Sayang Anak, Ini 6 Asuransi Pendidikan Terbaik dan Keuntungannya

6 menit
Orangtua tengah menyiapkan suransi pendidikan anaknya (Shutterstock)

Sama halnya dengan asuransi kesehatan, asuransi pendidikan juga penting untuk kamu persiapkan, khususnya bagi yang sudah memiliki anak. Setiap tahunnya, biaya pendidikan pasti selalu naik, sementara pendapatan bisa saja terhenti suatu waktu karena hal yang gak diinginkan. Dalam keadaan seperti ini, jangan sampai pendidikan anak dikorbankan.

Tapi, masih banyak orangtua yang belum mau menggunakan asuransi ini. Mungkin mereka berpikiran mengeluarkan uang tambahan untuk investasi pendidikan anak gak terlalu penting, karena pemerintah sendiri telah mensubsidi pendidikan. Ada juga yang terkendala karena preminya yang dinilai terlalu mahal.

Padahal, biaya pendidikan itu gak cuma soal iuran bulanan atau biaya gedung. Ada juga pengeluaran lainnya yang harus ditanggung seperti biaya buku, seragam, dan biaya lainnya. Oleh karenanya, penting untuk memiliki asuransi pendidikan demi menjamin masa depannya hingga perguruan tinggi.

Baca juga: Sebelum Menggunakan Cicilan Kredit dari Lembaga Pembiayaan, Perhatikan Dulu Hal Ini

Keuntungan yang akan di dapatkan

Keuntungan memiliki asuransi pendidikan
Keuntungan memiliki asuransi ini (Shutterstock).

Seperti diketahui, biaya pendidikan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kalau anak kamu bersekolah di negeri sih enak biaya pendidikannya sebagian disubsidi oleh pemerintah. Tapi bagaimana kalau sekolahnya di swasta? Tentu butuh bujet yang banyak untuk memenuhinya.

Dikutip dari Kompas.com, inflasi di sektor pendidikan cukup tinggi, sekitar 15 persen. Inilah yang menyebabkan mengapa biaya pendidikan selalu menanjak. Sebagai orangtua pekerja, tentu hal itu bukan masalah, karena saat menentukan sekolah yang diinginkan, kita pasti menyesuaikan dengan pendapatan.

Jadi kesanggupan untuk membayar keperluan dan bulanan anak bukanlah perkara besar. Namun, jangan sesekali menyepelekan risiko, bagaimana jika ada sesuatu yang gak diinginkan, misalnya, orang tua meninggal, kecelakaan hingga cacat, atau pensiun di saat anak masih bersekolah. Nah inilah gunanya asuransi pendidikan.

Asuransi pendidikan akan menjamin dana pendidikan anak nantinya. Misalnya ada hal-hal yang gak diinginkan yang membuat orangtua sulit membiayai kebutuhan buah hati, asuransi akan siap menambal tanggungan tersebut, bahkan sampai perguruan tinggi. Orangtua jadi bisa lebih fokus untuk mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan penting lainnya.

Selain itu, asuransi juga dapat memberikan rasa tenang bagi orangtua. Pikiran kemungkinan-kemungkinan terburuk tentang masa depan pendidikan anak pun akan sirna.

Baca juga: Hati-Hati! 5 Kata Sepele Ini Bisa Menghambat Karier Kamu Lho!

Jenisnya cukup banyak

Jenis asuransi pendidikan
Jenisnya beragam (Shutterstock).

Di Indonesia, asuransi pendidikan ternyata memiliki dua jenis, yaitu dwiguna dan unit link. Keduanya memiliki perbedaan, walaupun tujuannya sama-sama untuk memberikan kepastian masa depan. Dwiguna lebih berfokus pada tabungan dan jaminan di masa depan, sementara unit link juga memberikan kesempatan nasabah untuk berinvestasi.

1. Dwiguna

Asuransi pendidikan ini yang pasti akan memberikan perlindungan di masa depan, juga disertakan tabungan di dalamnya. Asuransi akan menjamin biaya pendidikan anak bila nantinya orangtua tidak dapat lagi mencari nafkah karena meninggal dunia, atau cacat total.

Manfaatnya satu lagi adalah sang anak akan mendapatkan uang tabungan yang dapat dicairkan dalam jangka waktu tertentu. Besaran jumlahnya sesuai dengan kontrak yang telah disepakati antara nasabah dengan penyedia asuransi. Kalau diibaratkan, manfaat yang satu ini lebih mirip dengan tabungan berjangka.  

