5 Sikap Pendiri Matahari Hari Darmawan yang Patut Kamu Tiru

Pendiri Matahari

Meski sudah tiada, pendiri Matahari Department Store, Hari Darmawan, cukup dikenal sebagai sosok inspiratif bagi banyak orang, terlepas dari pelaku bisnis atau karyawan. Kita pun bisa meniru lima sikap atau kebiasaan beliau jika kita ingin sukses di kemudian hari.

Menurut pemberitaan di sejumlah media, tepat pada Sabtu 10 Maret 2018, pendiri Matahari Department Store Hari Darmawan ditemukan tewas di Sungai Ciliwung. Menurut dugaan sementara, Hari terpeleset jatuh saat berada di villanya yang terletak di Cilember. Tubuhnya pun terbawa oleh aliran Sungai Ciliwung yang deras.

Jenazah sang entrepreneur sejati itu akhirnya ditemukan oleh warga sekitar dalam keadaan tengkurap  di batu kali. Sontak, pemberitaan di media massa pun dipenuhi oleh berita kematian pria berusia 77 tahun itu.

Keesokan harinya, ucapan belasungkawa bermunculan dari banyak orang termasuk di antaranya adalah James Riady. CEO Lippo Group itu mendeskripsikan Hari sebagai seorang entrepreneur yang baik, yang sukses membangun sebuah raksasa bisnis.

Mungkin sebagian besar dari kita belum kenal siapa pak Hari ini. Pastinya dia adalah orang dengan lima sikap luar biasa ini. Mau tahu apa saja? Yuk baca ulasannya.

1. Berani

pendiri matahari
Hari Darmawan (Brilio)

Sebelum jadi pendiri Matahari dan pelopor ritel modern di Indonesia, dia adalah seorang perantauan lulusan SMA dari Kota Makasar yang mengadu nasib ke Jakarta. Dia memulai bisnis pertamanya usai menikahi Anna Jati dengan membeli Toserba Mickey Mouse milik mertua.

Konon kabarnya, dia membeli toko itu dengan modal Rp 1 juta dicicil. Berani banget kan? Baru aja nikah sudah nekat berbisnis dengan membeli toko.

Apa yang dijual di Mickey Mouse? Ternyata dia menjual pakaian impor dengan label MM Fashion.

Ketika Toko Mickey Mouse itu sudah balik modal, maka dia memutuskan untuk melebarkan sayap dengan membeli toko bernama De Zion di Pasar Baru. Pemilik De Zion pada saat itu sedang kekurangan dana, namun Hari malah membeli toko itu dan mengubahnya jadi Toko Matahari.

Lambat laun, usaha ini pun berkembang dan pada 1972 Hari berhasil mengembangkan toko dengan konsep department store pertama di Indonesia. Mulai sejak itulah Matahari jadi terkenal.

Mungkin saat ini ritel seperti Matahari itu sendiri mulai terlihat berguguran dengan penutupan gerai. Tapi di tahun 1990, nyaris gak ada pesaing yang sanggup menandingi Matahari.

[Baca: Kerja di Perusahaan Ritel? Saatnya Update CV Sekarang Juga]

Bayangin deh, berawal dari sebuah niat yang berani. Dia akhirnya menciptakan sebuah department store yang besar. Salut deh sama pak Hari Darmawan.

Usai Hari menjual sejumlah sahamnya di Matahari pada 1992 silam, dia berhasil mendapat Rp 400 miliar untuk membuka 1.000 gerai baru. Hari pun menjalin kemitraan dengan Leisure & Allied Industries di Australia untuk mendirikan Timezone pada 1994.

2. Hidup kaya raya tapi tinggal di rumah kecil

Walaupun Matahari sudah diakuisisi oleh Lippo, Hari tetaplah orang tajir. Namun meski dia hidup bergelimangan harta, dia tetap tinggal di rumah kecil. Dia pun mengaku punya rumah besar tapi ya nyatanya dia gak mau tinggal di sana.

Mengapa demikian? Karena di rumah kecilnya itu dia bisa menikmati keindahan alam. Dan dia sudah hidup bertahun-tahun di sana.

