Kisah Jatuh Bangun Ahmad Zaky Bangun Bukalapak di Kamar Kos-kosan

4 menit
ahmad zaky
Kisah Jatuh Bangun Ahmad Zaky Bangun Bukalapak di Kamar Kos-kosan, (Pramdia Arhando/MoneySmart.id).

Kesuksesan e-commerce buatan Indonesia yakni Bukalapak tidak lepas dari tangan dingin sang pendiri yakni Ahmad Zaky. Ahmad Zaky pun menceritakan saat dirinya menciptakan e-commerce miliknya ini yang berawal dari kamar kos-kosan.

Dalam gelaran Tech In Asia Conference di Jakarta Zaky bercerita, bisnis yang dirintis sejak tahun 2010 lalu berawal dari sebuah kamar kos-kosan sejak dirinya bersama rekannya mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Zaky mengatakan, sejak awal dirinya gak pernah berpikir bahwa Bukalapak akan besar seperti sekarang ini dan tidak berekspektasi muluk-muluk terhadap bisnis e-commerce yang ia rintis.

“Pada tahun 2010 saya pikir kita mulai dari sangat kecil di sebuah kamar atau kos-kosan, dan tidak berpikir akan sebesar seperti sekarang. Tidak mengharapkan apa-apa, tetapi saat ini perusahaan tumbuh sangat besar,” kata Zaky di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Baca juga: Hartanya Triliunan, Yuk Telusuri Sumber Uang 7 Orang Terkaya Indonesia saat Ini!

Ahmad Zaky berencana tutup e-commerce besutannya di tahun 2011

Ahmad Zaky
Pendiri Bukalapak ini menceritakan pasang surut dirinya mendirikan e-commerce besutannya, (Pramdia Arhando/MoneySmart.id).

Usaha dan upaya dalam membangun Bukalapak, Ahmad Zaky mengalami pasang surut, pada tahun 2011 bahkan dirinya sempat terpikirkan untuk menutup usaha yang ia rintis, karena saat itu dinilai kecil harapan dan keterbatasan modal dalam mengembangkan usahanya.

Apalagi saat itu ketika lowongan pekerjaan untuk Bukalapak melalui internet disebar, tidak ada yang berminat, hingga berbulan-bulan.

“Saya ingat ketika saya memposting lowongan pekerjaan software engineer di Kompas atau bahkan JobsDB dalam 6 bulan tidak ada yang melamar, tetapi sekarang kami memiliki 2.000 orang pekerja,” kata Zaky.

Akan tetapi keinginan Zaky untuk menutup Bukalapak kian sirna seiring dengan pertumbuhan traffic pengunjung dan para pedagang yang menggunakan lapak bisnisnya sebagai sarana penjualan produk mereka.

Pada saat itu setiap harinya ada kurang lebih ribuan pedagang kecil yang menggantungkan nasib pada Bukalapak.

“Mereka inspirasi kami. Mereka aja semangat, masa kami tutup? Nanti hilang juga pendapatan, jadi dari situlah kami coba bangkit lagi. Tujuan Bukalapak itu mulia, kalau kita kerja di perusahaan lain, biasanya kita jadi bagian kecil dari sebuah organisasi yang sangat besar. Nah, kalau ini kami benar-benar dibutuhkan,” kata Zaky.

Baca juga: Dari Go-Jek, Tokopedia hingga Bukalapak, Pekerjaan Ini Bergaji Dua Digit Lho

Ahmad Zaky berhasil mendapatkan investor

Ahmad Zaky
Bukalapak akhirnya berhasil mendapatkan investor, (Pramdia Arhando/MoneySmart.id).

Tak berselang lama, usaha dan kegigihannya mempertahankan Bukalapak menjadi pilihan yang tepat, investor asal Jepang menanamkan dana inveatasinya sebesar Rp 2 miliar untuk Bukalapak.com pada saat itu.

“Setelah berjalan beberapa waktu, dapat investasi miliaran dari seorang investor Jepang, awalnya diajak makan siang, ternyata dia tertarik investasi di Bukalapak,” ungkapnya.

