Diklaim Baik untuk Kesehatan, Kenapa Garam Himalaya Lebih Mahal dari Garam Yodium?

3 menit
Garam himalaya
Garam Himalaya lebih mahal dari garam yodium (Pixabay)

Pernah dengar tentang garam Himalaya sebelumnya? Kalau ngomongin asupan sehat, jenis garam satu ini kadang-kadang dijadikan rekomendasi. Pasalnya, garam ini diklaim punya banyak manfaat bagi kesehatan.

Emang sih garam Himalaya gak sepopuler garam laut yang bisa dijadikan bumbu dapur. Namun, seiring meningkatnya kepedulian orang-orang pada kesehatan, garam satu ini mulai dilirik dan dicari-cari banyak orang.

Coba aja kamu ketik garam Himalaya di kolom search pada aplikasi atau situs ecommerce, pasti banyak sellers yang menawarkannya. Begitu melihat harganya, kamu bakal kaget kalau ternyata garam ini terbilang mahal dari garam biasa.

Kenapa garam Himalaya bisa mahal? Apa karena garam ini diimpor dari Himalaya? Lho, bukannya wilayah Himalaya itu pegunungan kok bisa menghasilkan garam?

Semua pertanyaan tersebut bisa kamu temukan jawabannya dalam ulasan berikut:

Selain komoditas impor, ini alasan garam Himalaya lebih mahal

Garam Himalaya
Selain komoditas impor, ada alasan lain mengapa garam Himalaya mahal (Wikimedia)

Garam Himalaya emang bukan garam biasa. Harga jualnya aja per kilogram bisa mencapai US$ 10 atau Rp 142 ribuan per kilogram seperti yang dilansir dari Business Insider.

Malahan nih di situs jual beli Amazon harga per 400 gram mencapai 1.981 rupee atau Rp 400 ribuan.

Selain harganya yang gak biasa, sumber asal garam ini juga gak biasa lho. Sekadar diketahui, garam ini diambil langsung dari perut bumi, tepatnya diperoleh dari tambang garam Khewra di Punjab, Pakistan.

Uniknya, wilayah Khewra itu jauh jaraknya dari Pegunungan Himalaya. Bisa jadi penyematan kata Himalaya pada nama garam bertujuan sebagai pelaris saja.

Pasalnya, di wilayah Pegunungan Himalaya yang masuk dalam wilayah Pakistan sama sekali gak ada cadangan garam.

Karena diambil dengan cara ditambang, garam ini juga dikenal sebagai garam batu atau rock salt. Ciri khas yang paling mudah dilihat dari garam Himalaya adalah warnanya yang pink atau merah muda.

Baca juga: Bernutrisi! Ini 25 Makanan Karbohidrat yang Murah Meriah

Garam Himalaya yang berasal dari wilayah Punjab, Pakistan dikabarkan sebagai garam paling murni di dunia. Udah gitu tambang garam Khewra yang dibuka sejak 1872 menjadi lokasi garam merah mudah ini berada menjadi tambang garam tertua di dunia.

Sampai sini kamu udah bisa menebak-nebak kenapa garam Himalaya punya harga yang mahal.

Ya, keberadaannya yang terkubur di dalam tanah, proses mendapatkannya pun cuma bisa dilakukan lewat pengeboran.

Tentu saja, mendapatkan garam batu ini perlu upaya ekstra dan ongkos yang gak sedikit. Gak seperti garam yang kita konsumsi sehari-hari yang didapat dari penguapan air laut.

Selain itu, jumlahnya yang terbatas bikin harganya jadi mahal. Tiap tahunnya tambang garam Khewra bisa menghasilkan 350 ribu ton. Masih jauh lebih banyak produksi garam nasional yang mencapai 916,9 ribu ton tiap tahunnya.

Sederet manfaat yang diklaim baik buat kesehatan

Garam Himalaya
Sederet manfaat garam Himalaya yang diklaim baik untuk kesehatan (Pixabay)

Garam ini mendapat popularitas karena dipercaya memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh. Namun, ada juga yang berpendapat garam merah muda ini punya manfaat yang mirip-mirip dengan garam biasa.

Garam Himalaya memiliki kandungan natrium klorida yang kadarnya sekitar 96,4 persen – 98,9 persen. Sisanya terdiri dari magnesium, kalium dan kalsium, hingga mineral lainnya. Bahkan, Business Insider menyebutkan, ada 84 mineral berbeda dalam garam Himalaya.

Menariknya, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA memperingatkan produsen agar jangan mempromosikan klaim-klaim kesehatan yang belum terbukti. Apalagi penelitian menunjukkan di dalam garam ini masih ada kotorannya.

Berikut, beberapa manfaat sehat yang diklaim terdapat pada garam Himalaya, tapi masih diragukan kebenarannya secara ilmiah seperti yang dikutip dari Time:

  • Dipakai dalam terapi di tempat spa karena memberi efek rileks. Namun, manfaat tersebut gak ada buktinya secara ilmiah.
  • Garam Himalaya yang dijadikan lampu diklaim dapat meningkatkan energi, kualitas tidur, hingga membersihkan udara. Namun, lagi-lagi gak ada bukti ilmiah yang mendukung.
  • Bisa mengatur kadar gula darah, memperlambat penuaan, hingga menaikkan libido. Namun, faktanya hal-hal tersebut gak semata-mata tergantung dari garam lho.
  • Dapat menyeimbangkan pH tubuh. Faktanya, efek garam Himalaya gak cukup besar. Lagi pula pengaturan pH tubuh telah menjadi tugas dari paru-paru dan ginjal.

Meski begitu, bukanlah persoalan kalau garam Himalaya ini menjadi penyedap rasa pada makanan. Asalkan, jangan berharap tubuh lebih sehat karena mengonsumsi garam ini.

Itulah tadi ulasan kenapa garam Himalaya bisa lebih mahal harganya dari garam biasa. Semoga informasi di atas bermanfaat! (Editor: Chaerunnisa)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!