Ternyata Ini 7 Prinsip Donald Trump yang Bikin Dia Jadi Raja Properti

5 menit
Trump International Hotel Las Vegas (curbed.com)
Trump International Hotel Las Vegas (curbed.com)

Jalani bisnis properti, Donald Trump merupakan satu-satunya presiden Amerika Serikat yang berasal dari kalangan pengusaha. Trump juga adalah Presiden AS terkaya sepanjang sejarah. Pada 2015 lalu, dilansir dari Bloomberg Billionaire Index, total kekayaannya mencapai Rp 37,96 triliun.

Kemahirannya berbisnis, terutama di bidang properti gak lepas dari peran sang ayah, Fred Trump, seorang ahli pembangunan dan pemasaran di Real Estate, New York. Trump mengikuti jejak ayahnya dan menuai kesuksesan sebagai pebisnis properti.

Ia mendapat julukan raja properti karena saking banyaknya bisnis properti yang ia jalani. Mulai dari deretan bisnis real estate mewah di Virginia, Illinois, Florida, New Jersey, Nevada, California, New York, Connecticut, hingga Hawai.

Di luar AS, jajaran propertinya juga ada di Kanada, Turki, Panama, Korea Selatan, Filipina, India, dan Uruguay. Ada pula hotel yang tersebar di berbagai lokasi di berbagai negara di dunia.

Bisnis atau investasi properti memang menawarkan keuntungan jangka panjang yang menggiurkan. Untuk mendapatkan keuntungan, pemilik juga gak perlu menjual properti yang dimiliki sehingga tidak berkurang asetnya.

Properti dianggap sebagai investasi solid karena keuntungan bisa didapatkan dari banyak penjuru. Mulai dari kenaikan harga hingga penghasilan arus kas atau cash flow

Peluang pasarnya juga cukup menjanjikan. Kayak tempat tinggal yang pasti dibutuhkan orang sampai kapan pun ataupun properti yang disewakan sebagai tempat usaha.

Meski begitu, gak semua kalangan bisa mudah menjalani bisnis ini. Bagi pemilik modal besar, mungkin gak terlalu jadi soal. Tapi bagi pemula, bisnis ini mungkin terlihat sulit dijalankan karena nilai asetnya cukup tinggi.

Anggapan investasi properti butuh modal besar bikin niat investasi jadi tertahan. Padahal hal ini gak sepenuhnya benar. Faktanya, gak sedikit pengembang properti yang sukses jalani bisnisnya dengan modal kurang dari Rp 100 juta.

Selama kamu punya pelanggan dan mengoptimalkan pelayanan yang diberikan, kelancaran bisnis bisa kok segera dicapai.

Selain itu, penting untuk diingat bahwa bisnis properti melibatkan banyak sektor bisnis lain. Dari sektor formal kayak staf instansi pemerintahan (Pemda, Bappeda, Kecamatan, Kelurahan, dan lainnya) juga sektor non formal kayak pekerja dan penduduk setempat. Jangan lupakan sektor profesional seperti notaris, konsultan, arsitek, broker, dan sebagainya.

Nah, sebagai langkah awal, kita bisa mulai dari meniru kiat suksesnya Trump si raja properti. Berikut ini 7 prinsip Trump dalam berbisnis properti yang bisa kamu tiru.

1. Miliki mentor

bisnis properti
Donald Trump muda bareng sang ayah (Image: Medium)

Trump memulai bisnisnya di bawah bimbingan ayahnya, Fred Trump. Sebagai mentor, Fred Trump berhasil membuat Donald Trump mengelola jutaan dolar sejak masih kuliah.

Temukanlah dan miliki mentor berpengalaman yang bisa jadi tempat berdiskusi sekaligus berkonsultasi. Pelajari perjalanan kesuksesan mentor untuk mengantisipasi kesalahan-kesalahan yang mungkin akan kamu lakukan dalam bisnis properti.

2. Bersiap pada kemungkinan terburuk

bisnis properti
(Image: pexels)

Dalam menjalani bisnis ini kamu mungkin akan menemukan banyak tantangan dan kendala. Oleh sebab itu, bersiaplah untuk menghadapinya, bahkan untuk hal terburuk.

Bersiap artinya melakukan hal-hal yang bisa mengantisipasi atau menghilangkan kemungkinan buruk tersebut. Misalnya, untuk menghindari kerugian secara maksimal, kamu bisa lakukan diversifikasi atau menyebar investasi pada berbagai bentuk aset.