Mendapatkan suntikan dana sebesar itu, menjadi ketakutan tersendiri bagi Zaky, sebab dirinya terpikir jika dana investasi tersebut tidak menghasilkan bagaimana kedepan nasib usahanya.

Akan tetapi, investor Jepang ini meskipun sebagai penyandang dana, namun tidak meminta kepemilikan mayoritas. Investor tersebut hanya minta 10% saja. 

“Investor Jepang dateng ke kosan kan. Dia ngasih Rp 2 miliar di saat kami gak punya duit. Wah ini harapan baru nih. Dari situ mulai bangkit, ya semangat nya luar biasa. Setelah kami ambil pendanaan itu, kami rekrut beberapa tim 7-10 orang, dikit dulu. Ya, seperti itulah harapan pertama yang bikin kami agak sedikit tumbuh walau pun belum full seperti sekarang,” papar Zaky.

Sejak saat itulah dirinya fokus mengembangkan Bukalapak, dirinya mulai belajar bagaimana menjadi seorang perekrut karyawan yang baik, bagaimana mengelola keuangan yang baik, dan bagaimana menjadi pemimpin perusahaan yang benar.

“Mental saya selalu benar-benar fokus pada produk. Saya mulai berpikir saya tidak akan mengubahnya lagi. Saya harus menjadi pemimpin. Saya mulai belajar tentang keuangan. Saya tidak tahu bagaimana berkomunikasi pada saat itu,” ungkap Zaky.

Baca juga: Ini Fitur Bukalapak Supaya Kamu Bisa Jualan di Luar Negeri

Miliki 2.000 Pekerja

ahmad zaky
Saat ini Bukalapak memiki
karyawan hingga 2.000, (Ilustrasi/Shutterstock).

Kepopuleran Bukalapak pun semakin meningkat, pengguna dan pedagang yang menjadi seller di Bukalapak pun kian bertambah seiring waktu, puncaknya pada tahun 2018 lalu e-commerce besutannya telah memiliki 2.000 karyawan yang didominasi oleh generasi milenial.

Menurutnya kesuksesan Bukalapak hingga sekarang ini adalah berkat sumberdaya manusia yang tepat pada posisinya.

Kemudian, faktor lainnya adalah perisangan yang ketat antar e-commerce di Indonesia membuat Bukalapak semakin lapar akan invovasi dan pengembangan bisnis.

“Persaingan yang sangat sulit, saya yakin Anda sudah tahu bagaimana persaingan saat ini. Kompetisi yang sangat berat dan kami miliki pesaing hebat, saya bisa melihat dan jujur saya beruntung karena membuat kami lebih lapar setiap hari,” kata Zaky.

Indonesia Segudang Masalah dan Potensi Bisnis

ahmad zaky
Indonesia memiliki potensi bisnis yang baik, (Ilustrasi/Shutterstock).

Dirinya berharap, bagi generasi muda saat ini agar terus berinovasi dan tidak takut untuk belajar, dan menjalankan bisnis, jalankan saja bisnis yang sudah terpikirkan, jangan hanya sekedar rencana semata.

Sebab, menurut Zaky Indonesia adalah negara dengan segudang masalah yang menunggu para perintis startup untuk menghasilkan sebuah solusi tepat buat masyarakat Indonesia.

“Indonesia kita tidak akan rugi apa-apa, jangan berpikir terlalu banyak. Ada banyak masalah. Mungkin kita adalah negara yang paling bermasalah di dunia. Ini adalah kesempatan, jadi tidak punya uang tetapi punya apa-apa dan punya masalah adalah kombinasi yang sangat baik untuk Indonesia. Perusahaan saya sudah kalian adalah masa depan Indonesia,” pungkas Zaky.

Nah, itulah sepak terjang Ahmad Zaky saat menelurkan e-commerce besutannya yang saat ini cukup kompetitif dengan situs belanja lainnya. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.