Kantor Pemerintahan Amerika Serikat Tutup, 800 Ribu Karyawan Gak Digaji

3 menit
Kantor Pemerintahan Amerika Serikat Tutup, 800 Ribu Karyawan Gak Digaji, (Ilustrasi/Shutterstock).

Pemerintahan Amerika Serikat tutup atau biasa yang kita kenal US Shutdown. Shutdown ini ditandai dengan tidak beroperasinya beberapa pelayanan publik dan kantor pemerintahan Amerika Serikat.

Hal ini terjadi lantaran ada ketidakselarasan dalam kongres penyepakatan anggaran negara antara Presiden AS dan Parlemen. Dalam artian anggaran negara pun gak dapat terdistribusi dengan baik ke berbagai sektor.

Dikutip dari CNBC, Shutdown ini memiliki dasar konstitusional, yang tercantum dalam Pasal I, Section 9 yang berbunyi, “Tidak boleh ada uang yang dikeluarkan dari Departemen Keuangan, kecuali karena Konsekuensi dari Alokasi yang dibuat oleh Hukum.”

Baca juga: Citilink Ikut Hapus Bagasi Gratis untuk Penerbangan Domestik, yang Internasional?

Shutdown sudah memasuki hari ke-23, ini termasuk yang paling lama sepanjang sejarah Amerika Serikat. Lantas apa sih yang menyebabkan pemerintahan Amerika Serikat tutup dan apa dampaknya?

Trump dan Demokrat gak sepakat soal anggaran

Trump dan Demokrat gak sepakat soal anggaran, (Ilustrasi/Shutterstock).

Anggota Dewan Partai Demokrat Amerika Serikat bertemu dengan Presiden Donald Trump. Mereka melakukan pembahasan mengenai poin-poin yang tercantum buat anggaran pemerintahan tahun 2019.

Salah satu poin yang diminta Trump adalah anggaran sebesar US$ 5,7 miliar buat pembangunan tembok di perbatasan Meksiko. Tapi, Demokrat menolak, dikutip dari CNBC, Demokrat menawar besaran anggaran tersebut menjadi US$ 1,3 miliar.

Tepatnya tanggal 19 Desember 2018, parlemen telah menyetujui rancangan anggaran hingga Februari 2019, tapi gak ada anggaran buat membikin tembok pembatas.

Baca juga: Masyarakat Jadi Korban Kenaikan Harga Tiket Pesawat, INACA Sepakat Turunkan Harga

Trump akhirnya gak menandatangani rancangan tersebut dan mengancam menutup pemerintahannya. Parlemen pun melakukan revisi dan memasukkan nominal US$ 5,7 miliar buat kembali tapi telah melewati batas waktu yang ditetapkan hingga akhirnya penutupan pemerintahan terpaksa dilakukan.

Mengapa Trump ngotot bangun tembok perbatasan

Mengapa Trump ngotot bangun tembok perbatasan, (Ilustrasi/Shutterstock).

Tembok perbatasan ini sudah dicanangkan Trump sejak masa kampanyenya. Tujuan dari tembok ini adalah untuk mencegah masuknya imigran gelap dari Meksiko maupun Amerika Tengah ke Amerika Serikat.

Trump serta pendukungnya menyebut bahwa imigran tersebut adalah ancaman bagi Amerika Serikat. Lebih parah lagi, ia menyebut para imigran menyebabkan meningkatnya angka kriminalitas di Negeri Paman Sam.

Baca juga: Kirim Logistik ke Papua Lebih Mahal Dibanding ke Eropa

Tapi, Partai Demokrat jutru menganggap sebaliknya. Tembok tersebut justru hanya bakal memisahkan keluarga-keluarga yang telah terpisah dan menutup pintu lapangan pekerjaan bagi mereka.

Lebih jauh lagi, Demokrat menilai sikap Trump yang ngotot mendirikan tembok ini sebagai bentuk perlakuan rasis terhadap warga Amerika Tengah.

Dampak Shutdown bagi Amerika Serikat

Dampak Shutdown bagi Amerika Serikat nyatanya banyak banget, (Ilustrasi/Shutterstock).

Dampak dari Shutdown sudah jelas gak berjalan efektifnya beberapa kantor-kantor pelayanan publik dan instansi pemerintah di Amerika Serikat

Dalam Shutdown kali ini, dikutip dari CNBC, ada beberapa instansi pemerintahan di Amerika Serikat yang belum menerima kucuran dana, di antaranya lembaga Keamanan Dalam Negeri, Transportasi, Perdagangan, Interior, Pertaninan, Perumahan dan Pembangunan, serta Keadilan Kota.

Ada juga beberapa lembaga independen lainnya seperti NASA, FDA, EPA, dan IRS.

Hal ini mengakibatkan 420 ribu karyawan mengalami penundaan gaji, dan sekitar 380 ribu karyawan federal terpaksa dirumahkan. (Editor: Mahardian Prawira).

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.