2. Unit link

Asuransi jenis ini merupakan gabungan dari layanan asuransi dan juga investasi. Artinya premi yang orangtua bayarkan setiap bulannya, gak cuma untuk masa depan pendidikan anak, tetapi juga akan dikelola untuk produk investasi seperti reksa dana. Keuntungan dari investasi akan dibagikan beriringan dengan tahap anak sekolah, misalnya saat akan masuk SD, SMP, atau SMA. Asuransi pendidikan ini jelas menguntungkan bagi orangtua yang ogah ribet mengurus investasi dan asuransi. Dengan satu kali membayar premi per bulannya, dua keuntungan tersebut sudah bisa didapatkan.

Tips memilih asuransi yang tepat

Manfaat asuransi pendidikan
Begini tipsnya memilih asuransi yang benar (Shutterstock).

Ketika sudah memiliki kemantapan hati untuk membuka asuransi pendidikan bagi buah hati, ada lagi satu hal yang dipusingkan para orangtua, yaitu memilih provider asuransi.

Bagaimana gak bingung, banyak sekali penyedia layanan asuransi di Indonesia. Masing-masing dari mereka tentu memiliki keuntungan dan kekurangan masing-masing. Pertimbangan yang matang sangat diperlukan agar tidak kecewa di kemudian hari. Berikut ini tips memilih provider yang tepat

Baca juga: Hindari Risiko Tinggi, Ini 5 Cara Jitu Pilih Reksa Dana Terbaik

1. Berpengalaman

Perhatikan track record provider, cek kredibilitasnya di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kalian juga bisa mencari di internet dan berita-berita yang menyangkut provider tersebut. Misalnya banyak pemberitaan buruk, lebih baik dihindarkan. Karena namanya asuransi adalah investasi jangka panjang, jadi jangan sampai menyesal nantinya.

2. Terdaftar

Jangan sampai kamu tertipu dengan agen atau provider asuransi bodong. Cara mengeceknya adalah pastikan mereka memiliki kartu Asosiasi Asuransi Umum Indonesia.

3. Informasi jelas

Pastikan bawah provider tersebut memberikan penjelasan yang detail tentang produk asuransi pendidikan mereka. Mulai dari mekanisme pembayaran premi, denda, biaya pertanggungan, dan besaran biaya akuisisi.

6 Asuransi pendidikan anak terbaik

Asuransi pendidikan terbaik
Memilih asuransi terbaik (Shutterstock).

Pemilihan asuransi pendidikan memang bukan hal yang mudah. Karena semua ini berkaitan dengan masa depan anak. Sebagai orangtua, keputusan sepenuhnya berada di tanganmu. Pemilihan juga tentu disesuaikan dengan kemampuan finansial dan kebutuhan keluarga. Di Indonesia sendiri banyak provider terbaik yang menyediakan layanan ini. Apa saja?

1. Asuransi pendidikan Manulife

Salah satu produk yang ditawarkan Manulife adalah Manulife Education Protector. Asuransi pendidikan ini jenisnya unit link. Artinya, kalian gak cuman memastikan masa depan anak saja, tetapi juga berinvestasi di produk-produk investasi Manulife, seperti Manulife Dana Pasar Uang, Manulife Dana Ekuitas, Manulife Dana Ekuitas Syariah, dan masih banyak lagi.

Pemegang produk asuransi ini bisa melalui orangtua atau anak. Syaratnya, kalau orangtua, usia minimal adalah 18 tahun dan maksimal 50 tahun. Sementara untuk anak minimal 30 hari maksimal 10 tahun. Masa pertanggungannya berlaku hingga tertanggung berusia 70 tahun. Masa pembayaran preminya fleksibel bisa 5 tahun dan 10 tahun disesuaikan dengan rencana pendidikan dan usia masuk anak.

Manulife ternyata juga menyediakan asuransi pendidikan jenis dwiguna. Produk asuransi tersebut adalah ProGraduate. Program ini memberikan manfaat pembayaran tunai sebagai dana pendidikan yang dibayarkan pada usia 18-23 tahun dan memberikan perlindungan jiwa kepada orangtua sebagai pihak tertanggung. Dengan metode pembayaran premi yang fleksibel,  bisa tahunan, semesteran, kuartalan, atau bulanan.

