Banner ImageBanner Image

Apa Bedanya Asuransi Pendidikan atau Tabungan Pendidikan? Ini Jawabannya…

3 menit
Asuransi atau tabungan pendidikan anak

Gak sedikit orangtua masih dilema memilih antara asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan. Keduanya memang sama-sama membantu menyiapkan finansial agar buah hati bisa sekolah hingga ke perguruan tinggi. Tapi, mana yang lebih baik dan menjanjikan?

Kenaikan biaya pendidikan bisa mencapai 10 persen per tahun. Bahkan, seperti dilansir dari Kompas, lembaga ZAP Finance menyebutkan peningkatannya bisa hingga 20 persen per tahun.

Artinya, jika saat ini biaya sekolah Rp 15 juta, maka tahun depan biayanya bisa naik hingga Rp 17 juta. Bayangkan, kenaikan biaya tersebut dalam lima hingga 10 tahun mendatang.

Padahal, menurut survei Kelly Service Indonesia, kenaikan gaji pegawai di Indonesia pada 2016 sebesar 7-10 persen saja. Wah, gak sebanding dong!

Tapi, bukannya pemerintah sudah mencanangkan program pendidikan gratis?

Eits, jangan salah! Biaya pendidikan gak cuma soal iuran bulanan serta biaya bangunan. Masih ada printilan lain yang jika ditotal-total berjumlah besar juga. Misalnya, perlengkapan sekolah, seragam, transportasi, serta biaya lainnya.

Apalagi, saat di perguruan tinggi. Selain biaya kuliah, putra putri kita mungkin harus merantau sehingga butuh biaya tambahan seperti tempat tinggal dan konsumsi sehari-hari.

Karena berbagai alasan itu, orangtua perlu menyiapkan dana pendidikan sedini mungkin dan memilih produk yang tepat biar gak ketar-ketir saat dananya dibutuhkan.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, yuk simak ulasan berikut:

Perbedaan tabungan dan asuransi pendidikan

Perbedaan asuransi dan tabungan pendidikan
Perbedaan asuransi dan tabungan pendidikan

Meski tujuannya sama, kedua produk ini punya perbedaan cukup signifikan, lho!  

Asuransi pendidikan pada dasarnya produk unit link alias produk asuransi yang disertai investasi.

Sementara tabungan pendidikan merupakan tabungan berjangka dengan bunga tertentu, dan dapat dicairkan setelah beberapa tahun sesuai ketentuan produk.

Asuransi pendidikan bisa lebih untung, tapi…

Asuransi pendidikan bisa lebih untung
Asuransi pendidikan bisa lebih untung

Tabungan pendidikan umumnya memiliki bunga di kisaran tiga hingga enam persen per tahun. Sementara asuransi pendidikan karena alokasi dana berbentuk investasi, bunga yang didapat bisa berkisar 15 hingga 23 persen per tahun.

Jika dilihat dari sisi ini, asuransi pendidikan terlihat lebih menjanjikan karena keuntungan dari bunganya berkisar di atas inflasi pendidikan.

Tapi, hal tersebut hanya berlaku jika hasil investasi yang dilakukan perusahaan memang menguntungkan.

Jika tidak, bukan tak mungkin kamu harus memperpanjang masa pembayaran premi. Dengan kata lain, risiko yang didapatkan pun lebih besar dari tabungan pendidikan.

Tabungan pendidikan lebih aman, tapi…

Tabungan pendidikan lebih aman
Tabungan pendidikan lebih aman

Sebagai produk perbankan, tabungan pendidikan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Artinya, jika bank tempat kamu menabung mengalami kebangkrutan, dana tabungan akan tetap aman.

Sementara itu, asuransi pendidikan adalah produk perusahaan asuransi. Sekalipun dapat dibeli di bank hanya berperan sebagai agen penjual.

Selain itu, hasil tabungan pendidikan sudah dapat diduga dan kalkulasikan sesuai kesepakatan awal. Sedangkan hasil asuransi unit link tidak tetap, bisa lebih untung tapi tak menutup kemungkinan juga jadi lebih keok.

Di sisi lain, asuransi memiliki manfaat utama yaitu sebagai proteksi. Jadi, tak hanya memberi dana yang telah diserahkan beserta bunga, tapi juga memberi jaminan perlindungan finansial pendidikan.

Misalnya, untuk polis dengan tanggungan Rp 100 juta dan masa tempo 10 tahun, jika dalam periode lima tahun pemegang polis meninggal dunia, ahli waris tetap mendapatkan dana tanggungan sebesar Rp 100 juta ditambah hasil investasi dari premi yang dibayar tiap bulannya.

Meski begitu, tabungan pendidikan juga memiliki asuransi. Namun, tentu saja nilai tanggungannya kecil. Pasalnya, fokus utama produk ini bukan sebagai proteksi.

Misalnya, kamu mengambil tabungan berjangka dengan tempo lima tahun. Seandainya kamu meninggal dunia saat tabungan baru berjalan tiga tahun, ahli waris tetap mendapatkan dana sejumlah total tabungan selama lima tahun.

Jadi, pilih yang mana?

Pilih asuransi atau tabungan pendidikan
Pilih asuransi atau tabungan pendidikan

Setiap produk memiliki keunggulan masing-masing. Jadi, sulit untuk menunjuk produk yang satu lebih baik dari produk yang lain. Namun, manfaat yang ditawarkan baru bisa maksimal jika sesuai tujuan dan kondisi keuanganmu.

Contohnya, pilihlah tabungan pendidikan jika tujuan dana pendidikan jangka pendek, yaitu sekitar dua hingga lima tahun.

Alokasi tabungan juga perlu ditingkatkan tiap tahun untuk mengimbangi laju inflasi. Sebaliknya, pilih asuransi pendidikan untuk tujuan jangka panjang atau lebih dari lima tahun. Pasalnya, hasil investasi baru akan didapat setelah melewati lima tahun pertama.

Selain kedua produk tersebut, kamu juga bisa rencanakan dana pendidikan melalui investasi murni seperti saham dan reksadana, atau investasi emas.

So, udah gak bingung memilih asuransi atau tabungan pendidikan, kan?

Ulfa Sekar
Ulfa Sekar

Pernah menjadi anak IT dan bercita-cita menjadi seorang programmer. Lalu berakhir menjadi seorang penulis dan menikmatinya. Semoga tulisan saya bisa berguna buatmu.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong