone Android memang lagi digemari di Indonesia, apalagi yang layarnya besar. [Baca: Usir Waswas dengan Kawal Gadget Pakai Asuransi, Bukan Cuma Garansi] 

 

Tapi Smartfren dipastikan harus menata ulang bisnisnya soalnya harus pindah ke GSM dari CDMA. Di jaringan GSM, CDMA harus berhadapan dengan lawan yang lebih berat, seperti Telkomsel dan Indosat.

 

Smartfren kabarnya akan bekerja sama dengan Esia untuk memasarkan produk GSM. Seperti sebelumnya, Smartfren juga akan meproduksi handphone sendiri. Kelak Smartfren akan menggelar program trade in atau menukar handphone lama Smartfren CDMA dengan handphone baru GSM.

 

 

Kabar operator CDMA tutup bukan isapan jempol jika melihat aturan frekuensi ini. Apalagi bisnis di jaringan CDMA memang tidak begitu menjanjikan dibanding GSM.

 

Tapi jangan khawatir jika kamu pakai hp CDMA. Para operator akan memberikan pilihan agar tetap bisa menjadi pelanggan walau dengan paket yang berbeda.

 

 

 

Image credit :

  • http://assets.kompas.com/data/photo/2014/09/02/1432209flexi780x390.jpg
  • http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/9/91/Logo_star_one.png
  • http://rumahpengaduan.com/wp-content/uploads/2013/11/voucher-esia-50rb.jpg
  • http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/f/f9/LogoSmartfren.svg/698px-LogoSmartfren.svg.png
MoneySmart
MoneySmart

MoneySmart adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.