Perusahaan Minyak Terbesar di Dunia Aramco Bakal Jual Saham! Nilainya 4 Kali Lipat Dari Facebook

2 menit
Aramco Bakal Pecahkan Rekor IPO Dunia (Shutterstock)
Aramco Bakal Pecahkan Rekor IPO Dunia (Shutterstock)

Perusahaan minyak terbesar di dunia milik Arab Saudi, Aramco, telah memulai prosedur formal untuk penawaran umum perdana (IPO). Rencana ini meningkatkan membuka jalan bagi negara ini mengembangkan ekonomi dan bisnis.

Otoritas Pasar Modal (CMA) Riyadh telah menyetujui aplikasi Aramco untuk pendaftaran dan penawaran sebagian sahamnya. Namun, tidak menetapkan waktu untuk IPO perusahaan ini. CMA hanya mengatakan permintaan listing akan ditinjau dengan hati-hati untuk mengesampingkan risiko tinggi.

Aramco juga telah mengonfirmasi listing tersebut, tetapi tidak menjelaskan berapa banyak perusahaan yang akan dijual. Namun demikian, diperkirakan perusahaan yang dikelola negara ini dapat menawarkan hingga 2 persen dari sahamnya di bursa saham domestik Tadawul, meningkat antara US$ 20 dan US$ 40 miliar.

“Ini adalah momen transformasi dan bersejarah bagi Saudi Aramco,” ucap Amin H Nasser, Presiden dan CEO Aramco, Minggu (3/11/2019) seperti dikutip dari Wartaekonomi.co.id.

Dalam sebuah pernyataan online, ia memuji tindakan ini sebagai pendekatan keuangan yang disiplin dan neraca keuangan yang bijaksana dan fleksibel dari Aramco.

Proses ini akan dibagi menjadi dua fase: satu untuk investor institusi dan satu untuk investor individu. Harga akhir untuk saham akan ditentukan pada awal Desember. Saham kemudian akan mulai diperdagangkan di Tadawul. Kerajaan Saudi mengharapkan penilaian US$ 2 triliun untuk perusahaan, sedangkan US$ 100 miliar akan dihabiskan untuk program pembangunan.

Menurut Reuters, pernyataan pesimistis memperkirakan penilaian di angka US$ 1,5 triliun. Tetapi Aramco masih akan bernilai setidaknya 50 persen lebih daripada perusahaan-perusahaan lain, seperti Microsoft dan Apple.

Alarabiya melaporkan, ketika Aramco mengumumkan rencananya melakukan listing 5 persen dari sahamnya secara publik, pasar global dari Hong Kong hingga New York antre untuk mendapat bagian dari listing tersebut. Aramco merupakan perusahaan paling menguntungkan di dunia.

Aramco dikenal di Arab Saudi sebagai pionir perubahan dan pertumbuhan. Perusahaan ini memulai dari sesuatu yang sederhana hingga kemudian menjadi perusahaan minyak besar dan terintegrasi. Dengan biaya produksi minyak US$ 4 per barel dan cadangan minyak 10 kali lipat dari ExxonMobil, pengaruh Aramco kini mendunia.

Bakal Jadi IPO Terbesar di Dunia

Namun, pertengahan September lalu raksasa minyak itu menjadi sorotan ketika fasilitasnya di Abqaiq dan Khura menjadi sasaran serangan drone dan rudal. Kejadian itu memecah produksi minyak mentah seluruh negara menjadi dua. Dalam serangan itu, Saudi menyalahkan Iran. Namun, dengan keras dibantah negara Ayatullah Khomenei ini.

Artinya melalui IPO ini, dari penjualan saham perdana, Saudi Aramco bisa mendapatkan dana segar US$40 miliar, jika jadi dicatatkan di Saudi Stock Exchange. Aramco pun berpotensi menggeser Alibaba yang saat ini masih menjadi pemegang rekor IPO terbesar di dunia.

Hingga saat ini, perusahaan e-commerce asal China, Alibaba masih memegang rekor IPO terbesar senilai US$ 25 miliar. Perusahaan yang melantai di New York Stock Exchange pada 2014 lalu itu mengalahkan IPO raksasa teknologi lainnya, seperti Facebook, Dell, IBM hingga Apple.

Berikut daftar 5 IPO terbesar di dunia:

  1. Alibaba meraup US$ 25 miliar pada 2014. Alibaba menggelar IPO di bursa saham New York.
  2. Perusahaan multinasional SoftBank mengumpulkan US$ 23,5 miliar melalui IPO pada akhir 2018 lalu. Perusahaan telekomunikasi asal Jepang ini berhasil menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah di Jepang.
  3. Agriculture Bank of China meraup US$ 22,1 miliar pada 2010. Bank Pertanian China ini melakukan debut di pasar saham Hong Kong dan Shanghai.
  4. ICBC mengumpulkan US$ 21,9 miliar ketika IPO di pasar saham Hong Kong dan Shanghai. Bank asal China ini go public pada 2006.
  5. AIA Group mendapatkan US$ 20,5 miliar ketika mencatatkan saham di bursa Hong Kong pada 2010. AIA merupakan salah satu perusahaan asuransi raksasa asal AS.

Jika jadi IPO, nilainya bisa setara Rp 560 triliun atau setara gaji 133,33 juta warga DKI Jakarta. Hal ini mengambil asumsi upah minimum regional (UMR) Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2020 yang nilainya Rp 4,2 juta per bulan. Fantastis bukan.

Ayyi Hidayah
Ayyi Hidayah

Pecinta film yang senang berinvestasi. Menulis merupakan passion, menjadi perencana investasi merupakan panggilan hati