Bikin Kamu Gak Kaya-Kaya! Segera Hindari 5 Mitos Keuangan yang Udah Kuno Ini

4 menit
Fakta atau mitos? (Shutterstock).

Tak bisa dipungkiri masih banyak sekali orang yang percaya dengan mitos keuangan yang pada akhirnya justru menjauhkan mereka dari kebebasan finansial.

Pasalnya mindset tersebut kebanyakan sudah tertanam di pikiran mereka sejak kecil. Jadi, gak heran kalau mereka mempercayai dan bahkan mengikuti mitos keuangan yang sudah ketinggalan zaman.

Ya, di era yang sudah serba canggih dan digital seperti saat ini. Banyak sekali membawa perubahan, termasuk dalam mengatur keuangan.

Kamu memerlukan strategi yang tepat agar kebebasan finansial dapat digenggam di kemudian hari. Salah satunya adalah dengan tidak meniru beberapa mitos keuangan yang justru bisa menyesatkan kamu.

Bahkan, beberapa mitos tersebut juga dapat menghambat perkembangan diri kamu lho. Gak percaya? Yuk, simak aja beberapa mitos keuangan yang harus segera ditinggalkan berikut ini:

Baca juga: Hindari Risiko Tinggi, Ini 5 Cara Jitu Pilih Reksa Dana Terbaik

1. Membayar utang yang lebih besar terlebih dahulu

Masalah Keuangan
Membayar utang yang lebih besar terlebih dahulu (Shutterstock).

Banyak orang yang menunda membayar utang karena fokus untuk melunasi utang yang lebih besar terlebih dahulu dibanding yang kecil.

Padahal menunggu memiliki uang untuk membayar utang yang lebih besar justru membuat bunga semakin besar dan nominal utang pun akan semakin besar pula.

Karena itu, mulai tinggalkan yuk mitos keuangan tersebut dan mulai mencicil untuk melunasi utang yang memiliki tingkat bunga yang paling kecil hingga yang kecil. Jadi, bukan nominalnya ya tapi tingkat bunganya.

Lagipula, selain mencegah bertambahnya utang, melunasi utang yang lebih kecil juga akan memotivasi kamu untuk segera membebaskan diri dari utang-utang lho.

2. Kartu kredit adalah kartu setan

Masalah keuangan
Gak sedikit orang yang takut menggunakan kartu ini (Shutterstock).

Gak sedikit orang yang terjerat kartu kredit dan bikin hidupnya dibayang-bayangi dengan debt collector karena utang yang menumpuk.

Karena itulah banyak orang yang menganggap kalau kartu kredit itu adalah kartu setan. Padahal yang salah itu bukan kartu kreditnya, tapi penggunanya.

Pasalnya, jika dimanfaatkan dengan bijak, kartu kredit justru memberikan manfaat yang sangat menguntungkan lho. Selain dapat digunakan untuk membeli barang dengan cara mencicil tanpa bunga, kamu juga dapat lebih mudah mendapat persetujuan saat melakukan pengajuan Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan hal lain yang  berhubungan dengan bank.

Baca juga: Hati-Hati! 5 Kata Sepele Ini Bisa Menghambat Karier Kamu Lho!

3. Sudah terlambat mencapai finansial goal di usia 30-an

Mitos keuangan
Financial goal (Shutterstock).

Para ahli dan bahkan orang-orang tajir di dunia memang menyarankan agar kamu menyiapkan beberapa hal seperti investasi, asuransi, dana pensiun dan lainnya sejak dini. Tujuannya adalah demi masa depan yang lebih baik.

Lalu, gimana kalau di usia 30 tahun tapi baru mau mulai? Apakah sudah terlambat? Berbagai pertanyaan pun langsung berkecamuk di kepala yang akhirnya mengurungkan niat mereka untuk mulai memperbaiki keuangan.

Ingat, gak ada kata terlambat kok. Jadi, jangan putus asa dulu kalau di usia 30 atau bahkan 40 baru akan memulai untuk dapat mengatur keuangan lebih bijak. Tenang, ada beberapa hal kok yang bisa kamu lakukan, seperti:

  • Melunasi semua utang.
  • Menerapkan gaya hidup sehat yang dapat mengurangi pengeluaran medis kamu.
  • Meningkatkan besaran investasi dan dana pensiun setiap bulan.

4. Menunda bikin rencana keuangan

Mitos keuangan
Menunda bikin rencana keuangan (Shutterstock)

Perlu diketahui kalau membuat rencana keuangan itu penting banget lho demi mencapai kebebasan finansial. Sayangnya, banyak orang yang menunda membuatnya dengan alasan, tanpa perlu rancangan apapun, nanti juga kondisi keuangan bisa membaik.

Lah, logikanya. Bagaimana kondisi keuangan bisa membaik kalau kamu aja gak tahu apa yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. Karena itu, disitulah dibutuhkan rencana keuangan. Pasalnya, tujuan dari merencanakan keuangan itu adalah mengubah kondisi keuangan yang buruk menjadi baik.

Jadi, semakin cepat merencanakan keuangan, semakin cepat pula target-target finansial terwujud. Dengan begitu, hidup mapan bukan lagi sekadar angan-angan semata.

Baca juga: Sebelum Menggunakan Cicilan Kredit dari Lembaga Pembiayaan, Perhatikan Dulu Hal Ini

5. Hanya orang kaya yang bisa investasi

Mitos keuangan
Hanya orang kaya yang bisa investasi (Shutterstock)

Banyak sekali orang yang masih enggan terjun ke investasi karena beranggapan kalau investasi itu hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang berduit aja.

Padahal, itu salah satu mitos keuangan yang sangat salah lho. Kini udah banyak sekali instrumen investasi yang menawarkan modal kecil dan bahkan para mahasiswa yang belum memiliki penghasilan pun sudah bisa memiliki investasi.

Gak perlu repot-repot, kamu bisa memiliki investasi reksa dana yang bisa dimulai dengan modal Rp 100 ribu tapi bisa kasih kamu untung hingga jutaan rupiah.

Enaknya lagi, kamu juga gak perlu mantengin harga pasar seperti layaknya investasi saham. Kamu hanya perlu duduk manis di rumah sembari menunggu, uangmu terus beranak pinak karena uang yang kamu keluarkan akan dikelola langsung oleh manajer investasi yang memang sudah ahli di bidangnya.

Itu dia lima mitos keuangan yang sudah ketinggalan zaman dan harus segera ditinggalkan demi mencapai kebebasan finansial dan masa depan yang lebih baik. (Editor: Winda Destiana Putri).

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan