Kalah Luas dari Indonesia, tapi Kenapa Negara-Negara Kecil Ini Bisa Kaya?

4 menit
Qatar menjadi negara kecil namun terkaya di dunia (Shutterstock).
Qatar menjadi negara kecil namun terkaya di dunia (Shutterstock).

Di dunia ini negara-negara mana aja sih yang mendapat predikat paling kaya di dunia? China, Amerika Serikat, atau Arab Saudi? Negara-negara yang disebut tadi emang kaya. Namun, ternyata ada beberapa negara kecil yang dilabeli paling kaya lho.

Kekayaan negara-negara kecil yang bakal diulas kali ini dilihat berdasarkan rata-rata pendapatan orang atau PDB per kapita. Secara kebetulan, ada beberapa negara yang kaya karena memiliki cadangan minyak yang besar.

Gak melulu karena kekayaan alam, ada juga negara-negara kecil lainnya yang bisa bertumbuh ekonominya berkat investasi dan sistem perbankan. Dikutip dari International Monetary Fund atau IMF, berikut ini adalah negara-negara kecil yang dapat label sebagai negara terkaya.

Baca juga: Hindari Risiko Tinggi, Ini 5 Cara Jitu Pilih Reksa Dana Terbaik

1. Luksemburg, penghasilan rata-rata: Rp 133 jutaan

Negara kecil
Luksemburg, penghasilan rata-rata: Rp 133 jutaan (Shutterstock).

Luas Luksemburg cuma sekitar 2.586 kilometer persegi. Masih kalah luas dibandingkan dengan Pulau Bali.

Meskipun menjadi salah satu negara kecil di dunia, di Luksemburg setiap orang bisa memperoleh penghasilan US$ 114.234 atau Rp 1,6 miliar per tahunnya. Itu berarti tiap bulannya orang-orang yang bekerja di sana mendapat gaji Rp 133 juta per bulannya.

Dulunya Luksemburg merupakan negara miskin. Sejak ditemukannya bijih besi, ekonominya bertumbuh. Ini masih ditambah lagi dengan berkembangnya sektor keuangan di sana.

2. Swiss, penghasilan rata-rata: Rp 96 jutaan

Negara kecil
Swiss, penghasilan rata-rata: Rp 96 jutaan (Shutterstock)

Negara kecil selanjutnya yang punya nilai pendapatan rata-ratanya terbesar adalah Swiss. Negara dengan luas 41.285 kilometer persegi ini punya PDB per kapita yang mencapai US$ 82.950 atau Rp 1,16 miliar.

Perekonomian di Swiss digerakkan sektor jasa yang menyumbang PDB sekitar 75 persen. Sisanya berasal dari sektor industri sebesar 25 persen dan sektor pertanian sekitar 1 persen.

Perbankan merupakan bagian terpenting dari sektor jasa di Swiss. Selain itu, ada industri asuransi dan pariwisata yang menjadi penopang sektor jasa di sana.

Baca juga: Pengin Investasi dari Barang Koleksi Pribadi? Bisa Aja Kok! Mudah Banget

3. Norwegia, penghasilan rata-rata: Rp 95 jutaan

Negara kecil
Norwegia, penghasilan rata-rata: Rp 95 jutaan (Shutterstock).

Kemudian ada Norwegia yang menjadi negara kecil dengan penghasilan rata-rata penduduk yang tinggi. Di negara Skandinavia yang luasnya 385.203 kilometer persegi ini PDB per kapitanya mencapai US$ 81.695 atau sekitar Rp 1,14 miliar.

Sektor jasa di Norwegia menjadi penopang ekonomi yang memberi hasil yang signifikan. Sektor jasa diketahui menyumbang 64 persen terhadap PDB.

Sementara 33,7 persennya dari sektor industri yang disokong produksi minyak bumi. Sisanya 2,3 persen berasal dari sektor pertanian.

4. Irlandia, penghasilan rata-rata: Rp 89 jutaan

Negara kecil
Irlandia, penghasilan rata-rata: Rp 89 jutaan (Shutterstock).

