Suka Belanja Online? Ini Lho 5 E-Commerce Paling Laris di Indonesia

3 menit
E-Commerce Paling Laris (Shutterstock)
E-Commerce Paling Laris (Shutterstock)

 

Google, Temasek dan Bain & Company memaparkan dalam laporan e-Conomy SEA bahwa tren pertumbuhan perekonomian digital Indonesia menjadi pemimpin di Asia Tenggara atau ASEAN.

Berdasarkan laporan Temasek, ekonomi digital Indonesia tahun ini mencetak US$ 40 miliar atau Rp 556,6 triliun dengan kurs Rp 14.166 per dollar AS.

Jumlah tersebut menjadi nominal Tertinggi di kawasan Asia Tenggara pada tahun ini, Indonesia mengalahkan Thailand dengan US$ 16 miliar. Kemudian Singapura dengan US$ 12 miliar, Vietnam dengan US$ 12 miliar, Malaysia dengan US$ 11 miliar, dan Filipina dengan US$ 7 miliar dollar AS.

Temasek pun memprediksi pada tahun 2025 mendatang ekonomi digital Indonesia akan semakin meningkat US$ 133 miliar. Jumlah tersebut juga masih mengungguli Thailand dengan ekonomi digital sebesar US$ 50 miliar di tahun 2025 mendatang.

Rohit Sipahimalani, Joint Head, Investment Group, Temasek mengatakan, peningkatan ekonomi digital di Indonesia yang tumbuh pesawat disebabkan oleh populasi generasi muda yang sangat mahir dalam teknologi.

“Kami melihat banyak potensi dalam ekonomi digital Indonesia. Populasi anak muda digital native yang sangat aktif menjadi faktor kunci dalam perkembangan ekonomi mereka,” ujar Rohit Sipahimalani, Joint Head, Investment Group, Temasek di Google Indonesia, Jakarta.

E-commerce Penopang Utama

Tercatat, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia masih ditopang oleh pertumbuhan e-commerce yang diprediksi pada 2025 mendatang akan mencapai US$ 82 miliar.

Kemudian posisi kedua pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia juga ditopang oleh sektor ride-hailing, pada 2015 lalu sektor ini nilainya masih US$ 900 juta. Namun pada 2019 ini sudah mencapai US$ 6 miliar, dan pada 2025 mendatang diprediksi akan mencapai US$ 18 miliar.

Persaingan e-commerce lokal dan regional, dan juga perusahaan ride hailing lokal dan regional turut mendongkrak kinerja ekonomi digital di Indonesia.

Selain dua sektor tersebut, sektor online travel juga mengalami pertumbuhan signifikan, sektor ini diprediksi tumbuh 2,5 kali lipat menjadi US$ 25 miliar.

Sektor lain yang diprediksi akan semakin meningkat adalah online media yang meliputi iklan digital, video game, musik, dan video akan memiliki nilai ekonomi US 10 miliar dan pada 2025 nanti mencapai US$ 25 miliar.

3 E-commerce Paling Laku di Indonesia

Dalam digital ekonomi, yang menjadi daftar teratas penyumbang sektor ekonomi digital adalah e-commerce yang juga paling tinggi  penggunaannya.

Di Indonesia sendiri banyak sekali para e-commerce yang saling berlomba-lomba menggaet konsumen, mulai dari e-commerce bentukan anak Indonesia hingga milik asing.

Selain itu, kehadiran internet dan telepon pintar juga menjadi faktor pendukung pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Tercatat, berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) terbaru, dari total populasi Indonesia sebanyak 264,16 juta orang. Sebanyak 64,8 persen penduduknya melek terhadap Internet, atau sebanyak 171,17 juta orang.

Survei itu juga mengungkapkan pertumbuhan pengguna Internet mencapai 10,12 persen. Sepanjang 2018 dibandingkan dengan 2017, atau bertambah sebanyak 27,92 juta orang. Survei itu juga mengungkapkan Pulau Jawa tetap menjadi wilayah yang dengan kontribusi pengguna yang tertinggi.

1. Lazada Indonesia

Posisi teratas berdasarkan data Google Play Store, aplikasi belanja online Lazada paling banyak diunduh oleh masyarakat Indonesia dengan 100 juta lebih unduhan.

Lazada mulai berkiprah di Indonesia pada tahun 2014 lalu bersamaan dengan operasional di Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

2. Tokopedia

Kemudian, posisi kedua terdapat e-commerce lokal asal Indonesia dengan 50 juta lebih unduhan di Google Play Store.

Tokopedia sudah diluncurkan sejak tahun 2009 lalu yang didirikan oleh William Tanuwijaya bersama dengan Leontinus Alpha Edison.

3. Shopee

Selanjutnya posisi ketiga terdapat e-commerce Shopee dengan 50 juta lebih unduhan, Shopee memulai peruntungan di Indonesia sejak tahun 2015 lalu bersamaan dengan negara Asia Tenggara lainnya.

Tercatat, pada tahun 2017 berdasarkan hasil riset The Asian Parent, Shoppe merupakan platform pilihan Ibu-ibu untuk belanja online sebesar 74 persen, kemudian diikuti Tokopedia dengan 54 persen, Lazada 51 persen, dan Instagram 50 persen.

4. Bukalapak

Kemudian posisi keempat ada Bukalapak dengan total 10 juta lebih unduhan di Google Play Store.

Bukalapak resmi didirikan pada 2010 lalu oleh Achmad Zaky bersama Muhammad Fajrin Rasyid semasa mengeyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

5. Blibli.com

Selanjutnya posisi kelima terdapat Blibli.com dengan 10 juta unduhan pada laman Google Play Store.

Perusahaan bentukan Djarum ini memulai pertarungan diduna ekonomi digital pada tahun 2010 lalu dengan nilai investasi sebesar Rp 100 miliar.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.