Nih 7 Biaya Rumah Sakit yang Perlu Diwaspadai Kalau Gak Pengin Kantong Jebol

5 menit

Biaya rumah sakit yang gak ramah di kantong kadang jadi pertimbangan orang untuk berobat. Berobat ke rumah sakit itu emang gak enak. Apalagi kalau sampai dirawat.

Dengan berat hati, semua kegiatan mesti disetop dulu. Lebih gak enaknya lagi nih, ketika mau bayar. Mata bisa-bisa terbelalak lihat biaya-biaya rumah sakit yang sedemikian mahalnya.

Untungnya, ada program jaminan sosial BPJS Kesehatan. Setidaknya, biaya-biaya yang mahalnya lebih dari harga emas satu gram ini bisa diminimalkan seminim-minimnya. Malah bisa benar-benar gratis kalau ditambah dengan klaim asuransi kesehatan.

Wajar aja, sampai ada yang bertanya kenapa biaya rumah sakit begitu mahal. Sebenarnya, persepsi orang-orang yang menganggap berobat di rumah sakit lebih baik ketimbang di puskesmas lah yang mendorong terciptanya peluang komersialisasi layanan rumah sakit.

Ha, maksudnya gimana? Singkatnya, layanan rumah sakit itu gak ubahnya ladang duit buat cari keuntungan sebanyak-banyaknya. Makanya ada pemeo orang miskin dilarang sakit.

Ngeselin banget kan. Padahal, kita tahunya layanan rumah sakit itu mestinya mendahulukan kemanusiaan bukannya uang. Benar, kan?

Sekadar pengingat sekaligus buat mengantisipasi, ada baiknya kamu perlu tahu biaya-biaya rumah sakit yang bisa bikin tekor. Siapa tahu kan dengan tahu informasi tersebut, kamu bisa planning mengalokasikan simpanan khusus buat berobat atau ambil asuransi tambahan selain BPJS.

Apa aja biayanya? Yuk simak ulasannya.

1. Kemoterapi: Rp 2 juta

Biaya rumah sakit
Kemoterapi (wikimedia)

Orang yang divonis mengidap kanker emang menderita banget. Udah menahan rasa sakit yang kadang-kadang timbul, mereka juga harus menanggung biaya yang gak kecil nilainya.

Salah satunya adalah biaya kemoterapi. Dalam pengobatan kanker, kemoterapi ini diperlukan banget. Sebab kemoterapi ini berfungsi memperlambat hingga menghancurkan sel-sel kanker yang bersarang di tubuh.

Dan kamu tahu gak? Kemoterapi ini gak cukup dilakukan 1 atau 2 kali, melainkan bisa 4 sampai 12 kali. Inilah yang membebani keuangan penderita kanker. Soalnya, biaya kemoterapi ini dikenal mahal.

Buat satu kali kemoterapi aja, pasien dikenakan biaya mulai dari Rp 2 juta. Coba dihitung misalnya sampai 12 kali. Pasien mesti menyediakan dana sekitar Rp 24 juta.

2. Cuci darah: Rp 1 juta

biaya rumah sakit
Cuci darah (medicalnewstoday)

Biasanya pengobatan ini dijalani orang-orang yang sakit ginjal. Cuci darah diperlukan karena ginjal yang terganggu udah gak bisa lagi membersihkan zat-zat buangan dalam darah. Karena itu, supaya tubuh terhindar dari keracunan, penderita gagal ginjal harus menjalani cuci darah.

Sama seperti kemoterapi, cuci darah gak cukup 1 atau 2 kali dijalani lalu selesai. Tapi, dalam satu minggu aja, seorang pasian bisa menjalani 3 kali cuci darah. Malahan, selagi masih ada dana, cuci darah ini bisa berlangsung seumur hidup.

Mahalnya pun mirip-mirip kemoterapi. Satu kali cuci darah bisa dikenakan biaya mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Bayangkan, dalam sebulan, biaya yang dikeluarkan bisa lebih dari Rp 12 juta.

3. Tes darah: Rp 1 juta

biaya rumah sakit
Tes darah (wikimedia)

Pernah kena tipes? Salah satu prosedur yang kamu jalani di rumah sakit adalah tes darah. Ini diperlukan buat mendiagnosis sakit penyakit. Begitu keluar hasilnya, dokter dapat mengambil kesimpulan penyakit apa yang kamu idap.

Tes darah sendiri terbagi ke beberapa macam uji darah, yaitu pemeriksaan darah lengkap, uji protein C, uji tingkat sedimentasi eritrosit, tes elektrolit, tes kadar gula, tes koagulasi, tes fungsi tiroid, dan tes ELISA.