Ada Irlandia dengan luas 84.421 kilometer persegi dilabeli sebagai negara kecil terkaya di dunia. Negara yang berbatasan dengan Inggris ini punya penghasilan rata-rata yang mencapai US$ 76.099 atau Rp 1,07 miliar.

Sama seperti Norwegia, perekonomian di Irlandia ditopang sebagian besar oleh sektor jasa. Tercatat sektor jasa menyumbang PDB sekitar 60,2 persen. Sementara 38,6 persennya disumbang sektor industri dan 1,2 persennya disumbang sektor pertanian.

Pada 1990-an hingga 2000-an, ekonomi Irlandia pernah bertumbuh dengan pesatnya. Pertumbuhan ekonomi di negara ini pernah tembus di angka 11,5 persen. Signifikannya pertumbuhan ekonomi di sana bikin negara ini dijuluki Celtic Tiger.

Baca juga: Ini yang Perlu Dilakukan Milenial untuk Membangun Kekayaan dengan Cepat

5. Islandia, penghasilan rata-rata: Rp 86 jutaan

Negara kecil
Islandia, penghasilan rata-rata: Rp 86 jutaan (Shutterstock).

Berikutnya adalah Islandia yang menjadi negara kecil dengan PDB per kapita tertinggi di dunia. Penghasilan rata-rata di negara yang memiliki luas wilayah 103 ribu kilometer persegi ini mencapai US$ 74.278 atau sekitar Rp 1,04 miliar.

Di negara ini sumbangan terhadap ekonomi didominasi sektor jasa, yaitu sebesar 74,6 persen. Industri pariwisata di Islandia begitu dominan dalam menopang sektor jasa.

Sumbangan ekonomi selanjutnya berasal dari sektor industri sebesar 19,7 persen. Dari sektor industri, produksi perangkat lunak, bioteknologi, dan peleburan aluminium memainkan peranan penting dalam perekonomian Islandia.

6. Qatar, penghasilan rata-rata: Rp 82 jutaan

Negara kecil
Qatar, penghasilan rata-rata: Rp 82 jutaan (Shutterstock).

Kalau negara kecil yang satu ini, kamu pasti udah tahu kenapa bisa kaya. Cadangan minyak bumi dan gas alam yang tersimpan di negara dengan luas 11.571 kilometer persegi bikin Qatar bisa PDB per kapita yang besar.

Tercatat rata-rata penghasilan di negara ini mencapai US$ 70.780 atau sekitar Rp 993.645.030 per tahun. Dengan kata lain, penghasilan rata-rata per bulan penduduk di Qatar sekitar Rp 82 jutaan.

Gak cuma itu, sektor nonmigas bertumbuh di negara ini. Contohnya aja industri baja di bawah Qatar Steel Company (QASCO) menjadi salah satu industri nonmigas yang berkembang. Kemudian ada sektor konstruksi yang turut bertumbuh di Qatar.

7. Singapura, penghasilan rata-rata: Rp 74 jutaan

Negara kecil
Singapura, penghasilan rata-rata: Rp 74 jutaan (Shutterstock).

Kamu juga pasti udah tahu kalau negara kecil yang bertetangga dengan Indonesia ini menjadi salah satu negara terkaya di dunia. Di negara yang lebih luas dari Jakarta ini, rata-rata penghasilannya bisa mencapai US$ 64.041 atau sekitar Rp 899.039.578 per tahun.

Perekonomian di negara ini didorong sektor jasa yang menyumbang PDB 75,2 persen dan sektor industri yang menyumbang 24,8 persen. Berkat pasar bebas, ekonomi negara ini bertumbuh dan membuat negara ini bergerak maju.

Investasi-investasi yang berdatangan bikin Singapura membangun industri farmasi, teknologi medis, perminyakan, bahan kimia, konstruksi, hingga telekomunikasi. Dari semuanya, sektor jasa keuangan paling kuat di negara ini.

Nah, itu tadi negara kecil yang ternyata masuk jajaran negara terkaya di dunia karena besarnya rata-rata penghasilan di sana. Walaupun sektor pertanian bukan menjadi penyumbang utama PDB, ekonomi negara-negara tersebut bisa melaju pesat berkat sektor industri dan terutama sektor jasa. Hebat ya! (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan