7 Kesalahan di Medsos yang Bikin Bisnis Online Kamu Gak Laku

bisnis online

Aktif mempromosikan bisnis online tapi dagangan tetap gak laku? Bisa jadi kamu melakukan sejumlah kesalahan fatal di media sosial lho. Kesalahan itu biasanya berkaitan sama aktivitas promosi yang kamu lakukan.

Semua promosi di medsos pasti ditujukan biar barang yang kamu jual cepat dibeli oleh para netizen. Tapi dengan adanya kesalahan ini, akun medsos toko online-mu jauh dari kata laris. Bahkan bisa aja diblokir sama mereka.

Gak pengin kan mengalami hal seperti ini? So, jangan melakukan tujuh hal ini di medsos.

1. Tag foto atau postingan massal

bisnis-online
Medsos itu berguna untuk berinteraksi dengan konsumen lho. Manfaatkan dengan bijak (Kompas)

Cara promosi yang salah ini sering terjadi di Facebook. Karena dagangan pengin laku tapi gak pengin keluar bujet buat bikin iklan, maka lebih baik posting status tapi di-tag langsung ke banyak orang, bahkan yang belum tentu kita kenal. Harapannya sih ada yang minat beli.

Jika emang yang ditag adalah orang-orang yang jadi target pasarmu ya sah-sah aja. Tapi bila yang ditag gak sesuai dengan target pasar, mereka pasti terganggu.

Kamu malah dianggap seperti nyanpah lho. Kalau hal ini kamu teruskan, bisa-bisa akun medsos bisnis online yang kamu kelola bisa diblokir.

[Baca: Memulai Bisnis Online dengan Modal Nyaris Nol? Jangan Kudet Dong!]

2. Komentar spam di foto orang

“Cek IG Kita kakaaaak…”

Kalimat ini pasti sering kamu temukan di bagian komentar foto akun Instagram. Biasanya sih cukup ramai di akun-akun selebriti yang pengikutnya (followers) banyak.

Pebisnis yang melakukan ini berharap akun Instagram mereka bakal diklik pengikut dari pemilik akun tersebut. Namun jangan salah, hal itu juga kerap mengganggu si pemilik akun karena udah pasti dia bakal terima banyak notifikasi.

Meskipun kamu berhasil menarik pengikut atau pelanggan baru, cara ini kerap dipandang sebagai cara promosi murahan. Gak nutup kemungkinan juga akunmu bakal diblokir karena dinilai mengganggu.

3. Mengaktifkan mode private di Instagram

bisnis-online
Beriklan di medsos juga lebih murah daripada di media massa. Manfaatkan saja, jangan malah asal tag dengan alasan “promosi” (Kompas)

Mungkin tujuan kamu mengaktifkan mode private adalah buat mendapat followers yang kepo dengan produk yang kamu jual. Tapi jangan salah, hal ini juga bisa jadi bumerang buat kamu.

Dengan mengaktifkan mode private, otomatis semua postinganmu cuma bisa dilihat oleh followers. So, ketika kamu menggunakan hashtag buat sebuah promosi, hal itu bakal sia-sia.

Wong yang bisa lihat cuma followers kok. Orang yang gak nge-follow akunmu jelas gak bakal bisa lihat program promonya.

4. Follow dan unfollow

Salah satu metode yang efektif buat mendapatkan pengikut adalah mengikuti akun orang lain. Kalau emang pemilik akun yang kamu ikuti gak jual mahal, ya mereka bakal mengikuti balik (follow back) akunmu juga.

Nah, gak sedikit dari akun-akun yang dimiliki sebuah brand melakukan taktik ini di awal mereka bikin akun Instagram. Setelah pengikut bertambah banyak, mereka bakal melakukan unfollow ke pengikut yang udah rela mengikutinya.

Ketika kamu melakukan unfollow, hal itu malah meninggalkan kesan yang gak baik. Mereka pun bisa melakukan unfollow-back ke akunmu lho.

[Baca: 5 Alasan Bisnis Online Cocok Dijalankan Generasi Milenial]

5. Mengundang semua teman ke grup Facebook

Bukan berarti mentang-mentang kamu punya bisnis online lalu semua temanmu di Facebook harus diundang ke grup promosi produk yang kamu jual. Grup itu beda sama page, setiap ada postingan di grup pasti seluruh membernya bakal dapat notifikasi.

Kebayang dong apa jadinya kalau kamu aktif promosi setiap hari? Yang ada notifikasi mereka penuh, padahal gak butuh sama sekali.

6. Terlalu banyak posting dalam sehari

Terlalu  update di medsos juga gak baik. Ujung-ujungnya hal ini bisa membuatmu kehabisan ide buat konten di kemudian hari.

Lakukan update secara rutin. Bila sehari cuma bisa satu kali ya gak apa-apa yang penting rutin dan ada posting. Terutama kalau ada promo. Kalau kamu punya banyak ide buat konten medsos, lakukan aja update di Instagram Story atau Facebook Story.

7. Gak membalas komentar atau message

bisnis-online
Bisnis konvensional pun kadang butuh medsos buat promosi (Kompas)

Ini adalah kesalahan fatal terakhir bagi para pemilik bisnis online yang punya medsos. Semua tentu tahu, medsos gunanya buat promosi bukan?

Ketika sebagai owner kamu aja cuek membalas komentar, pelanggan pun gak bakal terkesan dengan hal ini. Gak enak dong kalau dianggap belagu sama calon pelanggan.

Jika emang kamu sibuk mengurus hal-hal lain di luar medsos. Pekerjakan aja satu orang buat mengurus hal ini. Intinya pelanggan itu raja, jangan sampai dicuekin.

Jadi, sebagai pelaku bisnis online, pahami bahwa medsos adalah salah satu aset penting yang bisa kamu manfaatkan. Oleh karena itu, jangan memperlakukan medsos bisnismu layaknya medsos pribadi.

Selain bakal menjembatani kamu dengan para pelanggan, medsos juga bisa menunjukkan identitas brand yang kamu dirikan juga. Itu sebabnya kamu harus menghindari tujuh kesalahan dalam melakukan bisnis online di atas.

Semoga bermanfaat, semoga sukses!

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong