Pemuda Ini Kaya Raya Dari Jual Action Figure Kuntilanak, Pocong Hingga Tuyul

2 menit
Action Figure
Ilustrasi Action Figure Pocong dan Kuntilanak (Shutterstock)

Produsen mainan Good Guys Never Win and Co mengangkat karakter lokal seperti kuntilanak, pocong, leak bali, genderuwo, hingga tuyul sebagai action figure.

Manajer Good Guys Never Win Julian Aaron Widjaja menyatakan, tokoh antagonis seperti setan lokal memiliki nilai jual tinggi. “Itu menarik karena seram tapi keren, orang yang takut juga bisa ikut tertawa melihat mainan,” kata Julian seperti dikutip dari Katadata.co.id.

Dirinya mengungkapkan, salah satu anggota manajemen Guns N’ Roses pun tertarik untuk mengoleksi seri setan lokal dari Good Guys Never Win. Bahkan, karena berlangganan, seluruh karyawan mendapatkan tiket gratis saat Guns N’ Roses menggelar konser di Jakarta, 28 November 2018 lalu.

Julian menceritakan, perkembangan perusahaannya penuh dengan kejutan. Pada 2005, Founder Good Guys Never Win – Cipta Croft-Cushword – yang penggemar mainan menemukan penyaluran bakat dengan membuat properti syuting di salah satu televisi nasional.

Terlalu sering menggunakan resin sebagai bahan baku mainan, ide-ide gila mulai muncul untuk membuat karakter yang aneh. Salah satu karakter asli Good Guys Never Win adalah Dolores Dolorian, bayi luar angkasa.

Bahkan, ide untuk pembuatan mainan kadang muncul dari lelucon. “Ada saja karakter yang kami buat berdasarkan obrolan ngalor-ngidul semalam suntuk. Tiba-tiba besoknya sudah jadi bentuk dasar hasil resinnya,” ujar Julian.

Limited Edition dan Langka

Dia menuturkan, proses produksi satu variasi mainan bisa mencapai satu bulan. Termasuk pembangunan resin, pencetakan, hingga penyelesaian akhir seperti pengecatan dan detail.

Namun, Good Guys Never Win melakukan pembatasan pembuatan hanya 300 unit untuk satu ragam karakter. Menurut Julian, batasan itu bakal membuat produk menjadi lebih bernilai karena langka.

Selain itu, kontrol kualitas juga lebih terjaga karena semua proses produksi secara manual dengan tangan. Tim produksi pun hanya dipimpin oleh dua orang kepercayaan. “Kami yakin karena detail, kesamaan satu dan lain bisa mencapai 98 persen,” katanya lagi. 

Rentang harga produk Good Guys Never Win sekitar Rp 150 – 500 ribu, tergantung produksi dan permintaan. Namun, ada produk-produk favorit langka yang punya nilai jual lebih mahal.

Seri Kuntilanak misalnya, pernah laku seharga Rp 1,2 juta. Selain karakter fiksi, Good Guys Never Win juga membuat action figure dari tokoh nyata, seperti Dono, Kasino dan Indro. Produk lain yang laku dengan harga mahal adalah karakter Gus Dur, nilainya sekitar Rp 1 juta.

Julian menambahkan, omzet bulanan Good Guys Never Win rata-rata mencapai Rp 15 juta. Namun, penjualan itu sangat tergantung dari musim dan minat. Dia menjelaskan, banyak pihak yang mengajak Good Guys Never Win untuk berkolaborasi.

Dua proyek terbaru adalah kerja sama dengan band punk asal Bali – Superman Is Dead – serta figur untuk pelengkap buku laris Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) karya Marchella FP.

Julian mengaku bangga untuk produksi mainan yang sesuai dengan hobi, apalagi sampai kolaborasi dengan banyak nama besar. Good Guys Never Win juga pernah bekerja sama untuk pembuatan mainan Pak Raden, yang 50 persen penjualannya didonasikan kepada yatim piatu.

 

Ayyi Hidayah
Ayyi Hidayah

Pecinta film yang senang berinvestasi. Menulis merupakan passion, menjadi perencana investasi merupakan panggilan hati