7 Cara Cerdas Biar Kopling Mobil Lebih Awet

4 menit
kopling mobil

“Belum sampai 50 ribu kilometer tapi kok kampas kopling mobil saya udah mesti ganti sih? Berasa nyetir mobil balap,” tanya Rio pada salah seorang mekanik bengkel.

Sang mekanik langsung membongkar ban mobil milik Rio. Setelah itu dia mengatakan pada Rio, “ya penyebabnya macam-macam sih bos, bisa jadi bos kasar nih pas nyetir.”

Emang, kampas kopling mobil yang cepat habis sering disebabkan karena kebiasaan buruk dalam mengemudi. Hal ini lebih sering dialami oleh pemilik mobil manual.

Ketika ngoper gigi, tentu kamu harus menginjak kopling dong. Nah, ketika transmisi belum benar-benar berpindah, bisa jadi kamu udah mengangkat pedal kopling. Atau bisa jadi kamu sering menerapkan gaya nyetir nginjak setengah kopling saat tanjakan.

Kebiasaan-kebiasaan buruk itu emang bikin kampasmu habis sebelum mencapai usia pakai normal. Udah tahu kan berapa harga kampas kopling? Buat yang OEM atau asli ada di kisaran Rp 400 hingga Rp 500 ribuan lho. Lumayan mahal kan?

Kampas kopling yang habis juga bikin tenaga mobilmu jadi gak maskimal. Ujung-ujungnya bisa boros bensin juga.

Gak pengin kan harus keluar duit sebesar itu kalau belum waktunya? Lakukan aja tujuh hal ini biar kampas kopling mobil kamu lebih awet.

1. Jangan pernah nerjang banjir

kopling mobil
Banjir ya jangan diterjang bos (Kompas)

Komponen utama kopling mobil bisa rusak ketika kamu menerjang banjir. Ujung-ujungnya adalah kopling bakal macet.

Bila kamu terpaksa melakukan hal ini, jangan lantas parkir atau berhenti ya. Air atau lumpur yang menggenangi kopling bakal bikin komponen dan sekrup jadi lembab sehingga bakal ada proses tarik-menarik antara pelat kopling dan sekrup. Alhasil kopling jadi lengket, dan transmisi bakal sulit berpindah.

Lebih aman jangan nerobos banjir deh. Atau kalau terpaksa, ya setelah nerobos langung bawa ke bengkel buat diperiksa.

[Baca: Kena Banjir, Ini Tips Supaya Klaim Asuransi Mobil Gak Ditolak]

2. Selalu netralkan transmisi ketika di lampu merah atau tanjakan

kopling mobil
Gigi netral (Viva)

Menahan kopling dalam posisi gigi satu saat berhenti bukan hal yang baik buat dilakukan. Hal itu malah bikin kinerja kopling makin berat. Selain bikin kaki pegal, metode ini juga bisa bikin kampas kopling menipis.

Apa salahnya menetralkan transmisi biar kakimu bisa istirahat dulu? Ketika lampu hijau, baru deh masukin gigi satu dan gas.

3. Jangan menggantungkan kaki di pedal kopling saat mobil jalan

kopling mobil
Lepasin aja kakinya kalo mobil udah jalan stabil (Viva)

Akibat dari tindakan ini kurang lebih sama seperti poin kedua. Jelas banget kebiasaan ini bisa menambah gesekan di kampas yang akhirnya bisa mempercepat keausan.

Sesuai dengan rumus fisika aja guys. Ketika gesekannya berkurang, otomatis gak bakal cepat aus kan. Umur kampasnya juga bisa makin awet deh.

4. Sesuaikan kecepatan dengan ketepatan gigi

kopling mobil
Perhatiin kecepatannya ya, sesuaikan sama giginya (Viva)

Ketika berjalan dengan lambat, gunakan gigi rendah. Gitu juga sebaliknya.

Jangan biasakan gak menurunkan gigi ketika kamu berkendara dengan kecepatan rendah. Tindakan ini bisa menciptakan gesekan keras di kampas kopling. Ujung-ujungnya kampasnya cepat habis sebelum waktunya.

[Baca: 5 Alasan Mobil Manual Lebih Nguntungin Ketimbang Mobil Matic]

5. Lepas kopling mobil secara perlahan

kopling mobil
Daripada cuma ngerasain sensasi drag race, mending nyobain balap drag sekalian di sentul. Berani gak? (Otoblitz)

Lepas kopling usai mengoper transmisi dengan perlahan. Jangan dihentak atau dilepaskan mendadak.

Ketika kamu merasakan adanya hentakan, maka sebetulnya itu karena ada gesekan keras yang terjadi di kopling.

Mungkin kamu emang gak sadar dalam melakukan hal ini karena udah keseringan.

Tapi demi menghemat pengeluaran biaya perawatan, kurang-kurangi deh kebiasaan buruk ini. Emang sih, hentakan itu bakal memunculkan sensasi balap drag race. Namun gak lucu kan kalau hal itu dipraktekkan di jalan raya?

6. Jangan pernah mengemudi dengan gaya setengah kopling lagi

kopling mobil
Biasanya kalau udah macet nih pada main 1/2 kopling (Kompas)

Ketika kamu menerapkan gaya mengemudi setengah kopling terutama pada saat tanjakan biar mesin gak mati, maka kopling mobil bakal jadi seperti logam yang digerinda. Udah pasti kalau logam yang digerinda terlalu lama, permukaannya bisa kikis.

So, biar aman ya netralkan aja dan tarik rem tangan. Ketika pengin jalan, masukin gigi satu dulu, gas, dan cabut rem tangan.

7. Jangan tergoda beli kampas bekas atau pantekan

kopling mobil
Istilah pantek itu sebenarnya adalah menempel material plat kopling baru di rangka besi bekas (Otodriver)

Harga kampas bekas yang udah dipantek biasanya berkisar antara Rp 125 ribuan hingga Rp 150 ribu. Beberapa orang sih berpikir, sah-sah saja beli kampas seperti itu jika lagi kantong kering. Tapi gak ada yang bisa jamin soal daya tahannya berapa lama.

Itulah sebabnya, dianjurkan banget buat gak beli yang bekas atau rekondisi meski harganya miring.

Kalau gak mau yang asli, ya pilih aja barang aftermarket. Aftermarket bukan berarti jelek lho ya, kadang malah bisa lebih canggih daripada OEM. Asalkan produk aftermarket itu berasal dari merek ternama dan udah teruji kualitasnya.

Buat kampas rem, kamu bisa coba merek Aisin, Exedy, dan ACT. Dijamin kualitasnya oke dan awet deh. Asalkan kamu tetap bijak dalam menggunakan mobil dan gak melakukan yang tadi disebut.

[Baca: 7 Tempat Terbaik di Jakarta buat Beli Sparepart Mobil Murah]

So, masih pengin nyetir kasar lagi? Ingat lho biaya ganti kampas kopling gak murah. Daripada nyesel di kemudian hari, mending inget aja sama tujuh hal ini ya. Selamat mencoba, dan semoga kampas kopling mobilmu lebih awet.

 

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.