Sebaiknya kamu juga tidak meminjam terlalu banyak untuk berinvestasi agar kerugian tidak berlipat ganda —karena harus melunasi utang— saat terjadi hal yang gak diharapkan.

3. Pilihlah kesepakatan terbaik

bisnis properti
(Image: pexels)

Banyak yang bilang kunci investasi properti adalah lokasi. Betul memang, tapi bukan berarti lokasi jadi penentu 100 persen keberhasilan bisnis. Menurut Trump kita lebih membutuhkan kesepakatan yang baik dibanding lokasi yang baik.

Carilah pasar atau daerah yang menawarkan penawaran terbaik sekalipun sektor tersebut sering diabaikan oleh investor lain. Trump juga melakukan diversifikasi berdasarkan geografi untuk meningkatkan keuntungan. Itulah kenapa bisnis propertinya tersebar di banyak daerah dan negara.

4. Berani mengambil risiko

“I aim very high, and then I just keep pushing and pushing to get what I’m after. Sometimes I settle for less than I sought, but in most cases I still end up with what I want.” Donald Trump.

Trump punya ambisi yang kuat  dalam berinvestasi. Untuk itu, ia selalu memiliki persiapan yang matang dengan membuat target dan rencana bisnis yang akan dijalani. Dengan begini, keberanian mengambil risiko pun jadi lebih tinggi. Pastikan kamu juga tahu apa yang ingin dicapai melalui investasi properti yang kamu lakukan.

5. Kerja keras dan pantang menyerah

Untuk membuat semua bisnisnya berjalan dengan lancar, Trump bekerja keras hampir tujuh hari dalam seminggu dengan minimal 10 jam kerja dalam sehari. Ia mengaku hanya tidur empat jam sehari untuk dapat menangani semua urusannya dengan baik.

Di sisi lain, Trump bukanlah sosok yang gampang menyerah. Contohnya, Bisnis real estate di New York miliknya baru rampung setelah bertahun-tahun lamanya. Saat itu, ia juga banyak mengalami penolakan tapi baginya kata “tidak” dari satu orang mendekatkan dia pada kata “ya” dari orang lain.

 

6. Belajar melihat peluang

Awal berbisnis, Trump gak langsung membeli properti dalam kondisi yang baik. Sebaliknya, ia justru membeli hotel bobrok di tengah kota Manhattan pada 1976. Dengan begitu ia mendapatkan kesepakatan yang lebih baik. Dia menegosiasikan pengurangan pajak dan merenovasinya hingga menjadi properti mewah, The Grand Hyatt New York.

Saat berinvestasi, kamu harus mampu melihat peluang apa yang bisa diciptakan sekalipun kondisi properti tampak gak menjanjikan.

7. Membangun brand yang kuat

bisnis properti
Trump Tower, 5th Ave di Manhattan, New York (Image: BusinessInsider)

Trump Towers di India adalah salah satu contohnya. Penggunaan nama Trump pada sejumlah bisnis yang ia dirikan membuat brand-nya semakin kuat dan tampak terpercaya.

Dilansir dari Racked.com, Trump pun mulai melisensikan namanya pada tahun 2004. Pada 2009, ia mendapatkan sekitar Rp 3 triliun hanya dari royalti merek Trump. Pada 2015, pemegang lisensi membayar hingga Rp 34 miliar per tahun untuk menggunakan nama Trump dalam produknya. Dari pakaian sampai perangkat tes urin.

Sayangnya usai menjadi presiden, beberapa perusahaan gak lagi tertarik menggunakan namanya sebagai merek. Meski begitu, strategi perkuat brand tetap bisa kamu coba terapkan pada bisnis propertimu.

 

Itulah sederet kiat sukses investasi properti ala Trump. Trump juga membagikan kiat suksesnya dalam sederet buku karyanya kayak “Think Big: Make It Happen in Business and Life” (2008), “Why We Want You To Be Rich” (2006), Trump 101 (2006), “Trump: The Art of the Deal” (1987), dan masih banyak lagi.

Suka gak suka, harus diakui Trump adalah seorang pebisnis yang andal. Sebelum jadi presiden, kesuksesannya sebagai pengusaha telah lebih dulu melambungkan namanya. Jadi, gak ada salahnya mempelajari caranya bisnis properti  untuk meniru kesuksesan yang udah ia raih.

Gimana menurutmu?

Ulfa Sekar
Ulfa Sekar

Pernah menjadi anak IT dan bercita-cita menjadi seorang programmer. Lalu berakhir menjadi seorang penulis dan menikmatinya. Semoga tulisan saya bisa berguna buatmu.