Ani Yudhoyono Meninggal Dunia Setelah Tiga Bulan Berjuang Melawan Kanker

2 menit
Ani Yudhoyono
Ani Yudhoyono istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono meninggal dunia (Instagram/@aniyudhoyono)

Ani Yudhoyono, istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono meninggal dunia di National University Hospital (NUH), Singapura, pada Sabtu (1/6/2019) pukul 11.50 waktu Singapura.

Ani meninggal karena penyakit kanker darah yang dideritanya. Ani meninggal di usia 66 tahun usai menjalani perawatan medis beberapa bulan

“Innalillahi wainnailaihi roji’un, Bu Ani telah meninggal dunia pada 11.50 waktu Singapura,” ujar Wasekjen Demokrat, Andi Arief lewat akun Twitter.

Ani Yudhoyono memiliki nama lengkap Kristiani Herrawati. Lahir di RS Bethesda, Yogyakarta 6 Juli 1952.

Ani Yudhoyono merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara buah cinta pasangan Letjen TNI Sarwo Edhie Wibowo dan Sunarti Sri Hadiyah.

Dalam buku biografi ”Kepak Sayap Putri Prajurit” yang terbit pada tahun 2010, disebutkan sang ayah, Sarwo Edhie Wibowo memberinya nama ‘Kristiani’ terinspirasi karakter tokoh pewayangan Kresna yang berkarakter baik. Sementara nama Herawati berarti kekuatan.

Ayah beliau juga kala itu bertugas di Batalyon Kresna Yogyakarta. Ayahnya, Sarwo Edhie Wibowo merupakan tokoh militer terkenal di era Presiden Soeharto yang melakukan memimpin penumpasan gerombolan pemberontak G30S PKI pada tahun 1965.

Ani sempat menempuh pendidikan sebagai mahasiswi kedokteran Universitas Kristen Indonesia sebelum mengundurkan diri karena mengikuti ayahnya bertugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan.

Dalam karier politik, Ani tercatat pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Demokrat.

Penghargaan yang pernah dicapai salah satunya adalah yang diserahkan oleh M. Yunus selaku pemegang Nobel Perdamaian 2006 dan pendiri Grameen Bank, Bangladesh.

Memperoleh penghargaan ini karena komitmennya yang tinggi terhadap pengembangan UKM dan Kredit Mikro Indonesia melalui program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera (PERKASSA) dan Indonesia Kreatif.

Selama menjadi Ibu Negara Indonesia. Ani Yudhoyono juga pernah mendapatkan penghargaan berupa Certificate of Global Leadership dari The United Nations Environment Program (UNEP).

Penghargaan ini diberikan untuk kepemimpinan Ibu Negara dalam Gerakan Tanam dan Pelihara 10.000.000 pohon di seluruh dunia.

Oleh Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan, ibu dari dua anak ini pernah mendapatkan penghargaan berupa pin sebagai ibu peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak.

Penghargaan ini diberikan pada saat acara puncak peringatan Pekan ASI Sedunia tahun 2007 silam.

Tindakan medis

Ani Yudhoyono
Ani Yudhoyono (Instagram/@aniyudhoyono)

Ani pertama kali dirawat karena kanker darah pada 2 Februari 2019. Selama menjalani pengobatan, Ani selalu didampingi oleh SBY. Anak dan menantunya pun silih berganti menjaga Ani.

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Ani sudah beberapa kali menjalani tindakan medis, salah satunya transplantasi sumsum tulang belakang yang didonorkan oleh adiknya, yakni Pramono Edhie Wibowo.

Namun, operasi tersebut tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap kesembuhan Ani. Bahkan, Ani sempat mendapat perawatan intensif di ICU beberapa hari usai operasi.

Baca juga: Donorkan Sumsum Tulang Belakang untuk Ani Yudhoyono, Pramono Edhie Berkekayaan Rp 1 M

Dukungan dari Presiden Jokowi

Ani Yudhoyono
Ani Yudhoyono (Instagram/@aniyudhoyono)

Tak hanya keluarga, dukungan datang dari sejumlah pihak. Termasuk, dari Presiden Joko Widodo.

Selain menjenguk langsung, Jokowi dikabarkan telah memerintahkan dokter kepresidenan berkoordinasi dengan dokter NUH untuk menangani Ani.

Selamat jalan Ani Yudhoyono, semoga ibu husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, amin.

Chaerunnisa
Chaerunnisa

Senang menulis dan belajar banyak hal. Semoga karya saya selalu bisa dinikmati dan bermanfaat bagi semua.