Untuk mengetahui informasi lengkap tentang produk asuransi Manulife, bisa dicek ke website resminya di www.manulife-indonesia.com

2. Asuransi pendidikan BCA

Dikutip dari Kompas.com, BCA baru saja mengeluarkan produk asuransi pendidikan bernama Proteksi Edukasi Maksima (EduPlan). Produk ini merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan asuransi asal Hong Kong.

Dikutip dari website resminya, EduPlan merupakan produk asuransi dwiguna yang dapat membantu para orang tua mempersiapkan kebutuhan dana pendidikan sang buah hati. Pembayaran premi bisa dilakukan 3, 10, hingga 15 tahun. Manfaat pendidikan yang dijamin sebesar 200 persen dari uang pertanggungan ketika anak berusia 18 sampai 21 tahun.

Keuntungannya yang didapat selain itu adalah berkesempatan untuk mendapatkan bonus tahunan dan bonus akhir polis.

3. Asuransi pendidikan BRI

Asuransi pendidikan BRI bekerja sama dengan Sequis yang siap memberikan jaminan dana pendidikan dan keselamatan jiwa. Dikutip dari website resminya Sequis, pihak tertanggung cukup membayar premi selama 8 tahun dan dapat menikmati asuransi hingga 18 tahun. Apabila tertanggung mengalami kematian dan kecelakaan maka ia akan mendapatkan uang sebesar 150 persen dari uang pertanggungan. Sementara dana pendidikan yang didapat sebesar 150 persen dari uang pertanggungan.

4. Asuransi pendidikan Mandiri

Mandiri Sejahtera Cerdas merupakan salah satu produk asuransi andalan mereka. Sama seperti produk asuransi pendidikan lainnya, penentuan premi dan uang pertanggungannya juga fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan.

Keunggulannya adalah adanya pemberian loyalti bonus sebesar 1,5 persen di akhir tahun kelima. Hingga pilihan dana investasi yang beragam sesuai dengan profil risiko yang diinginkan. Jadi gak cuman menjaga kebutuhan masa depan pendidikan anak, tetapi sebagai orangtua juga bisa sekalian investasi.

Syaratnya untuk menjadi nasabah ini, pihak tertanggung harus berusia 17 tahun sampai 59 tahun dan anaknya harus berusia 0 sampai 15 tahun. Minimum preminya adalah Rp 2.500.000 per tahun.

5. Asuransi pendidikan BNI

Mereka memiliki produk Solusi Pintar untuk asuransi pendidikannya. Dana pendidikannya diberikan bertahap mulai dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Besarannya SD 20 persen dari uang pertanggungan, SMP 30 persen, SMA 40 persen, dan perguruan tinggi 100 persen. Jumlah uang pertanggungannya disepakati antara nasabah dengan BNI.

Masa pembayaran preminya berkisar 9 tahun sampai 17 tahun. Maksimum sampai pihak tertanggung berusia 65 tahun.

6. Asuransi pendidikan Prudential

PRUlink edu protection merupakan asuransi andalan dari Prudential. Dikutip dari website resminya, mereka minimum preminya Rp 500.000 per bulan. Asuransi tersebut bisa memberikan perlindungan untuk orang tua dan anak sekaligus dalam satu polis. Keuntungannya pun bisa didapatkan sampai anak berusia 18 sampai 25 tahun.

Masa perlindungannya adalah sampai pihak tertanggung meninggal dunia dengan batas usia 99 tahun dan cacat total sebelum berusia 70 tahun. Untuk lebih detil bisa mengecek langsung ke websitenya di www.prudential.co.id  

Itu tadi 6 agen atau provider asuransi pendidikan yang bisa kalian pilih. Mulai sekarang coba pertimbangkan matang-matang apakah perlu atau tidak program ini untuk kamu ikuti, karena ini bergantung dengan masa depan anak kamu ke depannya. Kalau dirasa kamu perlu, jangan ragu-ragu untuk mendaftarkan buah hati.

Tapi ingat, jangan sampai salah memilih agen asuransi pendidikan. Periksalah dengan jeli informasi dan keuntungan yang mereka tawarkan. Pastikan track recordnya jangan sampai tertipu asuransi bodong. (Editor: Winda Destiana Putri).

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.