Kelas Menengah Bakal Sulit Kaya Kalau 5 Kesalahan Ini Masih Dilakukan

3 menit

Yang kaya makin kaya, tapi kelas menengah gitu-gitu aja. Pernah dengar pernyataan tersebut gak? Atau mungkin pernah menemukannya di lingkungan sekitarmu?

Penghasilan memang cukup buat kehidupan sehari-hari. Tapi, lambat laun kebutuhan sekunder dan tersier mulai sulit dijangkau. Bukannya makin kaya, golongan menengah justru rentan turun kelas. Mereka adalah golongan mampu yang masih mungkin mengalami penurunan status finansial.

Hal ini disepakati oleh penulis buku keuangan, Keith Cameron. Menurut Cameron, ada perbedaan cara pandang antara orang kaya dan kelas menengah. Perbedaan inilah yang bikin golongan menengah sulit naik kelas.

Wah, tanpa disadari jangan-jangan karakter ini juga kita miliki. Yuk, cek apakah kamu juga memiliki salah satu cara pandang tersebut?

1. Menghabiskan duit biar kelihatan kaya

kelas menengah

Gak dapat dipungkiri, gak sedikit orang kaya yang memiliki gaya hidup mewah. Tapi, jika ditelisik, alokasi keuangan untuk hal tersebut barangkali hanya sepersekian persen dari total kekayaannya. Sementara itu, sebagian besar lainnya diputar untuk membuat diri jadi lebih kaya, misalnya dengan berinvestasi.

Sebaliknya, saat agak berduit, kelas menengah sudah menghabiskan uangnya untuk terlihat bak orang kaya. Menurut Keith, kelas ini cenderung menghabiskan uang untuk kebutuhan tersier. Jadi, gak heran kalau berakhir besar pasak daripada tiang.

2. Sering takut bermimpi

kelas menengah

Gak terhitung jumlahnya para pengusaha sukses yang berangkat dari nol. Padahal pada kondisi mereka dulu, bermimpi jadi sesukses saat ini adalah hal yang terlampau tinggi. Tapi, mereka percaya bahwa mimpi tersebut tetap bisa diraih.

Contohnya nih, kaya Deddy Corbuzier kecil yang berani bermimpi jadi pesulap tersohor meski semua orang saat itu meragukannya. Ada juga Nurhayati Subakat, pemilik Wardah yang memulai bisnisnya dengan menjajakan produk dari salon ke salon. Itu baru sebagian. Banyak pengusaha lain yang dulunya diragukan banyak orang, tapi mereka tak pernah meragukan diri mereka sendiri.

Sebaliknya, berada di zona nyaman membuat kelas menengah lebih takut mengambil risiko. Bayangan takut gagal membuat mereka jadi takut bermimpi sehingga keuangan pun jalan di tempat.

3. Tak bisa menyeleksi teman

kelas menengah

Saat kecil kita dinasehati untuk tidak pilih-pilih teman. Tapi ketika dewasa, hal ini gak relevan lagi. Emangnya mau punya teman yang cuma bisa diajak hura-hura atau bikin dompet cekak mulu?

Pasalnya, kita harus semakin menyadari waktu dan energi yang kita punya amatlah berharga. Oleh sebab itu, pastikan menghabiskan hal tersebut bersama orang-orang yang tepat.

Orang-orang yang tepat ialah mereka yang bisa membuat kita berkembang lebih baik. Hal inilah yang disadari oleh orang kaya. Mereka berusaha menjalin relasi dengan orang-orang sukses, baik untuk ‘mencuri’ ilmu atau dijadikan sebagai motivator.

4. Bekerja hanya demi uang

kelas menengah

Banyak orang yang melihat besarnya gaji dan tunjangan jadi pertimbangan utama dalam memilih pekerjaan. Benar gak? Alhasil baru beberapa bulan bekerja, langsung berpaling saat ada tawaran yang lebih tinggi. Itulah yang sering terjadi pada kelas menengah.

Sebaliknya, orang kaya gak bekerja buat perusahaan tapi buat diri mereka sendiri. Selain gaji, mereka mencari ilmu dan pengalaman sebagai bekal jika ingin mendirikan bisnis sendiri nantinya.

5. Hanya “mengamankan” duit di tabungan

kelas menengah

Menabung mungkin bisa bikin sebagian uangmu aman, tapi menabung aja gak bisa bikin kaya. Orang kelas atas mengalokasikan sebagian besar uangnya untuk berinvestasi. Mereka sadar bunga tabungan akan tergerus dengan nilai inflasi.

Jadi perlu diimbangi dengan produk lain yang kasih imbal hasil lebih tinggi. Tapi tentu gak boleh sembarangan invest sana-sini ya. Jika kelas menengah malas investasi karena takut risiko rugi, kelas atas justru mengatasi risiko tersebut dengan memperdalam ilmunya.

Setelah membaca beberapa cara pandang yang salah di atas, apakah kamu masih terjebak di salah satunya? Jika gak ada satu pun, selamat yah! Bukan gak mungkin sebentar lagi kamu akan naik kelas jadi orang kaya.

Ulfa Sekar
Ulfa Sekar

Pernah menjadi anak IT dan bercita-cita menjadi seorang programmer. Lalu berakhir menjadi seorang penulis dan menikmatinya. Semoga tulisan saya bisa berguna buatmu.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong