Jokowi Pengen Bikin Super Holding, Aset BUMN Kita Sekarang Rp 8.092 Triliun

2 menit
Presiden Jokowi (Shutterstock)
Presiden Jokowi (Shutterstock)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal bikin super holding BUMN. Pernyataan tersebut menjawab pertanyaan Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno yang mengaku khawatir dengan adanya holding BUMN.

Menurut Jokowi, pembentukan beberapa holding BUMN akan terus dilanjutkan. Setelah membentuk holding BUMN, nantinya juga akan ada super holding BUMN yang membawahi semua holding BUMN tersebut.

“Saya kira ke depan kita akan membangun holding-holding BUMN, baik yang berkaitan dengan konstruksi, holding migas, holding berkaitan pertanian dan perkebunan. Bakal ada holding-holding dan di atasnya (ada) super holding,” katanya dalam debat Capres kelima.

Kedepan, Jokowi ingin BUMN harus berani ke luar kandang. Dia ingin BUMN bisa membuka pasar lebih luas sehingga swasta nantinya juga bisa ikut terkerek usahanya.

“Sudah mulai sekarang perusahaan-perusahaan Karya kita kerjakan proyek di Timur Tengah. INKA juga sudah ekspor kereta api. Kalau semua kita lakukan, swasta akan ikut di belakangnya. Ini yang namanya Indonesia Incorporation, sehingga yang kecil-kecil juga akan ikut di belakangnya,” ujar Jokowi.

Aset BUMN Meroket

Sementara itu, Kementerian BUMN menyebutkan aset keseluruhan perusahaan BUMN dalam empat tahun terakhir atau sejak 2015 hingga 2018 tumbuh rata-rata 12 persen. Tahun lalu, aset BUMN mencapai Rp 8.092 triliun, naik sebesar 12 persen dibandingkan 2017.

“Peningkatan aset ini didukung oleh peningkatan laba dan manajemen perusahaan yang teruji. Utamanya menghadapi tantangan perkembangan ekonomi yang ada,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno, seperti dikutip dari wartaekonomi.co.id.

Menurut Rini, peningkatan aset juga mendukung kontribusi BUMN terhadap penerimaan negara untuk mendukung pembangunan. Tahun 2018, kontribusi BUMN terhadap penerimaan APBN mencapai Rp 422 triliun.

Baik dalam bentuk dividen, pajak maupun penerimaan negara bukan pajak. Angka ini lebih tinggi atau naik sekitar 19 persen dibandingkan 2017 yang mencapai Rp 354 triliun. Kontribusi BUMN terhadap penerimaan negara pun terus tumbuh. Dalam empat tahun terakhir rata-rata sebesar 11,68 persen.

Kami optimistis kinerja BUMN akan lebih baik, kekuatan sinergi semakin jelas dan kami on the track untuk mewujudkan holding di BUMN. Agar organisasi BUMN lebih ramping dan menjalankan bisnis lebih cepat dalam mengejar hasil usaha maksimal. Untuk akhirnya kami kembalikan semua kepada masyarakat,” papar Rini.

Ayyi Hidayah
Ayyi Hidayah

Pecinta film yang senang berinvestasi. Menulis merupakan passion, menjadi perencana investasi merupakan panggilan hati

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Tentang Kami

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Taiwan