Dibangun Rp 3 Triliun! Bandara Internasional Mattala Rajapaksa Paling Sepi di Dunia

3 menit

Untuk menunjang segala aktivitas perekonomian sebuah negara tentu pemerintah bakal menyediakan fasilitas terbaik untuk penduduknya. Salah satunya adalah bandara udara, tapi apa jadinya kalau upaya tersebut justru berbuah kurang manis seperti yang terjadi di Sri Lanka?

Didirikan pada tahun 2013 lalu bandara Mattala Rajapaksa diharapkan bisa menampung puluhan ribu penumpang pesawat setiap harinya. Sayangnya jajaran manajemen serta pemerintah harus gigit jari melihat fakta bahwa fasilitas tersebut menyandang gelar airport paling sepi di dunia.

Di Indonesia sendiri kondisi miris seperti itu bisa kita lihat di bandar udara Kertajati yang berada di daerah Majalengka, Jawa Barat. Dibangun dengan standar internasional gak cukup membuat para maskapai memindahkan penerbangannya ke sana. Padahal biaya yang dikeluarkan gak sedikit mencapai Rp 2,6 triliunan.

Gak berbeda jauh dengan Kertajati, bandara Mattala Rajapaksa pun dibangun dengan dana sekitar Rp 3 triliunan.

Mengutip dari The Hindu, FYI pengoperasian Mattala Rajapaksa udah diambil alih oleh pemerintah India beberapa tahun lalu dalam upaya menyaingi China yang udah menguasai pelabuhan di kawasan itu. Total investasinya gak main-main sekitar Rp 4,2 triliun.

Daripada terus penasaran mending kita langsung lihat aja nih penampakan bandar udara Matalla Rajapaksa berikut ini:

Baca juga: Kayak Hotel Bintang Lima, Ini 10 Kabin Pesawat Terbaik di Dunia

Berdiri di lahan seluas 8.093 meter persegi

bandara udara
Berdiri di lahan seluas 8.093 meter persegi, (www.aecom.com).

Layaknya bandara udara yang berskala dunia dibutuhkan lahan yang gak sedikit buat mengakomodir segala macam sarana dan prasarana mulai dari terminal, tempat parkir pesawat hingga jalur laju pesawat yang panjang.

Oleh karena itu pemerintah Sri Lanka telah menyiapkan tanah sebesar 8.093 meter persegi di selatan negara tersebut.

Lapangan parkir banyak tapi gak ada mobil sama sekali

bandara udara
Lapangan parkir banyak tapi gak ada mobil sama sekali, (Forbes.com).

Berbeda banget situasinya kalau kita pergi ke bandara udara Soekarno Hatta di sini kamu gak bakal ngeliat antrian mobil yang panjang buat menjemput atau sekedar parkir kendaraannya. 

Justru suasana sepi layaknya lapangan gak terpakai yang bisa dilihat oleh mata.

Terminal yang sangat sepi dan hanya dihiasi oleh sebuah patung Budha

bandara udara
Terminal yang sangat sepi dan hanya dihiasi oleh sebuah patung Budha, (forbes.com).

Masuk ke dalam terminalnya kita bakal disajikan dengan fenomena yang bikin bingung karena hampir gak ada orang lalu lalang sama sekali buat menunggu pesawat.

Jangankan penumpang, para petugas yang harusnya berjaga pun terlihat kosong menjaga pintu masuk bandara udara.

Gak ada pesawat yang berhenti guna mengangkut penumpang

bandara udara
Gak ada pesawat yang berhenti guna mengangkut penumpang, (Forbes.com).

Kalau gak ada penumpang mana ada pesawat yang mau mampir ke bandara internasional Mattala Rajapaksa.

Fenomena miris ini bisa dilihat dari gambar di atas di mana gak ada sama sekali pesawat yang mau bersandar di landasan ini.

Di restorannya pun gak terlihat banyak makanan

bandara udara
Di restorannya pun gak terlihat banyak makanan, (Forbes.com).

Seorang penjaga akhirnya terlihat ini bandara ini. Tepatnya seorang pramusaji yang menjaga tempat makan dengan ukurannya terbilang kecil.

Kondisi dapur pun terlihat bersih bukan karena pelayannya rajin membersihkan melainkan karena emang gak banyak sajian yang disiapkan untuk para pelanggan.

Akses jalan menuju Mattala Rajapaksa terlihat kosong

bandara udara
Akses jalan menuju Mattala Rajapaksa terlihat kosong, (Forbes.com).

Nah yang paling mengenaskan bisa dilihat dari akses jalan sangat luas tetapi gak ada satu mobilpun melewatinya.

Berapa miliar coba bayangin uang yang digunakan buat membangun fasilitas jalanan tersebut ya kira-kira?

Nah itulah penampakan bandara udara internasional paling sepi di dunia yakni Mattala Rajapaksa di Sri Lanka. Semoga bandara Kertajati yang ada di Jawa Barat kedepannya gak memiliki nasib yang serupa seperti itu ya, guys! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Christantio Utama
Christantio Utama

Milenial yang merintis karier lewat dunia keuangan, karena segalanya butuh uang tapi uang bukanlah segalanya. Penonton setia Digimon dan penggemar olahraga otomotif Formula 1