Walau masih kalah mahal dengan kemoterapi dan cuci darah, biaya tes darah ini boleh dibilang cukup besar. Ambil contoh saja pemeriksaan darah lengkap. Biaya buat tes darah yang satu ini bisa mencapai Rp 1 jutaan.

4. CT scan: Rp 1 juta

biaya rumah sakit
CT scan (wikipedia)

Pemeriksaan yang satu ini bakal diminta buat memastikan seperti apa kelainan yang ada dalam tubuh. Misalnya saja melihat kelainan pada otot atau tulang, hingga mencari tahu lokasi dan memantau keberadaan tumor.

Seringkali, CT scan digunakan untuk memindai bagian-bagian vital di tubuh seperti kepala, paru-paru, jantung, rongga perut, serta panggul.

Dibandingkan dengan rontgen, hasil dari computerized tomography atau CT scan lebih cepat keluar. Gak heran, kalau situasinya mendesak banget, dokter langsung merekomendasikan pemeriksaan ini.

Nah, buat biayanya, satu kali CT scan dihargai mulai dari Rp 1 jutaan hingga Rp 3 jutaan.

5. Rontgen: Rp 200 ribu

biaya rumah sakit
Rontgen (wikimedia)

Pemeriksaan ini pasti udah sering kamu dengar. Rontgen cenderung dilakukan orang-orang yang sakit paru-paru. Selain merekam bagian rongga dada, rontgen sebenarnya juga bisa buat merekam tulang, sendi, perut, leher hingga saluran pencernaan.

Dengan memanfaatkan sinar-X atau X-ray, bagian-bagian dalam tubuh bisa terekam di atas lembaran film. Nantinya dari rekaman di atas film tersebut, dokter bakal menyimpulkan apa sakit atau penyakitnya.

Saat ini, biaya rontgen tidak tergolong murah. Satu kali rontgen, pasien dikenakan biaya mulai dari Rp 200 ribuan hingga Rp 400 ribuan.

6. Operasi Caesar: Rp 11 juta

biaya rumah sakit
Operasi caesar (mentalfloss)

Operasi yang satu ini umumnya dilakukan wanita yang bakal melahirkan. Biasanya dokter merekomendasikan seseorang untuk menjalani operasi caesar jika persalinan gak bisa dilakukan secara normal. Langkah ini juga diambil demi menjamin keselamatan ibu dan anak.

Sama seperti operasi yang lain, ada tindakan pembedahan dalam operasi caesar. Bagian yang dibedah yaitu di sekitar perut dan rahim.

Buat ibu hamil yang gak bisa melahirkan secara normal, penting banget nih buat tahu biaya operasi caesar agar bisa direncanakan nantinya. Soalnya biayanya terbilang besar lho. Di rumah sakit swasta, harganya dibuka mulai dari Rp 11 juta hingga Rp 50 juta.

7. Rawat Inap: Rp 250 ribu

biaya rumah sakit
Kamar rumah sakit (wikimedia)

Siapa pun tahu tindakan ini butuh dana yang gak sedikit. Rawat inap biasanya ditujukan buat kondisi gawat darurat atau kondisi yang emang perlu dipantau langsung oleh rumah sakit.

Misalnya aja pasien demam berdarah. Karena memerlukan infus, si pasien harus di bawah pengawasan langsung rumah sakit. Sebab pemasangan dan penggantian infus yang diberikan ke pasien gak bisa dilakukan sembarangan.

Nah, bicara soal biaya rawat inap ini, tiap-tiap rumah sakit punya harganya sendiri-sendiri. Terus besarannya tergantung dari kelas kamarnya. Paling murah kelas III, sedangkan yang paling mahal kelas VIP.

Di Jakarta, besaran biaya rawat inap bervariasi. Sebagai contoh, di Rumah Sakit Jakarta, biaya rawat inap buat kamar kelas III sekitar Rp 250 ribu. Sementara biaya kamar VIP sekitar Rp 1,42 juta.

Jadi, udah tahu kan sekarang biaya-biaya rumah sakit mana aja yang mahal? Dari sini kita paham betapa pentingnya memiliki tabungan atau dana darurat.

Ngeri kan seandainya kamu harus ngutang supaya bisa sembuh. Terus setelah sembuh, malah mikir dan kerja lebih keras buat bayar utang.

Walau punya BPJS Kesehatan udah cukup, gak ada salahnya ambil asuransi juga kalau masih ada uang lebih buat dialokasikan. Jangan cuma asuransi kesehatan ya, asuransi jiwa juga penting, khusus buat yang udah berkeluarga.

Hitung-hitung kalau gak mau ribet dengan prosedur BPJS, kamu dapat manfaatkan asuransi kesehatan. Benar begitu, bukan?

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!