Bisnis Hewan Kurban Lagi Menarik Buat Dilirik, Gini Cara Memulainya

3 menit
hewan kurban
[ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/aww/18.]

Bisnis hewan kurban emang menjanjikan, apalagi menjelang Idul Adha seperti sekarang. Walaupun tergolong sebagai bisnis musiman, keuntungan yang bisa diraup pedagang hewan-hewan ini gak bisa dibilang sedikit.

Bayangin aja deh, sapi aja harganya Rp 17 hingga Rp 30 jutaan. Sementera kambing udah Rp 3 jutaan. Untung dari bisnis ini tentu bisa ratusan juta.

Tapi meski untungnya berlipat, tentu aja risikonya juga cukup besar. Oleh karena itu, para pebisnis hewan kurban pemula harus paham risikonya.

Buat kamu yang tertarik menjalankan bisnis ini, ada lima hal yang harus dipahami terlebih dulu. Lima hal ini gak termasuk kesehatan hewan dan nilai-nilai yang tersemat di Idul Adha ya. Kita anggap buat itu kamu semua udah paham.

Biar lebih jelasnya, mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

1. Modal bisnis hewan kurban ratusan juta Rupiah

hewan kurban
Modalnya gede lho (Liputan6)

Tergiur dengan keuntungannya yang besar? Modalnya juga besar lho. Bisa ratusan juta.

Salah seorang pengusaha hewan kurban di Jakarta Barat pernah bilang kalau dirinya harus keluar Rp 650 juta buat modal bisnis ini. Dia harus beli sapi 20 ekor dan kambing 100 ekor. Hewan-hewan itu didatangkan langsung dari Sulawesi.

Kenapa bisa ratusan juta? Ya jelas karena selain beli hewan, kamu juga harus menanggung biaya pengirimannya. Sama aja seperti belanja di online shop, pasti ada ongkirnya, kan?

2. Jangan titip jual hewan

Jangan terbuai janji orang lain yang berniat membantumu dalam urusan jual hewan kurban. Apalagi kalau gak kenal atau bukan teman dekat.

Mengapa demikian? Karena hal itu cukup berisiko. Bisa jadi mereka malah menaikkan harga sesuai harga di pasaran.

Kalau kejadiannya seperti itu, boro-boro daganganmu laris, yang ada malah orang-orang jadi makin males beli hewan kurban di tempatmu.

3. Hati-hati kalau beli dari tengkulak

hewan kurban
Pelajari caranya dulu baru bisnisnya (Merdeka)

Gak sedikit pedagang hewan kurban yang membeli hewan di tengkulak  buat dijual ke masyarakat menjelang Idul Adha. Para tengkulak atau pengepul emang kadang bisa menguntungkan karena mereka bisa dapat hewan dalam waktu cepat.

Tapi, kamu yang bertindak sebagai pedagang tetap harus hati-hati. Pasalnya, bisa-bisa hewan yang kamu beli gak sehat.

Gak sedikit informasi yang beredar bahwa para tengkulak seringkali menjajakan hewan yang kelihatannya sehat, padahal malah sebaliknya. Dalam hitungan hari, pedagang baru sadar bahwa hewan yang dia beli penyakitan.

4. Perhatikan usia hewan kurban

Soal usia juga jangan sampai diabaikan ya. Hal ini tentu erat banget dengan ajaran Islam. Buat kambing dan sapi, syaratnya gak boleh lebih muda dari 18 bulan.

Kalau udah dua tahun, maka usia tersebut dibilang sempurna. Lebih sempurna lagi kalau udah tiga tahun sih.

5. Pilih lokasi pinggir jalan, tapi…

hewan kurban
Sapi kurban (Tribunnews)

Tanpa lokasi yang strategis, mustahil hewan-hewan kurban yang kamu jual bisa laris. Lha wong dilihat orang aja pasti susah kan.

Pilih aja lokasi di pinggir jalan, semua orang yang lewat pasti bisa lihat. Tapi bukan asal pinggir jalan juga.

Pilih lokasi yang jauh dari rumah makan. Soalnya kalau berdekatan bau hewan-hewan itu bisa mengganggu pengunjung. Yang ada nanti tempat dagangan kamu sepi karena dianggap menyebalkan.

Pastikan juga jangan terlalu mepet dari jalan utama biar gak mengganggu lalu lintas.

Itulah lima tips jitu buat kamu yang pengin bisnis musiman seperti ini.

Apakah kamu tertarik  buat menjalankan bisnis hewan kurban? Jika emang paham, siap, dan emang punya modal, kenapa gak?

 

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.