Simak Nih 5 Cara Promosi Produk Otomotif Aftermarket ke Masyarakat

3 menit
cara promosi produk otomotif

“Gimana sih! Kok di pameran kemarin nggak ada penjualan! Ada yang salah sama cara promosi produk otomotif yang kita garap? Jelas-jelas filter oli kita dapat penghargaan terus,” ujar bos Marketing kepada timnya.

Kemudian, salah seorang staf brand activation angkat bicara. “Sektor aftermarket emang lesu tahun 2015 pak. Nggak ada yang mau pak sama filter kita.”

Pak bos makin kesal dengan jawaban timnya. “Ooo, jadi menurut kamu karena tren pasar lesu kita ikutan lesu ya. Nggak perlu mikirin apa-apa buat dongkrak sales gitu?” Lalu si bos tepok jidat. 

Pasar otomotif memang lesu pada 2015, termasuk sektor aftermarket. Tapi jangan salah, ada beberapa brand yang penjualannya naik seperti busi NGK.

Cara promosi produk otomotif seperti apa sih yang efektif, khususnya buat produk aftermarket otomotif? Ini nih beberapa pilihan medianya.

1. Media Sosial

Media sosial bisa jadi identitas kedua buat brand selain website. Promosi di media sosial itu murah dan bisa kamu targetkan. Apalagi, pengguna Facebook di Indonesia mencapai 88 juta orang.

Cara promosi produk otomotif
Facebook bisa digunakan untuk bangun brand awareness, Instagram untuk nyasar pasar kelas menengah ke atas, Twitter untuk customer care (media sosial/Marketingland)

Wajib hukumnya brand otomotif punya page Facebook, Instagram dan Twitter. Youtube juga penting setelah kamu punya materi video.

Sebelum bikin materi promosi untuk sosmed, analisa dulu target konsumen yang disasar. Apakah mayoritas konsumen adalah pria atau perempuan? usia berapa?

Buatlah konten yang disukai sama konsumen. Kalau konsumennya pria, gunakan foto supercar, superbike, atau mbak SPG yang menarik juga boleh hehehe. 

Konten sosmed harus berbobot, jangan seputar keunggulan produk melulu. Infografis tentang tips otomotif pasti lebih menarik dan lebih bermanfaat.

3. Jangan Asal Sponsorin Event

Kalau ditodong sponsor event, pikir-pikir dulu. Jangan jadi sponsor hanya karena eventnya ramai. Belum tentu yang datang ke event beli produk kamu.

Percuma pasang logo besar di main stage tapi transaksinya “0.” Kecuali brand yang kamu kelola adalah brand baru. Brand baru butuh bangun image.

Cara promosi produk otomotif
Buat promo dan activity menarik di event itu biar booth kamu ramai (event PARJO/SeputarJogjakarta)

Biaya event otomotif juga besar. Selain ada biaya sewa space, biaya produksi booth juga besar belum lagi sewa SPG.

3. Mau sponsor balap? Perhatikan hal ini

Sponsorship memang sangat krusial bagi pembalap. Karena balap terutama mobil, bisa dikatakan sebagai olahraga yang sangat mahal.

Menempel logo brand di mobil atau motor balap tentu nggak murah. Tapi apa yang bisa didapat?

Sudah pasti brand awareness yang didapat. Dan PR Value apabila pembalap yang disponsori berhasil naik podium satu.

Cara promosi produk otomotif
Sponsor balap memang mahal, tapi kamu bakal dapat publikasi masif apalagi kalau menang (Rio Haryanto/Tribun Batam)

Bangga dong logo brand kamu yang di mobil dan baju pembalap nongol di media. Nggak heran kan kalau Pertamina berani sponsorin Rio Haryanto.

4. Jangan lupakan SMK

Brand otomotif biasanya erat hubungannya dengan SMK. Kenapa? Karena program tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan otomotif umumnya ditargetkan ke SMK.

Siswa-siswi SMK jurusan otomotif, tentu haus akan pengetahuan. Mereka juga sibuk mencari peluang magang.

Targetkanlah CSR untuk memberdayakan mereka. Agar di masa depan, mereka selalu ingat brand yang bantu mereka. Nggak menutup kemungkinan mereka jadi konsumenmu.

5. Rangkul Montir Bengkel

Memberdayakan montir di bengkel-bengkel yang jual produk brandmu juga penting. Di satu sisi, hal itu menguntungkan bengkel.

Buatlah program insentif buat montir yang berhasil rekomendasiin produkmu. Montir jadi semangat kerja, dan pemilik bengkel senang.

Cara promosi produk otomotif
Montir bisa rekomendasiin produkmu ke konsumen. Yuk bikin event gathering montir atau insentif montir (montir/Tempo)

Konsumen awam selalu bergantung sama montir dalam urusan milih suku cadang. Di sinilah kamu bisa lihat “The Power of Montir.”

Jika kamu mau buat program ini, lakukan analisa keuangan yang matang. Karena biayanya sangat pasti besar. Pertimbangkan juga return of investment-nya.

So.. nggak ada alasan lagi bilang “omzet turun karena tren pasar turun.” Kuncinya kerja keras dan menentukan promosi yang tepat.

Selamat mencoba, semoga sukses!    

 

 

yang terkait artikel ini:

[Baca: Manfaatin Jasa Endorser Buat Promosi Usaha , Efektif Gak Sih?]

[Baca: Sosial Media untuk Bisnis Emang Efektif dan Murmer, Tapi Kelemahannya Juga Ada Loh]

[Baca: Sudah Sering Pasang Iklan Online tapi Bisnis Gak Moncer? Mungkin Ada yang Salah…]

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.