Generasi Milenial Pengin Cepat Makmur? 5 Kota di Asia Pasifik Ini Bisa Wujudkan Impianmu

4 menit
Generasi milenial yang tengah mengadu nasib di kota besar demi uang (Shutterstock).
Generasi milenial yang tengah mengadu nasib di kota besar demi uang (Shutterstock).

Siapa sih yang gak mau hidup makmur di usia muda? Banyak generasi milenial yang mencari berbagai cara untuk bisa menjadi kaya raya. Salah satunya dengan pergi mencari kerja ke negara lain yang dianggap lebih menguntungkan. Tapi apakah itu selalu benar?

Pergi bekerja ke luar negeri biasanya menjadi opsi bagi para fresh graduate atau yang udah berpengalaman untuk mempercepat jenjang kariernya di dunia pekerjaan. Banyak yang beranggapan bahwa hidup merantau di sana bakal bikin kantong gak gampang kering karena standar upahnya lebih tinggi.

Emang sih opini kaya gitu gak salah sepenuhnya, beberapa negara tetangga Indonesia menawarkan upah minimum yang terbilang jauh lebih tinggi ketimbang di Jakarta sekalipun.  Gak cuma dari sisi materiil, dari aspek lingkungan sosial juga mereka menawarkan kualitas hidup yang lebih baik.

Namun bukan tanpa risiko pergi bekerja ke negara lain. Terdapat tantangan tertentu yang bakal dihadapi kayak perbedaan budaya, jauh dari keluarga dan biaya ongkos yang mahal untuk pulang. Bisa-bisa pulang tinggal bawa koper doang gak ada isinya.

Nah buat kamu para milenial yang lagi cari negara yang punya prospek bagus dari sisi upah serta kualitas hidup bisa mencoba 5 kota di Asia Pasifik berikut ini:

Baca juga: Pekerja Perempuan di 12 Negara Ini Masih Mengalami Diskriminasi Upah

Singapura

Generasi Milenial
Singapura (Pexels).

Kota sekaligus negara yang punya penduduk sekitar 5,6 juta jiwa ini bisa masuk daftar teratas kota tujuan kamu nih milenial. Mereka memiliki angka pendapatan per kapita sebesar US$ 58 ribu atau setara Rp 830 juta, mengutip dari Entrepreneur.

Dan juga di negara yang terkenal sama patung Merlion ini punya tingkat pengangguran 2,2 persen doang atau terendah nomor 2 dari 20 kota yang diteliti oleh Value Champion.

Selain itu untuk aspek kehidupannya gak berbeda jauh dengan Indonesia seperti makanan, iklim serta letak geografis yang deket banget. Jadi bisa irit ongkos deh kalau pengin pulang kampung.

Melbourne

Generasi Milenial
Melbourne, Australia (Shutterstock).

Daripada ke Eropa atau Amerika Serikat, milenial boleh mencoba pergi ke kota Melbourne di Australia. Pendapatan per kapitanya lumayan besar sekitar US$ 53 ribu atau senilai Rp 758 juta.

Kota yang termasuk dalam negara bagian Victoria ini memiliki tingkat pengangguran sebesar 4,6 persen.

Masuk dalam salah satu daftar kota terbaik Global Peace Index membuat Melbourne bisa jadi referensi kota yang dapat kamu tinggali.

Baca juga: Jangan Lemas! 5 Tips Ini Tingkatkan Semangat Kerja di Bulan Puasa

Hong Kong

Generasi Milenial
Hong Kong (Pexels).

Negara asal makanan Dimsum ini bisa menjadi referensi bagus lokasi pekerjaan milenial selanjutnya. Di sini pendapatan per kapitanya sekitar US$ 46 ribu atau sebanyak Rp 658 juta. Pantes aja banyak tenaga kerja kita yang pergi kesana.

Tingkat pengangguran di negara yang punya penduduk 7,4 juta jiwa ini ada di angka 2, 8 persen. Dimana 8,1 persennya adalah angkatan kerja usia muda.

Untuk kehidupan sosialnya sendiri Hongkong didominasi oleh warga keturunan China. Untuk soal makanan gak perlu khawatir karena mirip-mirip dengan Indonesia yang suka dengan mie dan nasi.

Tokyo

Generasi Milenial
Suasana malam di Tokyo, Jepang (Pexels).

Buat milenial yang masa kecilnya suka nonton anime Jepang pas banget kalau bisa dapat pekerjaan di Tokyo. Negeri Matahari Terbit ini mempunyai tingkat pendapatan per kapita sebesar US$ 38 ribu atau senilai Rp 544 juta.

Sedangkan dari tingkat pengangguran Jepang memiliki angka sekitar 2,5 persen aja. Gak beda jauh sama Singapura, hanya dari sisi jumlah penduduk Jepang jauh lebih banyak ya.

Walaupun letak geografisnya cukup jauh tetapi untuk kamu yang doyan sama makanannya kayak sushi, takoyaki serta ramen pasti betah deh. Apalagi tingkat polusinya tergolong bersih. 

Baca juga: 12 Tempat Wisata Gratis di Tokyo Ini Mampu Sempurnakan Pelesiranmu di Jepang

Guangzhou

Generasi Milenial
Guangzhou, China (Pexels).

Kota yang satu ini mungkin sebelumnya belum pernah terpikirkan karena kurang populer. Tapi jangan salah karena pendapatan per kapitanya mencapai US$ 22,3 ribu atau Rp 319 juta.

Pemerintah setempat menargetkan angka pengangguran di bawah 3,5 persen untuk tahun 2019. Uniknya jumlah pengangguran di kota ini termasuk yang paling sedikit yakni hanya 1,9 persen di tahun 2018.

Untuk urusan transportasi bisa jadi sebuah kendala untuk bisa pulang ke Indonesia secara rutin. Namun buat ongkos biaya hidup, di Guangzhou termasuk yang paling rendah. Dalam sebuah riset memperlihatkan rata-rata biaya tempat tinggal hanya 22 persen dari total pendapatannya.

Nah itu dia 5 kota di Asia Pasifik yang bisa kamu coba sebagai generasi milenial untuk ditinggali berdasarkan upah serta kehidupan sosialnya. Kamu pengin pilih ke negara yang mana nih? Semoga bermanfaat! (Editor: Winda Destiana Putri).

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!