Banner ImageBanner Image

Traveling ke Luar Negeri, Lebih Baik Pilih Asuransi Perjalanan Cashless atau Reimburse?

3 menit
Asuransi perjalanan cashless vs reimbursi, pilih mana? (Shutterstock)
Asuransi perjalanan cashless vs reimbursi, pilih mana? (Shutterstock)

Asuransi perjalanan menjadi salah satu hal penting yang sayangnya kerap disepelekan oleh banyak traveler. Padahal, asuransi perjalanan ditujukan untuk berjaga-jaga jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Ya, menjelang liburan akhir tahun yang tinggal menghitung hari, gak sedikit orang yang memilih untuk berlibur, baik ke dalam maupun ke luar negeri.

Tapi kebayang gak sih kamu saat lagi seru liburan tapi malah sakit. Bukan hanya gak bisa jalan-jalan, tapi duit juga berkurang untuk berobat. Apalagi buat kamu yang liburan ke luar negeri, tahu sendiri kan kalau biaya berobat itu gak murah.

Nah, asuransi perjalanan itu akan membuat liburan kamu akan terasa lebih tenang lho. Kenapa? Pasalnya, saat kamu membeli asuransi perjalanan, maka pihak asuransi akan menutupi sebagian pengobatanmu di luar negeri.

Untuk asuransi perjalanan itu sendiri biasanya ada dua sistem yang diberlakukan yaitu cashless dan reimburse.

Kedua jenis asuransi perjalanan itu memiliki kebijakan yang berbeda-beda dengan keuntungan yang berbeda pula. Lalu, saat ingin traveling ke luar negeri, lebih baik pilih asuransi perjalanan cashless atau reimburse ya?

Simak yuk plus minusnya di bawah ini:

Asuransi perjalanan cashless

Asuransi perjalanan cashless. (Shutterstock)
Asuransi perjalanan cashless. (Shutterstock)

Asuransi perjalanan cashless yaitu kamu tak perlu memikirkan biaya apapun saat melakukan pengobatan di luar negeri.

Kamu hanya perlu datang ke rumah sakit sembari menunjukkan bukti asuransi cashless dan langsung mendapatkan perawatan hingga selesai.

Berikut adalah beberapa hal yang harus kamu perhatikan jika ingin membeli asuransi cashless.

1. Proses klaim mudah tapi jika ada kelebihan plafon ditanggung sendiri

Sistem cashless memang akan memudahkan kamu jika ingin melakukan klaim, karena seluruh biaya pengobatan rumah sakit akan ditanggung oleh asuransi.

Meski begitu, asuransi cashless ini memiliki batasan plafon. Jadi, jika biaya melebihi plafon, harus ditanggung sendiri.

2. Jumlah premi lebih mahal

Di balik kemudahan klaim yang ditawarkan oleh asuransi cashless, kamu harus merogoh kocek lebih mahal untuk membayar premi dibanding dengan reimburse.

Nah, jumlah premi yang kamu bayarkan setiap bulan akan memengaruhi batasan plafon. Jadi, semakin besar premi kamu, maka akan semakin besar pula plafonnya.

3. Rumah sakit rekanan lebih sedikit

Karena sistem cashless, pihak asuransi harus bekerja sama dengan rumah sakit. Hal itu memengaruhi rumah sakit rekanan yang bisa dibilang memang lebih sedikit dibanding reimburse.

Meski demikian, biasanya perusahaan asuransi akan memberikan daftar rumah sakit rekanan di seluruh dunia. Jadi, bisa kamu cek dulu kan sebelumnya.

Asuransi perjalanan reimburse

Asuransi perjalanan reimburse. (Shutterstock)
Asuransi perjalanan reimburse. (Shutterstock)

Sistem asuransi perjalanan reimburse merupakan kebalikan dari cashless karena proses klaimnya akan sedikit lebih ribet.

Jadi, kamu harus membayar biaya medis dengan menggunakan uang sendiri terlebih dahulu. Setelah itu, kamu baru mengajukan klaim ke pihak asuransi untuk mengganti biaya medis yang sudah kamu keluarkan.

Berikut adalah beberapa hal yang harus kamu perhatikan jika ingin membeli asuransi perjalanan reimburse.

1. Menyiapkan uang lebih

Jika kamu memilih asuransi reimburse, maka kamu harus menyiapkan uang lebih untuk dibawa saat liburan. Pasalnya, kamu harus mengeluarkan uang terlebih dahulu untuk berobat.

Untuk besaran uangnya itu tergantung dari negara mana yang kamu tuju untuk berlibur. Tapi intinya, kalau kamu berlibur ke Eropa, tentu harus menyiapkan uang lebih dibanding kamu liburan di Asia Tenggara.

2. Metode pembayaran biaya medis

Untuk membayar biaya medis bisa menggunakan uang cash, kartu debit maupun kredit. Tapi, disarankan agar kamu membayar menggunakan tunai maupun kartu debit.

Pasalnya, kartu kredit itu lebih rumit dan merugikan karena kurs mata uang itu selalu berubah. Jadi, apabila kamu membayar saat kurs rupiah melemah, maka biaya medis akan lebih mahal dibanding biaya yang seharusnya.

3. Menyertakan surat bukti bayar

Sistem klaim reimburse memang lebih rumit dibanding cashless. Jadi, kamu harus menyertakan bukti bayar. Jika rumah sakit yang di luar negeri tidak menerbitkan kwitansi pembayaran, kamu bisa membuat kwitansi sendiri yang mencantumkan biaya medis secara detail.

Nah, itu dia kelebihan dan kekurangan asuransi perjalanan cashless dan reimburse yang bisa kamu pilih saat ingin berlibur ke luar negeri.

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Taiwan