Dambakan Punya Keluarga Bahagia? Lakukan Tips-Tips Ini

4 menit

Keluarga bahagia menjadi tujuan yang pengin dicapai siapapun yang membina rumah tangga. Kalau bisa, cara apapun bakal ditempuh agar keluarga selalu bahagia.

Lagi pula siapa sih yang gak berharap supaya keluarga bahagia hingga cucu cicit lahir? Semua orang pasti berharap kebahagiaan terus hadir dalam keluarga mereka. Namun, yang jadi pertanyaan, bagaimana caranya mewujudkan keluarga bahagia?

Meski gak melulu jadi penentu, tapi salah satu kunci kebahagiaan keluarga terletak pada kondisi finansial keluarga itu sendiri. Kalau kondisi finansialnya terpenuhi dengan baik, dijamin deh keluarga tersebut cenderung bahagia.

Gara-gara faktor finansial, suatu keluarga bisa aja bubar. Seperti yang pernah diberitakan, banyak perceraian terjadi gara-gara persoalan ekonomi.

Itu yang menjadi alasan penting banget untuk kamu memantapkan kondisi finansial. Ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk mewujudkan kondisi finansial yang mapan demi mewujudkan keluarga bahagia. Apa aja? Yuk, simak di sini:

Infografis keluarga bahagia
Infografis keluarga bahagia

1. Alokasikan 50 persen gaji buat pengeluaran pokok

Keluarga bahagia
Keluarga bahagia

Pemenuhan kebutuhan pokok menjadi hal paling utama buat mewujudkan keluarga bahagia. Maksimal 50 persen dari gaji bulanan yang diterima dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pokok tiap bulannya.

Sekadar diketahui, persentase 50 persen ini adalah angka paling ideal dalam alokasi pengeluaran kebutuhan pokok.

Sementara itu, 50 persen lainnya bakal digunakan buat memenuhi kebutuhan finansial, seperti asuransi, kredit, dana darurat, hingga investasi.

Namun, ada satu kasus kalau 50 persen gaji masih jauh dari kata cukup buat memenuhi kebutuhan pokok. Katakanlah kasus ini terjadi karena alokasi 50 persen berasal dari gaji satu orang. Kalau begitu, ini bisa disiasati dengan menggabungkan gaji suami istri.

Gimana kalau pasangan gak bekerja? Itu berarti kamu perlu mencari penghasilan tambahan agar alokasi 50 persen bisa mencukupi kebutuhan pokok dalam keluarga.

2. Proteksi itu wajib! Maksimal alokasikan 10 persen buat BPJS atau asuransi

Memiliki dana proteksi
Memiliki dana proteksi

Sebutlah kamu merasa keuangan keluarga sedang berada dalam kondisi terbaik. Di luar dugaan, ada risiko yang datang dan memaksamu mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Pada akhirnya, kondisi keuangan yang tadinya baik-baik aja berubah jadi buruk.

Seandainya menggunakan asuransi, kamu bisa terhindar dari keharusan mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Pasalnya, premi asuransi yang kamu bayar tiap bulan berperan mengganti kerugian yang kamu alami.

Contoh, kamu punya asuransi jiwa. Begitu terjadi hal-hal pada dirimu, nantinya keluarga kamu bakal mendapat uang pertanggungan yang besarannya bisa mencapai Rp 300 juta. Uang pertanggungan tersebut bakal berguna banget sebagai biaya hidup sehari-hari.

Buat membayar premi asuransi, kamu sebaiknya alokasikan 10 persen gaji tiap bulan. Setidaknya kalau bukan asuransi, kamu bisa memiliki BPJS.

3. Wajib memiliki dana darurat

Keluarga bahagia
Keluarga bahagia

Situasi gak terduga bisa terjadi kapan aja, dan menuntut perhatian kamu agar segera diselesaikan. Sialnya, situasi mendesak tersebut mengharuskan kamu menyediakan dana dalam jumlah besar.

Misalnya, kamu punya rumah yang kondisinya mengharuskan buat direnovasi. Namun, kamu gak punya dana yang cukup. Mau gak mau solusi yang bisa kamu ambil adalah, dengan berutang.

Padahal, ada cara alternatif selain berutang. Kamu bisa menggunakan dana darurat yang tiap bulannya kamu kumpulkan sebanyak enam hingga sembilan kali alokasi buat kebutuhan pokok. Besaran alokasi untuk dana darurat bisa 10-20 persen dari gaji bulanan.

Adanya dana darurat atau emergency fund bakal membantu menyelesaikan hal-hal yang sifatnya mendesak.

4. Investasikan 10-20 persen gaji buat dana pendidikan anak

Dana pendidikan anak
Dana pendidikan anak

Alangkah bahagianya melihat anak bisa sekolah. Apalagi, kalau sekolahnya hingga perguruan tinggi.

Agar harapan ini bisa terwujud, kamu perlu mempersiapkan dana pendidikan anak sejak mulai membina hubungan rumah tangga dengan pasangan.

Caranya, alokasikan 10-20 persen gaji untuk investasi dana pendidikan anak. Bentuk investasinya bisa macam-macam, dalam bentuk deposito, saham, atau reksadana.

Keuntungan berinvestasi di reksadana, kamu bisa dapat return 10 persen hingga lebih. Asalkan, memilih reksadana yang tepat, dijamin untung banget!

Kebayang dong gimana kamu bisa menyekolahkan anakmu hingga perguruan tinggi dengan dana investasi yang angkanya udah berkali lipat?

Sampai di sini udah tahu kan sekarang tips-tips mencapai finansial yang mapan demi terwujudnya keluarga bahagia? Poin terpenting adalah, gimana cara kamu mengelola keuangan.

Pengelolaan yang benar dan tepat bisa membuat kebutuhan pokok tercukupi, keluarga terlindungi oleh asuransi, punya dana darurat, hingga memiliki investasi.

Jadi, tunggu apalagi? Segera lakukan tips-tips di atas supaya keluarga bahagia yang kamu inginkan tercapai. (Editor: Chaerunnisa)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!