Anak Bakal Jago Mengatur Keuangan Kalau Orangtua Gak Membiasakan Hal-Hal Ini

3 menit
Mulai dari sejak kecil, anak-anak bisa dibentuk menjadi orang yang pintar mengatur keuangan nantinya (Shutterstock).

Sebagai orangtua, kita wajib memberi didikan yang baik buat anak-anak. Salah satu didikan yang gak boleh orangtua abaikan adalah yang membantu anak agar pintar dalam mengatur keuangan.

Orangtua mana sih yang gak pengin anaknya jago mengatur keuangan. Pastinya semua orangtua di dunia ini berharap anak-anaknya gak jadi orang yang boros. Mereka pengin anak-anaknya cerdas dalam urusan keuangan supaya hidupnya nanti gak sulit-sulit amat.

Sayangnya nih keinginan positif tersebut kurang diiringi dengan perilaku orangtua yang kadang memberi contoh negatif kepada anak-anaknya. Karena itu, kamu perlu mengenali perbuatan-perbuatan yang sebaiknya gak dilakukan di hadapan anak-anak.

Nah, dalam ulasan kali ini, MoneySmart bakal kasih tahu kamu perilaku-perilaku seperti apa yang sebaiknya jangan sampai anak-anak melihat, bahkan mencontohnya. Penasaran apa aja? Yuk, disimak.

Baca juga: Ingin Sukses Meniti Karier Meski gak Sesuai Jurusan Kuliah, Ini Caranya

1. Tampilkan sikap gemar belanja di depan anak-anak

Belanja dengan anak (Shutterstock).

Belanja itu emang keharusan. Gak ada larangan buat belanja. Emangnya kalau gak belanja, gimana caranya memenuhi kebutuhan bulanan?

Namun, belanja menjadi masalah kalau dilakukan secara berlebihan. Apalagi perilaku ini ditampilkan di depan anak-anak. Seringnya anak-anak melihat orangtuanya belanja secara berlebihan bisa bikin anak berpandangan sering belanja itu bukanlah masalah. Malah bagus.

Padahal, kita sama-sama tahu. Keseringan belanja adalah bagian dari perilaku boros. Buat kamu yang gak mau punya anak-anak yang boros, segera deh hentikan kebiasaan yang gak baik tersebut.

Ajaklah anak berbelanja dengan terlebih dahulu menyusun bujet dan daftar belanjaan. Beri tahu anak mana kebutuhan yang harus dapat prioritas dan mana yang bisa ditunda pembeliannya.

Lama-lama anak bakal berpikir sebelum belanja, ada baiknya menyusun bujet dulu. Pola pikir ini kalau terus-menerus dibangun dapat mendorong anak menjadi orang yang bijak dalam mengatur keuangan.

2. Keseringan gunakan kartu kredit untuk transaksi

Belanja menggunakan kartu kredit (Shutterstock).

Apa kamu mau melihat anakmu sebentar-sebentar pakai kartu kredit? Atau dikit-dikit berutang dengan kartu kredit? Tentu aja kamu gak mau seandainya hal itu terjadi.

Karena itulah, hindari penggunaan kartu kredit terlampau sering di depan anak. Soalnya itu keseringan pakai kartu kredit bisa jadi contoh yang gak baik buat mereka.

Nah, buat kamu yang terbiasa transaksi pakai kartu kredit, batasi deh penggunaannya. Katakan kepada anak-anak kalau kartu kredit dimanfaatkan buat hal-hal yang perlu aja.

Terus ajak juga anak-anak buat membayar tagihan kartu kredit setiap bulannya. Ini bertujuan agar anak-anak tahu kewajiban pengguna kartu kredit. Kasih tahu juga ke anak, pemilik kartu gak boleh telat melakukan pembayaran karena bisa terjerat utang kemudian jatuh miskin.

Baca juga: Tanda Kartu Kredit Kamu Sudah Aman, Salah Satunya Dilengkapi Chip

3. Gak membicarakan soal uang kepada anak-anak

Permasalah keuangan kerap terjadi dalam sebuah keluarga (Shutterstock).

Bisa dimaklumi emang kalau banyak orangtua yang enggan diskusi soal uang di depan anak-anaknya. Selain sulit memberi pengertian kepada anak-anak, diskusi keuangan dapat bikin anak-anak cepat jemu.

Namun, anggapan tersebut lebih baik jangan dijadikan pembenaran buat gak mendidik anak agar bisa mengatur keuangan. Orangtua harus bersabar dan pelan-pelan dalam mendidik anak soal urusan keuangan.

Berikan jawaban yang sederhana dan benar-benar bisa dipahami kalau mereka mengajukan pertanyaan. Bimbing mereka sampai paham betul konsep pengaturan keuangan.

4. Beradu argumen soal uang dengan pasangan

Beradu argumen soal uang dengan pasangan di depan anak (Shutterstock).

Apa pun urusannya, beradu argumen hingga memantik kemarahan bukanlah perbuatan yang baik dilakukan di depan anak-anak. Boleh-boleh aja adanya selisih pendapat dengan pasangan. Namun, hal tersebut jangan sampai disaksikan mereka.

Apalagi kalau hal yang diperdebatkan ada sangkut pautnya dengan urusan keuangan. Bisa-bisa anak yang menyaksikannya jadi takut dengan persoalan yang ada hubungannya dengan keuangan. Karena itu, mereka pun jadi takut berhadapan dengan masalah keuangan.

Baca juga: 5 Rekomendasi Micellar Water Terbaik yang Harganya Gak Sampai Rp 50 Ribu

Dengan gak melakukan perbuatan-perbuatan di atas, orangtua bisa membimbing anak-anaknya menjadi anak yang pandai dalam mengatur keuangan.

Satu hal lagi yang mesti kamu tahu apa yang anak-anak saksikan dari orangtua bakal terbawa dan jadi kebiasaan kelak. Karena itu, didik anak-anak dengan sungguh-sungguh, mulai dari berhemat hingga membiasakan menabung. (Editor: Winda Destiana Putri).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Philippines Taiwan