“Saya pikir, yang ada tempat tidur yang baik. Ada udara yang baik, dan suasana yang bikin saya senang,” ujar Hari, seperti dikutip Tribunnews.

Kelihatannya dalam urusan tempat tinggal ini, Hari gak jauh beda sama Warren Buffett ya. Buffett juga menempati rumah yang sudah dia beli bertahun-tahun. Padahal bisa aja sih dia beli rumah semahal rumah Pangeran Arab.

[Baca: Rumah 7 Orang Terkaya di Dunia Ini Masih Kalah Mahal dari Pangeran Arab]

3. Suka menolong orang

pendiri matahari
Jiwa sosialnya memang patut diacungi jempol (CNBC)

Sikap pendiri Matahari yang ketiga adalah suka menolong orang sekaligus dermawan sesuai dengan namanya, Hari Darmawan. Sebagai seorang bos besar, dia adalah sosok yang sering membantu orang lain.

Pada tahun 2000an, Hari seringkali mengadakan acara bagi sembako ke warga Puncak. Kegiatan ini umumnya dilakukan menjelang Idul Fitri.

Tau gak sih, dialah yang mendirikan Taman Wisata Matahari di Cisarua, Bogor. Tempat rekreasi yang dibangun pada 2007 itu benar-benar dibangun tanpa jasa konsultan atau kontraktor.

Hari melibatkan masyarakat sekitar di sana untuk membangun sendiri taman bermain ini. Alasannya sederhana, selain untuk menekan biaya, tindakan ini jelas bisa membangun roda perekonomian masyarakat setempat.

Pastinya banyak warga setempat yang akhirnya dipekerjakan di Taman Wisata Matahari. Dan gak sedikit juga yang membuka warung-warung di sana.

4. Gak pelit soal ilmu

Kepergian Hari Darmawan juga meninggalkan kesedihan bagi kolega-koleganya di Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Menurut Wakil Ketua Aprindo, Tutum Rahanta, Hari Darmawan memiliki pribadi yang cerdas, sangat baik, dan gak pelit soal berbagi ilmu.

Hari dikabarkan sering berbagi ilmu ke pesaingnya sekalipun. Jika dia mendapatkan suatu ide atau pemikiran baru dalam bisnis, maka dia gak sungkan untuk menceritakannya kolega-koleganya. Dan Hari juga merupakan orang yang terbuka.

Pria keturunan Tionghoa ini juga pernah menjabat sebagai Ketua Aprindo tahun 2001 hingga 2004. Tentunya dia pasti banyak sharing soal ilmu-ilmu bermanfaat buat menjalankan bisnis ritel ini.

[Baca: 5 Pengusaha Sukses Keturunan Tionghoa Ini Memulai Usaha dari Nol]

5. Dipandang layaknya bos yang sempurna

pendiri matahari
Semua orang mungkin bahagia kalau punya bos seperti pak Hari ini (Detik)

Menduduki posisi penting di perusahaan besar, tampaknya gak lantas membuat Hari menjadi jumawa. Menurut salah seorang karyawannya, Hari adalah seorang yang sangat sempurna sebagai seorang bos.

Sama siapapun dia pasti negor termasuk dengan petugas keamanan kantor. Senior Marketing and Creative Manager Taman Wisata Matahari, Ilham Fadjriansyah, juga membenarkan hal itu. Dia menyebut Hari sebagai seorang bos yang rendah hati, dan “sangat Indonesia.”

Satu hal yang pernah dikatakan olehnya kepada Ilham adalah, “cari keuntungan sebanyak-banyaknya, tapi ambil secukupnya. Sisanya untuk masyarakat,”

Terlihat banget dong kalau dia adalah figur yang sangat memperdulikan banyak orang. Dan pastinya gak mikirin dirinya sendiri.

Itulah lima sikap Hari Darmawan, sang pendiri Matahari Department Store. Gak heran kalau kepergian pak Hari memang menyisakan duka mendalam buat banyak orang.

Dengan meniru kebiasaan baik Hari Darmawan, maka peluangmu untuk sukses di masa depan juga terbuka lebar. Selain itu, kamu juga bisa jadi sosok inspiratif yang disukai banyak orang seperti beliau.

 

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560