Jadi Janda, 5 Artis Ini Malah Sukses Kelola Kerajaan Bisnis

2 menit
Artis-Janda
Nafa Urbach (instagram @nafaurbach)

Status janda identik dengan keadaan finansial yang kurang kuat karena tak ada sokongan dari pasangan hidup. Namun sejumlah artis janda membuktikan sebaliknya.

Meski tanpa suami, mereka sukses mengelola kerajaan bisnis sendiri. Beberapa di antaranya malah berbisnis plus nyambi mengasuh anak, alias jadi orangtua tunggal.

Namun kondisi itu tak menghalangi mereka untuk meraih sukses secara finansial. Siapa sajakah artis janda yang dimaksud?

1. Rossa

Sejak bercerai dengan Surendro Prasetyo alias Yoyo pada 2009, Rossa tak pusing segera mencari pengganti. Soal penghasilan, dia masih bisa mengambil job nyanyi.

Namun bukan itu saja upayanya untuk mengais rezeki. Tak tanggung-tanggung, Rossa membuka bisnis karaoke, pakaian, hingga parfum.

Tempat karaoke Diva yang bertebaran di mal-mal itu adalah punya Rossa. Bisnis ini adalah yang pertama ia jalankan. Setelah terbilang sukses, barulah dia melebarkan sayap ke lini usaha lain.

Salah satu kuncinya dalam berbisnis adalah memulai dari yang kecil dan tak mau langsung mengucurkan modal yang besar. Dia memang ingin bermain aman, menghindari risiko rugi besar. Meski kecil, keuntungannya makin lama makin tebal seiring dengan bisnisnya yang sanggup bertahan.

2. Maia Estianty

Saat masih bersama Ahmad Dhani, Maia Estianty bisa disebut kurang menonjol sebagai artis. Apalagi sebagai pengusaha.

Namun perceraiannya dengan Dhani membuka jalan baru baginya sebagai artis sekaligus pengusaha. Maia diketahui punya bisnis beragam, di antaranya kosmetik, pakaian, klinik kecantikan, dan properti.

Dia punya strategi jitu untuk menjalankan bisnisnya, yakni bekerja sama dengan pihak yang dinilai berkompeten dalam bisnis tersebut. Dalam bisnis klinik kecantikan, misalnya, dia kerja sama dengan dokter khusus kecantikan.

Begitu juga dalam bisnis kosmetik. Ada campur tangan dokter mancanegara agar bisnis ini lebih terpercaya. Bahkan dia disebut-sebut punya gerai khusus produk kecantikan di London, Inggris.

3. Titi DJ

Jika mau mencari inspirasi bisnis yang unik dan anti-mainstream, tengoklah artis janda yang satu ini. Kala koleganya sesama artis ramai-ramai menjalankan bisnis kuliner hingga karaoke, Titi DJ malah buka usaha rambut palsu alias wig.

Tapi justru di situlah letak kejeniusannya. Dia tak mau ikut-ikutan bertarung dalam ceruk bisnis yang sama.

Dia justru berusaha menggali tambang rupiah sendiri di bidang yang terbilang tak biasa ini. Nyatanya, bisnis wig itu mengantarnya jadi pengusaha sekaligus artis yang mandiri.

4. Nafa Urbach

bule jawa magelang

A post shared by NAFA URBACH (@nafaurbach) on

Yang satu ini adalah artis janda “pendatang baru” dibanding yang lain. Nafa punya bisnis waralaba minuman bernama Nufnuf Sochoco.

Dia mengaku bisnis minuman ice blend ini sudah tersebar di banyak daerah di Indonesia. Demi menarik banyak orang yang berniat menjadi mitra waralaba, Nafa hanya mematok harga Rp 15 juta sebagai modal buka gerai ini.

Mengikuti perkembangan zaman now, Nafa pun tak ragu mempromosikan bisnisnya itu lewat media sosial. Dia punya akun Instagram yang dijadikan saluran promosi, selain untuk ajang pamer foto diri.

5. Elly Sugigi

Siapa yang tak kenal dengan janda fenomenal yang satu ini? Elly Sugigi mendobrak dunia hiburan lewat bisnisnya yang tak biasa: menjaring pemuda-pemudi “alay”.

Para anak baru gede itu dikerahkan untuk meramaikan acara musik berkonsep hura-hura di beberapa stasiun televisi swasta. Seiring dengan turunnya pamor acara musik seperti itu, Elly putar otak agar dapurnya tetap mengepul sebagai orang tua tunggal.

Dia pun buka usaha warung makan di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Selain keaktifannya di layar kaca, sumber penghasilannya adalah bisnis offline tersebut.

Siapa pun bisa menjadi pengusaha, terlepas dari statusnya. Entah janda entah duda, semua bisa asalkan mau mencoba.

Bisnis para artis janda di atas bisa dijadikan inspirasi buat kita-kita, terutama yang berstatus janda. Memang, posisi mereka sebagai selebritis turut mendongkrak potensi bisnis yang dijalankan.

Namun tak ada salahnya kita juga mencoba jalan yang sama. Buktikan bahwa tanpa sokongan suami pun kita bisa mandiri dan menjaga rekening tetap terisi.

Hardian
Hardian

Sebagai penulis dan penyunting, saya sangat akrab dengan tenggat alias deadline. Dua profesi ini mengajari saya tentang betapa berharganya waktu, termasuk dalam urusan finansial. Tanpa rencana dan kedisiplinan soal waktu, kehidupan finansial pastilah berantakan. Cerita inilah yang hendak saya bagikan kepada semuanya lewat beragam cara, terutama tulisan.