Mengapa Argentina Dilanda Krisis Ekonomi? Ini 4 Faktanya

3 menit
Krisis ekonomi Argentina (elmundo.es)
Krisis ekonomi Argentina (elmundo.es)

Selain Turki dan Venezuela, Argentina juga diguncang krisis ekonomi. Rupanya, nilai Peso Argentina yang merosot jadi pemicu meningkatnya inflasi. Tentu aja meningkatnya inflasi ini menjadi tanda kalau harga-harga kebutuhan di Argentina udah melonjak naik.

Seperti yang diinformasikan Trading Economics, melemahnya mata uang Peso Argentina udah terlihat sejak Januari 2018. Nilai tukar Peso yang di awal tahun sekitar 19 Peso Argentina per dolar perlahan-lahan menurun hingga menyentuh angka 36 peso per satu dolar.

Situasi ini pastinya gak bagus buat Argentina. Mengingat krisis ekonomi yang melanda Turki dan Venezuela gara-gara nilai mata uang mereka merosot drastis.

Mahalnya kebutuhan hidup di Venezuela bikin mata uang mereka gak lagi bernilai.

Saking gak ada nilainya, lembaran-lembaran uang dijadikan kerajinan tangan. Banyak orang yang keluar dari Venezuela karena sulitnya memenuhi kebutuhan.

Sementara soal Argentina, ternyata ada beberapa fakta mengenai krisis ekonomi di negeri Tango ini. Apa aja? Yuk disimak.

1. Suku bunga acuan naik hingga 60 persen

 


Suku bunga (Shutterstock)

 

Melihat inflasi yang begitu tinggi, tentu aja Pemerintah Argentina gak tinggal diam. Agar peso yang banyak beredar di pasaran berkurang, Bank Sentral Argentina atau Banco Central de la República Argentina (BCRA) mengambil keputusan buat menaikkan suku bunga acuan.

Suku bunga acuan yang di bulan Januari sekitar 28 persen saat ini perlahan-lahan naik hingga menjadi 60 persen. Seperti yang diberitakan, inflasi Argentina saat ini mencapai 31,2 persen.

Dengan dinaikkannya suku bunga ini, pemerintah berharap bisa meredam laju inflasi sekaligus menahan keluar dana investasi dari Argentina. Dan akhirnya krisis ekonomi pun bisa teratasi.

2. Kekeringan jadi salah satu penyebab krisis

 

Kekeringan (Shutterstock)

 

Kekeringan yang terjadi di Argentina ternyata menjadi salah satu penyebab krisis ekonomi di sana. Karena kondisi itu, pendapatan Argentina dari ekspor komoditas pertanian menurun. Produksi kedelai Argentina dikabarkan menurun hingga 31 persen.

Sekadar diketahui, sumbangan devisa terbesar Argentina sejauh ini berasal dari ekspor pertaniannya. Argentina dikenal sebagai negara penghasil jagung dan kedelai. Kedua hasil pertanian ini menjadi andalannya buat menambah pemasukan dalam negeri.

Udah paceklik, sialnya lagi harga komoditas tersebut juga turun di pasaran. Dikutip dari CNBC Indonesia, harga kedelai dunia turun hingga 16,79 persen.

3. Ajukan utang ke IMF

 

IMF (Shutterstock)

Demi menyelamatkan Argentina dari krisis ekonomi, Presiden Argentina Mauricio Macri mengajukan pinjaman ke IMF sebesar US$ 50 miliar atau Rp 736 triliun.

Namun, keputusan yang diambil Presiden Mauricio Macri disesalkan banyak orang di Argentina. Pasalnya, masyarakat Argentina pernah mengalami situasi yang gak menyenangkan sewaktu negara ini berutang ke IMF, 20 tahun lalu.

Meski utang tersebut akhirnya lunas tahun 2007, beberapa kebijakan pemerintah yang direkomendasikan IMF membuat masyarakat Argentina terbebani. Semisal pengurangan berbagai subsidi yang kemudian menyebabkan hidup orang-orang yang selama ini bersandar pada subsidi jadi susah.

IMF dalam memberikan rekomendasi berfokus pada pengetatan anggaran negara. Salah satunya, pemotongan subsidi yang selama ini diterima masyarakat. Tujuannya supaya ekonomi negara yang alami krisis kembali sehat.

4. Pernah alami krisis ekonomi tahun 2001

Krisis ekonomi Argentina (Shutterstock)

Sebenarnya, krisis ekonomi kali ini bukanlah yang krisis yang pertama di Argentina. Negara ini sebelumnya pernah alami krisis ekonomi tahun 2001.

Saat itu, keuangan Argentina mengalami defisit karena korupsi. Ini masih ditambah dengan dana utang yang diperoleh Argentina lewat penerbitan deposito. Argentina pun gak mampu melunasi utangnya yang mencapai US$ 100 miliar. Argentina saat itu berstatus default.

Guna mengatasi situasi ini, Argentina bernegosiasi dengan para kreditur untuk restrukturisasi utang. Gak cuma itu, Argentina juga mengajukan utang ke IMF sebesar US$ 9,81 miliar seperti yang diberitakan Detik.

Bisa dibilang krisis ekonomi sepertinya bukanlah hal yang baru di Argentina. Sama seperti Indonesia, pada akhirnya Argentina bisa mengatasi krisis dan melunasi utangnya pada IMF pada tahun 2005.

Namun, kini cobaan krisis kembali mendera Argentina. Moga-moga aja Argentina bisa mengatasinya seperti yang pernah dilakukannya dulu. Gimana pun juga yang namanya krisis itu gak enak. Soalnya yang rugi gak satu dua orang, tapi banyak orang.

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!