Biaya Pendidikannya Mahal, tapi 4 Profesi Ini Lama Dapat Kerja

3 menit
Profesi dokter
Profesi dokter (Shutterstock)

Gak sedikit profesi di Indonesia membutuhkan biaya pendidikan cukup besar. Mirisnya, gak ada jaminan kalau udah lulus terus langsung dapat kerja.

Kok bisa? Ya bisa banget. Soalnya, lapangan kerja di wilayah-wilayah itu emang terbatas. Jadi ada jarak antara ketersediaan SDM sama lapangan kerjanya.

Jadi apa profesi yang dimaksud? Simak yuk. Oya, sebagai catatan, biaya pendidikan ini gak cuma sebatas biaya kuliah ya. Beberapa di antaranya adalah biaya kursus.

Pilot

Pilot

Semua tentu tahu kalau biaya pendidikan pilot luar biasa mahal. Tapi di balik itu, ada gaji fantastis yang ditawarkan oleh setiap maskapai.

Menurut informasi dari Kompas, gaji pilot Indonesia umumnya berkisar antara Rp 40-50 juta per bulan. Sementara buat pilot pemula yang baru memiliki commercial pilot license dapat penghasilan sekitar Rp 30 juta per bulan.

Sementara biaya kuliah yang harus disiapkan bisa sekitar Rp 500 jutaan. Gak sedikit pula yang nyaris menyentuh Rp 1 miliar.

Mahalnya biaya pendidikan pilot disebabkan karena biaya aftur yang tinggi, biaya perawatan pesawat di sekolah penerbang, dan masa pendidikan yang relatif lama.

Meski gitu, toh laporan mengenai pilot menganggur juga banyak beredar di media. Lapangan kerja buat pilot juga terbatas.

Malah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat mengatakan bahwa di tahun 2018, ada oversupply lulusan pilot dengan kebutuhan. Duh!

Dokter

Dokter

Biaya pendidikan dokter juga mahal banget, gak jauh beda deh sama sekolah pilot. Di salah satu universitas swasta di Jakarta Pusat aja perkiraan biaya kuliah kedokteran sampai lulus bisa mencapai Rp 700 juta.

Walau bisa diangsur, tapi masih ada biaya-biaya lain yang mesti ditanggung. Sebut aja seperti biaya praktikum yang juga relatif mahal.

Emang sih setelah lulus dan jadi dokter spesialis mereka bakal terima gaji yang besar. Tapi, pendidikan dokter itu bukan empat atau lima tahun, melainkan bisa tujuh sampai 10 tahun.

Dalam rentang waktu 3,5 atau empat tahun, seorang bisa lulus dengan gelar S.Ked. Di titik ini mereka belum bisa dapat izin menangani pasien. Mereka harus ikut program koasisten (koas) dulu selama 1,5 hingga dua tahun.

Setelah lulus, baru mereka akan diwisuda buat profesi dokter. Mereka baru bisa menangani pasien sendiri setelah punya Surat Izin Praktik (SIP).

Bayangin aja, dalam rentang waktu yang lama mereka bakal gak punya penghasilan. Kalaupun ada gaji magang, paling cuma Rp 2 jutaan. Beda sama kuliah akuntansi atau FISIP yang ketika lulus dan wisuda bisa langsung lamar kerja.

Musisi

Musisi

Biaya pendidikan jurusan musik mungkin gak semahal sekolah dokter atau pilot. Tapi, biaya kursusnya terbilang cukup mahal, tergantung instrumen apa yang dipilih dan sekolah musik mana yang dituju. Makin terkenal, ya makin mahal biayanya.

Belum lagi modal alat musiknya juga gak murah. Bisa sampai puluhan juta lho jika pengin menggunakan alat yang berkualitas.

Tapi apa itu menjamin masa depan yang baik? Apa industri musik emang udah bersahabat?

Jika kamu emang bercita-cita pengin jadi pendiri grup band tenar seperti Ahmad Dhani dan kawan-kawan, maka gak usah kursus pun bisa sebetulnya.

Jika emang niatnya adalah jadi pemain orkestra, mungkin kursus ini wajib buat diambil. Tapi coba perhatikan deh, seberapa sering sih musisi-musisi orkestra itu manggung?

Make up artist (MUA)

MUA

Sekolah make up artist alias MUA emang luar biasa mahal, apalagi yang dikeluarkan oleh Martha Tilaar, Rudy Hadisuwarno, dan tokoh-tokoh kecantikan lain.

Emang sih, penghasilan seorang MUA lumayan besar. Buat sekali poles klien, seorang MUA bisa mengantongi Rp 8 jutaan. Tapi, penghasilan itu gak instan. Butuh perjuangan keras bagi seorang MUA buat bisa dapat klien. Belum lagi buat punya “nama”.

Seorang lulusan MUa mau gak mau harus mulai dari bawah banget, menangani artis yang belum terkenal. Kuncinya ya berelasi yang luas. Dari sana ada kemungkinan kamu kenal sama artis terkenal yang emang lagi butuh asisten. Tapi ya jelas itu untung-untungan, sih.

Itulah empat profesi dengan biaya pendidikan yang besar tapi gak menjamin habis lulus langsung dapat kerja dan kaya raya.

Jadi, apa sebaiknya profesi ini gak usah dipilih sekalian? Ya gak juga.

Apapun profesinya, setiap orang bisa sukses di masa depan. Asalkan emang sabar, berani berinovasi, dan gak terlena di zona nyaman.

Lagipula, masih ada beragam kerja sampingan kok buat mereka yang memiliki keterampilan di empat bidang ini.

Gak mungkin biaya pendidikan mahal terus gak bisa dipakai sama sekali buat cari uang, ya kan?

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.