Menang Tender Mobil Dinas Menteri, ASII Berkompetisi Lawan 3 Perusahaan Ini

4 menit
mobil dinas
Ilustrasi mobil Toyota. (Shutterstock)

Belum lama ini, kabar mengenai rencana pengadaan mobil dinas baru para Menteri Indonesia jadi perbincangan. Pokoknya, asyik deh menteri-menteri kabinet Presiden Jokowi periode 2019-2024 bakal dapat mobil baru.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No 577/KM.6/2017 tentang Modul Perencanaan Kebutuhan Barang Milik Negara untuk Penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Negara, mobil menteri itu punya spesifikasi yang cukup buas. Buas dalam artian kapasitas mesinnya besar.

Jenisnya bisa sedan maupun SUV. Tapi intinya, tiap Menteri atau Wakilnya akan disediakan mobil bermesin 3.500 cc dengan enam silinder.

Bicara soal bujetnya, anggaran pengadaan mobil dinas baru ini mencapai Rp 147 miliar. Melalui lelang tender, ternyata PT Astra International (ASII) jadi pemenangnya. Sebagai informasi, PT Astra International ini merupakan salah satu agen pemegang merek mobil Toyota di Indonesia.

Lho kalau memang perusahaan berkode emiten ASII yang jadi pemenang, memang ada berapa ya perusahaan di Indonesia yang jadi pemegang merek Toyota? 

Yang jelas, gak cuma ASII saja yang mendistribusikan mobil merek Toyota di sini. Masih ada perusahaan lain yang ternyata ikutan tender. Siapa saja mereka? Yuk cari tahu di bawah sini.

Baca juga: Hingga Puluhan Miliar, Ini Lho Mobil Kepresidenan yang Dipakai para Pemimpin Dunia

1. PT Astra International Tbk (ASII)

mobil dinas
Gedung Astra International. (astra.co.id)

Baiklah, berhubung Astra jadi pemenang tender mobil dinas Menteri RI, gimana kalau kita bahas Astra dulu. Perusahaan raksasa otomotif ini didirikan oleh William Soeryadjaja, pria kelahiran Majalengka yang akhirnya pindah ke Bandung bersama Tjia Kian Tie, dan temannya, Lim Peng Hong. Tahu Auto2000 kan? Nah showroom itu merupakan showroomnya ASII.

Harga saham perusahaan ini per Agustus 2019 memang lagi murah-murahnya. Yaitu ada di kisaran Rp 6 ribuan per lembar. ASII juga merupakan emiten anggota indeks LQ 45 yang kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 257 triliun!

Sebanyak 50,11 persen saham ASII dipegang oleh Jardine Cycle & Carriage ltd (JCCL Group). Sementara itu, 49,89 persen diperuntukan ke publik. Asal kamu tahu, salah satu anggota Dewan Direksi JCCL Group itu juga ada urang Bandungnya lho, dia adalah Dr Marty Natalegawa, mantan Menlu RI. 

Baca juga: Mewah dan Gak Mempan Peluru, Ini 4 Mobil Mewah Para Presiden RI

2. PT Bintraco Dharma Tbk (CARS)

mobil dinas
Logo Nasmoco. (nasmoco-toyota.com)

Nasmoco juga ikutan tender pengadaan mobil dinas ini. Apakah kamu pernah membaca stiker di mobil Toyota yang bertulisan “Toyota Nasmoco?” 

Nasmoco Group itu sendiri berada di bawah naungan PT New Ratna Motor yang gak lain adalah anak usaha PT Bintraco Dharma Tbk. Bisa dibilang mereka menguasai penjualan Toyota di wilayah Jawa Tengah. 

Selain PT New Ratna Motor, mereka juga punya anak usaha lain di bidang pembiayaan kendaraan bermotor. Namanya adalah PT Andalan Finance. 

Bicara soal saham Bintraco, sebesar 70 persen sahamnya dikuasai PT Ahabe Niaga Selaras, dan 27 persennya diperuntukkan bagi publik.

Baca juga: 4 Mobil Klasik Uya Kuya, Ada yang Bekas Keluarga Presiden dan Raja!

3. PT Hadji Kalla

mobil dinas
Salah satu dealer Hadji Kalla.

Dari namanya saja kamu mungkin sudah tahu perusahaan yang ikut tender mobil dinas ini punya siapa. Hadji Kalla, dulu bernama NV. Hadji Kalla Trading Company, adalah sebuah perusahaan yang dirintis oleh sepasang suami istri saudagar bugis yaitu Hadji Kalla dan Hadjah Athirah. Mereka adalah orangtua dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

PT Hadji Kalla kerap kali disebut dengan nama Kalla Toyota. Namun Hadji Kalla lebih memegang penjualan Toyota di Makassar, Kendari, dan wilayah sekitar. 

Perusahaan ini juga ikut dalam tender mobil menteri. Namun gak lolos.

4. PT Agung Automall 

mobil dinas
Salah satu dealer Agung Automall.

Selanjutnya, ada PT Agung Automall yang ikutan tender mobil dinas. PT Agung Automall lahir dari PT Agung Concern yang mulai melakukan penjualan mobil Toyota di Surabaya dan Pekanbaru pada tahun 1972. PT Agung Concern sendiri sudah ada sejak tahun 1954 lho.

Singkat cerita, perusahaan ini telah menjadi main dealer di Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, dan Bali dengan total jumlah karyawan tetap mencapai lebih dari 1.000 orang. 

Kalau kamu pernah lihat ada showroom bernama Agung Toyota, maka showroom itu berada di bawah di bawah PT Agung Automall. 

Itulah empat perusahaan distributor mobil Toyota yang merajai pasar Indonesia. Ternyata gak cuma Astra International doang ya, masih ada perusahaan-perusahaan lain. 

Sebagai informasi tambahan nih, untuk penjualan Toyota di Aceh ada perusahaan-perusahaan bernama Dunia Barusa, Perintis Perkasa, dan lainnya. 

Mobil ini memang jadi mobil sejuta umat di Indonesia karena perawatannya mudah, dan bengkelnya ada di mana-mana. Gak heran kalau banyak pengusaha yang tertarik untuk menjadi distributor Toyota. (Editor: Ruben Setiawan)

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.