Banner ImageBanner Image

Asuransi Jiwa Murni Vs Asuransi Unit Link, Mana yang Lebih Menguntungkan?

3 menit
Asuransi jiwa atau unik link?

Memiliki asuransi jiwa, terutama untuk kaum pria alias para tulang punggung keluarga, penting banget. Pasalnya, asuransi ini akan memberikan perlindungan kerugian finansial akibat kematian seseorang yang merupakan sumber nafkah keluarga.

Kenapa perlu?

Sebab tak ada yang bisa menghindar dari kematian. Datangnya pun tak bisa diduga-duga. Asuransi ini menanggung kebutuhan finansial anggota keluarga yang ditinggalkan sehingga kelangsungan hidup mereka pun tetap terjamin. Millenials bahkan juga diuntungkan jika memiliki asuransi jiwa, lho.

Tapi, saat kamu sudah berniat membeli asuransi jiwa, bersiaplah ditawari asuransi unit link. Nah lho, apalagi tuh?

Secara umum, asuransi unit link menggabungkan manfaat asuransi sebagai proteksi dan  investasi. Jadi, beli produk asuransi lengkap dengan investasi. Makin untung dong? Belum tentu!

Pasalnya, gak sedikit nasabah yang mengeluh rugi atau berakhir tutup polis dan merelakan uangnya.  Tapi, gak sedikit pula yang menuai untung juga, kok. Jadi, mending asuransi murni atau beli unit link sekalian ya?

Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Asuransi Jiwa Murni

Asuransi jiwa
Asuransi jiwa

Asuransi jiwa murni sering juga disebut sebagai asuransi term life atau asuransi berjangka. Asuransi ini memiliki masa pertanggungan yang terbatas.

Artinya, proteksi berlaku selama periode tertentu. Umumnya mulai dari satu hingga 20 tahun.

Keuntungan:

  1. Biaya premi relatif lebih murah dan bisa disesuaikan dengan isi dompet. Bahkan ada yang hanya ratusan ribu per tahun.
  2. Meski murah, uang pertanggungannya tinggi. Salah satu contohnya program asuransi  berjangka dari Manulife yang tawarkan premi Rp 5 jutaan dengan dana pertanggungan hingga Rp 750 juta. Dengan demikian, saat tertanggung meninggal pada masa kontrak aktif, keluarga tertanggung akan mendapat uang pertanggungan yang cukup besar.

Kerugian:

  • Dana premi yang telah dibayarkan hilang jika tidak ada klaim selama masa kontrak

Asuransi Unit Link

Unit link asuransi
Unit link asuransi

Punya manfaat lengkap meliputi asuransi dan investasi, unit link jadi tampak menggiurkan buat sebagian besar orang.  Apalagi, banyak sales asuransi yang mempromosikan bertambahnya nilai premi akibat dari hasil investasi yang besar.

Dana premi yang dibayarkan dimasukan ke dalam dua keranjang, investasi dan asuransi dengan pembagian  secara umum 60: 40. Misalnya, jika premi sebesar Rp 1 juta, berarti Rp 600 ribu masuk ke pos investasi, dan Rp 400 ribu masuk ke pos proteksi asuransi.

Keuntungan:

  1. Tak seperti asuransi term life, duit premi tetap bisa dicairkan sekalipun tak ada klaim kematian/ kecelakaan.
  2. Perlindungan asuransi jiwa berlaku seumur hidup, bisa mencapai 100 tahun, tergantung perusahaan asuransinya.
  3. Bayar premi asuransi bonus investasi.
  4. Umumnya dilengkapi juga dengan asuransi tambahan lain (rider) seperti tanggungan kecelakaan, cacat total, dll, sehingga manfaatnya jadi lengkap.

Kerugian:

  1. Premi lebih mahal dan dana tanggungan proteksi lebih kecil dibanding asuransi murni.
  2. Manfaat investasi tidak maksimal karena fokus terpecah dengan manfaat proteksi.
  3. Manfaat investasi tak bisa langsung dinikmati. Bahkan ada biaya (biaya akuisisi) yang masih dibebankan pemegang polis hingga 5 tahun.
  4. Tak ada jaminan untung. Seperti investasi lainnya, selalu ada kemungkinan buntung.

Jadi, sebaiknya pilih mana?

Pilih asuransi yang mana
Pilih asuransi yang mana

Buat kamu yang ingin merasakan manfaat proteksi sekaligus investasi, namun gak mau ribet mempelajari investasi, unit link bisa jadi pilihan yang tepat.

Namun, perlu disadari juga bahwa tak bisa berharap terlalu tinggi untuk keuntungan investasi yang didapatkan.

Dengan fokus pembagian dana yang terpecah, dibanding investasi unit link, hasil investasi murni umumnya memberi keuntungan yang jauh lebih tinggi. Di sisi lain, dana proteksi yang didapat pun tak maksimal seperti pada asuransi term life.

Jadi, jika memang ingin mendapatkan imbal hasil investasi, disarankan untuk mengambil produk investasi murni yang terpisah.

Tapi, asuransi berjangka gak berlaku seumur hidup? Bagaimana kalau sudah tua nanti, umur 60-an, misalnya?

Asuransi sampai tua
Asuransi sampai tua

Idealnya, jika memiliki perencanaan keuangan yang baik, saat tua dan tidak lagi produktif kita sudah siap dengan dana pensiun.

Lagipula, pada usia tersebut, anak-anak pun telah beranjak dewasa dan tak bergantung lagi (secara finansial) dengan kita sebagai orangtua. Dengan kata lain, kita tak lagi membutuhkan dana pertanggungan dari asuransi term life.

Asuransi berjangka memungkinkanmu mengatur kontrak asuransi sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, hanya membeli selama masa produktif karena pada masa itulah ada anggota keluarga yang bergantung secara finansial padamu.

Karena itu, asuransi berjangka dengan penawaran premi yang cenderung lebih murah dan dana pertanggungan lebih besar bisa jadi solusi yang lebih bijak.

Ulfa Sekar
Ulfa Sekar

Pernah menjadi anak IT dan bercita-cita menjadi seorang programmer. Lalu berakhir menjadi seorang penulis dan menikmatinya. Semoga tulisan saya bisa berguna buatmu.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

MoneySmart Singapore MoneySmart Indonesia MoneySmart Hong Kong