3 Alasan Mengapa Banyak Orang Masih Enggan Berinvestasi

3 menit
investasi
Alasan orang enggan investasi (Shutterstock)

Tak bisa dipungkiri, banyak sekali orang jadi miliarder berkat investasi. Salah satunya, pengusaha sekaligus suami dari penyanyi terkenal Syahrini, yakni Reino Barack.

Meski terlahir anak konglomerat, Reino Ramaputra Barack sukses menghasilkan uang sendiri dari keuntungannya bermain investasi saham.

Ketika usianya belum 20 tahun, dia membeli saham Apple seharga US$ 60 dan dijual kembali di angka US$ 700. Wuih, keuntungan yang didapatkan berkali-kali lipat tuh!

Selain itu, ada juga Warren Buffett yang memang dikenal sebagai Bapak Investasi. Bahkan, pria berusia 88 tahun ini jadi orang terkaya ke-3 di dunia dengan total kekayaan mencapai US$ 84,2 miliar atau sekitar Rp 1.173 triliun menurut Forbes.

Jadi, menanam modal memang bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat buat kamu yang ingin menambah kekayaan. Asal pemilihan instrumennya tepat, dan tentu saja mesti paham betul bagaimana cara bermainnya.

Pasalnya, meski dapat memberi keuntungan besar, kalau kamu asal memilih, uangmu bakal ludes sia-sia.

Meski begitu, menanam modal tak seseram yang kamu bayangkan kok. Apalagi kini sudah mulai bermunculan instrumen yang menawarkan modal minim dan dananya dikelola ahli. Jadi, kamu gak perlu tuh sebentar-sebentar repot mengecek pergerakan harga pasar.

Contohnya, investasi reksa dana yang bisa dimulai dengan modal Rp 100 ribu dan dana yang kamu gelontorkan akan dikelola manajer investasi. Kamu hanya tinggal duduk anteng saja, dan menunggu uangmu bertambah terus.

Sayangnya, hingga kini masih banyak orang enggan menyisihkan uangnya untuk menanam modal. Penasaran apa sih alasannya? Berikut, tiga di antaranya:

1. Investasi itu bikin bangkrut

Investasi
Alasan orang enggan investasi

Tak sedikit orang yang beranggapan, investasi bikin bangkrut dan membuat orang jadi punya tumpukan utang. Terlebih banyak kasus, di mana orang miskin karena mengalami kegagalan.

Contohnya, musisi Kevin Aprilio yang sempat punya utang sampai Rp 17 miliar karena gagal di investasi forex.

Memang sih, tak bisa dipungkiri menanam modal memang ada risikonya. Jadi, istilahnya itu high risk, high return. Artinya, semakin tinggi risikonya, maka akan semakin besar potensi keuntungan yang kamu dapatkan.

Tapi, kamu gak perlu khawatir. Pasalnya, kini ada banyak sekali produk investasi yang risikonya rendah. Misalnya, reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap. Kamu juga bisa memilih investasi emas batang yang pergerakannya lebih stabil.

Modal yang kamu keluarkan juga jangan terlalu besar, terlebih jika kamu investor pemula. Gelontorkan dana kecil terlebih dahulu sambil mempelajari cara kerja instrumen investasi yang kamu pilih, jika sudah mulai paham baru deh tambahkan dananya secara berkala.

Baca juga: Pernah Hidup Susah, Ini 7 Miliuner yang Kaya Raya Berkat Terjun ke Investasi

2. Investasi hanya untuk orang berduit

Investasi
Alasan orang enggan investasi

Banyak orang masih saja beranggapan kalau investasi itu modalnya besar jadi memang hanya diperuntukkan bagi orang-orang berduit. Duh, itu salah banget lho!

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kalau saat ini sudah banyak instrumen penanaman modal yang cukup hanya dengan ratusan ribu rupiah saja.

Bahkan, kamu sudah bisa mulai berinvestasi alias jadi investor dengan keluar duit gak sampai Rp 10 ribu. Apa saja?

Apalagi kalau bukan berinvestasi emas batangan. Kamu bisa mengikuti program tabungan emas yang diadakan Pegadaian. Jadi kamu bisa mulai menabung emas dengan minimal 0,01 gram.

Kalau harga emas Rp 600 ribu, maka dengan keluar uang Rp 6.000 saja kamu sudah bisa berinvestasi. Gak pakai mahal, kan?

3. Investasi itu membingungkan

Investasi
Alasan orang enggan investasi

Untuk orang awam yang belum paham betul dunia investasi pasti udah pusing duluan melihat pergerakan harga pasar yang naik turun. Tapi, hal itu bukannya gak bisa dipelajari kok.

Ada banyak sekali istilah yang memang harus dipahami, menganalisis pergerakannya, dan lain-lain. Itulah yang membuat para pemula akhirnya memutuskan tidak berinvestasi.

Jika kamu merasa bingung, kamu bisa banyak bertanya kepada para ahli seperti pialang atau manajer investasi. Lagipula, ada kok instrumen investasi lainnya yang bikin kamu gak perlu repot mantengin pergerakan harga pasar. Misalnya, reksa dana atau emas batangan.

Kamu bisa memilihnya sambil perlahan mempelajarinya. Saat sudah paham, baru deh terjun ke saham yang memang butuh analisis ekstra.

Itulah tiga alasan yang membuat banyak orang masih enggan berinvestasi. Kamu termasuk yang mana? (Editor: Chaerunnisa)

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.