Punya Bos Galak? Hadapi Pakai 6 Cara Cerdas dan Elegan Ini

4 menit
Atasan

Selain mendapat lingkungan kerja yang enak dan bersahabat, atasan yang superbaik tentu diidamkan setiap pekerja. Sayangnya, banyak atasan di perusahaan-perusahaan yang memiliki sikap keras dan galak.

Terkadang, punya atasan galak itu bikin malas bekerja, hingga membuat seseorang berpikiran untuk resign alias berhenti kerja.

Meski begitu, kondisi tersebut sudah seharusnya dimaklumi setiap pekerja, asalkan sikap galak atasan tidak melampaui batas seperti menggunakan kekerasan dan menggunakan kata-kata kasar.

Pasalnya, bagaimanapun juga kamu tetap membutuhkan dia sebagai atasan untuk membimbing di kantor, dan memberikan pembelajaran berharga dalam dunia kerja.

Buat kamu yang menghadapi kondisi tersebut, simak tips bagaimana bersikap saat mendapatkan atasan galak seperti dilansir dari civilitypartners dan themuse:

Mencoba cari tahu mengapa atasanmu bersikap galak

Cari tahu mengapa atasan galak
Cari tahu mengapa atasan galak

Jika atasan kamu marah-marah, coba cari tahu alasannya tak bisa mengendalikan amarahnya. Di balik sikapnya itu pasti ada penyebabnya, bisa jadi karena kamu berbuat salah, atau kerjaanmu tidak sesuai ekspektasinya.

Kalau karena hal itu, lebih baik kamu pertama meminta maaf kepadanya, lalu menanyakan di mana letak kesalahanmu, dan meminta koreksi darinya.

Nah, kalau kasusnya kayak gini, kamu justru mendapat manfaat dari sikap atasanmu yang galak.

Sehingga, ke depannya kamu bisa melakukan pekerjaan sesuai dengan yang diinginkannya. Harapannya sih kedepannya dia gak marah-marah lagi, ya!

Baca juga:

Punya Atasan Kerja Lebih Muda, Begini Berperilaku Supaya Gak Canggung

Menanyakan ulang perintahnya

Menanyakan ulang perintahnya
Menanyakan ulang perintahnya

Poin yang ini juga salah satu tips meminimalisir kemungkinan dimarahi atasanmu yang galak, yaitu dengan menanyakan kembali perintahnya. Maksudnya memberikan konfirmasi setiap kali ditugaskan melakukan sesuatu.

Misalnya, atasanmu memintamu untuk menelepon klien, ada baiknya kamu mengonfirmasi kembali arahannya. Itu dilakukan untuk meminimalisir kesalahan yang kamu lakukan.

Baca juga:

Jangan Cuma Bisa Merintah, Gini Caranya Jadi Atasan yang Baik dan Menginspirasi

Jangan baper saat diomeli

Jangan baper saat diomeli bos
Jangan baper saat diomeli bos

Siapa sih di sini yang rela diomeli atasan? Pasti semua gak mau dong! Nah, kalau diomeli, lebih baik jangan dimasukkan ke hati.

Anggap saja apa yang dikatakannya hanya angin lalu, tapi jangan melupakan intisari yang membuat atasanmu marah ya.

Intinya sih jangan baper! Karena kalau kamu baper dikhawatirkan malah berdampak ke kinerja kamu.

Kerja jadi gak semangat, atau pikiran teralihkan karena memikirkan omelan bosmu. Kalau sudah seperti itu, takutnya kerjaan kamu terbengkalai, malah tambah diomeli!

Cari Pelampiasan

Cari pelampiasan
Cari pelampiasan

Nah, kalau kamu baperan, coba lakukan kegiatan yang bisa melupakan kamu terhadap omelan atasan. Banyak hal bisa dilakukan, kalau di kantor cobalah berbicara hal-hal di luar pekerjaan dengan rekan-rekan saat jam istirahat.

Kamu juga bisa mengalihkan omelan atasanmu dari pikiran dengan bermain games ringan di ponsel pintar saat waktu kosong. Dijamin deh hal itu ampuh buat mengalihkan pikiran kamu dari bayang-bayang omelan atasan!

Nonton video-video lucu di YouTube yang kamu sukai. Ini mungkin sangat ampuh ketika kita tertawa, paling tidak sesaat melupakan omelan atasanmu. Tapi, ingat! Mungkin hanya sesaat.

Inisiatif

Berinisiatif
Berinisiatif

Coba lebih berinisiatif terhadap atasanmu yang galak. Misalnya, ketika kamu diomeli karena kesalahan yang dibuat olehmu atau timmu, cobalah menawarkan beberapa solusi atas masalah itu.

Lebih bagus lagi kalau kamu bisa memecahkannya, dijamin bosmu yang tadinya marah-marah berubah menjadi lebih lembut.

Karena setiap atasan pasti senang memiliki anak buah yang kreatif dan berinisiatif tinggi. Kalau kamu berhasil menyelesaikan masalah dengan inisiatifmu sendiri, secara tidak langsung derajatmu juga akan naik di mata atasan.  

Sabar

Sabar
Sabar

Tips yang ini kayaknya paling sulit diterapkan deh. Pasalnya, yang namanya manusia pasti wajar tersulut emosi.

Jika atasanmu marah, kamu jangan justru terpancing emosi, cobalah bersikap sabar tenang dan maklumi apa yang dilakukan.

Cobalah beradaptasi dengan sikapnya yang keras tersebut. Setelah cukup mengenal sikap galaknya, kamu bakalan menjadi muka tebal alias kebal terhadap omelannya. Tapi, jangan bersikap acuh ya!

Bagaimanapun juga, atasanmu itu adalah orang yang menilai kinerjamu, penilaian itu tentunya sangat berguna bagi keberlangsunganmu di perusahaan.

Jangan sampai kamu berbalik marah ke atasanmu hanya karena kesal diomeli, bisa jadi kamu bakalan mendapat penilaian buruk karena melawan atasan. Ya mau tidak mau seperti itulah sistem yang diterapkan di perusahaan.

Bagaimanapun atasanmu, kamu wajib mematuhinya. Jadi, sabar-sabar aja ya!

Itu tadi beberapa tips saat berhadapan atau mendapatkan atasan yang galak. Tapi perlu ditanamkan juga dipikiranmu kalau galak itu tidak selamanya negatif kok. Ada dampak positif juga yang bisa kamu peroleh.

Seperti mengetahui keinginan atasanmu, mempelajari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan agar tidak terulang di masa mendatang dan memacu inisiatif kita untuk terus bekerja lebih baik lagi. (Editor: Chaerunnisa)

Okky Budi
Okky Budi

Penggemar Tsubasa yang jadi sarjana sosial. Kini secara sengaja masuk ke dunia finansial. Semoga bisa memberikan tulisan yang bermanfaat buat pembaca.