Katanya Lebih Untung Nabung di Digital Banking, Benar Gak Tuh?

4 menit
Bank konvensional
Nabung di bank konvensional atau digital bank (Pixabay)

Selama ini, orang terbiasa menabung di bank konvensional. Namun, sekarang menabung menjadi kegiatan yang mudah, dan praktis dilakukan sejak adanya inovasi digital banking.

Kalau di bank tradisional, orang-orang yang pengin menabung mesti mendatangi kantor cabang bank di sekitarnya, di digital bank malah gak ada keharusan buat datang ke bank. Orang-orang bisa membuka rekening tabungan melalui smartphone miliknya.

Jelas dengan cara tersebut, pembukaan rekening tabungan digital banking tampaknya lebih menarik ketimbang di bank konvensional. Meski begitu, belakangan ini bank tradisional mulai menawarkan pembukaan rekening tabungan secara online.

Lalu, pertanyaannya, lebih menguntungkan membuka rekening tabungan di bank konvensional atau digital banking? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada baiknya simak dulu ulasan berikut:

Apa itu bank konvensional? Dan apa digital banking?

Bank konvensional
Perbedaan bank tradisional dan digital banking (Unsplash)

Meski keberadaannya sudah lama, masih ada yang belum tahu apa itu bank konvensional. Sejauh ini, keberadaan bank satu ini dihadapkan dengan keberadaan bank syariah.

Bedanya, bank syariah menjalankan kegiatan perbankan berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Sementara bank tradisional, menjalankan kegiatannya menurut konvensi atau kesepakatan.

Dari perbedaan tersebut, bank konvensional merupakan bank yang didirikan dan dijalankan sesuai dengan hukum atau undang-undang yang berlaku di suatu negara. Di Indonesia, perbankan diatur Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998.

Kalau begitu, bagaimana dengan digital banking? Pada dasarnya, digital banking masih menjadi bagian dari bank konvensional. Perbedaannya terletak pada layanan yang ditawarkan.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), layanan perbankan digital atau digital banking adalah layanan atau kegiatan perbankan yang dilakukan lewat sarana elektronik atau digital milik bank sehingga membuat calon nasabah bisa melakukannya secara mandiri.

Perbedaan mendasar dari layanan bank konvensional dan digital banking itu selain kecepatan dan kepraktisan, juga mengenai pihak-pihak yang dilibatkan dalam layanan tersebut.

Kalau di bank tradisional, kita masih butuh teller atau customer service, di digital banking kita melakukannya sendiri karena sistemnya memungkinkan untuk itu. Makanya layanan digital banking itu gak ribet.

Baca juga: Pinjaman Bank Itu Sangat Membantu, Tapi Bikin Rugi Kalau Dipakai Buat Hal Ini

Beda bank konvensional dan digital banking di Indonesia, untung yang mana?

Selain mengetahui penjelasan di atas, kamu juga perlu tahu nih perbedaan bank konvensional dan digital banking di Indonesia supaya tahu mana yang menguntungkan. Cek yuk bedanya!

1. Bunga tabungan digital banking bisa 5 persen, bank konvensional sanggupnya < 1 persen

Bank konvensional
Bunga tabungan digital banking bisa 5 persen, bank tradisional sanggupnya < 1 persen (Unsplash)

Banyak orang yang mengeluhkan kecilnya bunga tabungan yang ditawarkan bank-bank konvensional di Indonesia. Bahkan, bunga tersebut belum bisa menutupi biaya-biaya semisal biaya administrasi yang dibebankan ke nasabah.

Sekadar diketahui, bunga tabungan yang ditawarkan bank-bank tradisional raksasa di Indonesia < 1 persen per tahun.

Katanya untuk menutupi beban biaya administrasi yang rata-rata Rp 20 ribuan, nasabah mesti punya saldo rekening sebesar Rp 25 jutaan.

Keluh kesah inilah yang coba dijawab digital banking dengan menawarkan bunga tabungan yang lebih besar. Di Indonesia ada dua bank besar yang menawarkan inovasi digital banking. Salah satunya, ada yang memberi bunga bisa mencapai 5 persen per tahunnya.

Baca juga: Sering Pakai Internet Banking? Ini 4 Hal Tabu yang Gak Boleh Dilakukan

2. Biaya administrasi di bank konvensional Rp 10 ribu – Rp 20 ribu, sedangkan di digital banking biayanya gratis

Bank konvensional
Biaya administrasi di bank tradisional Rp 10 ribu – Rp 20 ribu, sedangkan di digital banking biayanya gratis (Unsplash)

Gak cuma tawaran bunga yang besar, digital banking di Indonesia memberi tawaran bebas biaya administrasi alias gratis. Enak banget, kan?

Bukan cuma biaya administrasi yang gratis, biaya pembukaan dan biaya penutupan rekening juga gratis.

Begitu pun biaya akun dorman (gak ada transaksi selama enam bulan) juga gratis. Selain itu, gak ada yang namanya saldo minimal atau saldo mengendap.

Lain dengan bank konvensional yang memberlakukan biaya administrasi di kisaran Rp 10 ribu – Rp 20 ribu per bulannya. Ini masih ditambah biaya-biaya lainnya, seperti biaya penutupan hingga adanya saldo minimum.

3. Transfer antarbank gak ada biayanya di digital banking, sedangkan bank konvensional kena biaya Rp 6.500

Bank konvensional
Transfer antarbank gak ada biayanya di digital banking, sedangkan bank konvensional kena biaya Rp 6.500 (Unsplash)

Masih ada lagi keuntungan lain yang kamu bisa peroleh dari menabung di digital banking. Salah satunya, biaya transfer antarbank yang gratis.

Di salah satu digital banking yang ada di Indonesia, ada jatah transfer antar bank gratis buat nasabahnya. Tentu saja, ini bisa menghemat uangmu untuk biaya transfer.

Berbeda dengan bank konvensional yang memberlakukan biaya sebesar Rp 6.500 sebagai biaya transfer buat setiap transaksi antarbank. Namun, ada juga sih yang biayanya Rp 4.000 kalau kebetulan banknya adalah bagian dari jaringan ATM Link.

4. Tarik uang tunai di ATM mana pun pakai kartu debit digital banking bebas biaya, sedangkan bank tradisional berbiaya Rp 6.500

Paling malas kalau tarik tunai dilakukan di ATM Bersama atau ATM lain. Pasalnya, ada biaya yang dibebankan atas tarik tunai tersebut. Penetapan biaya ini masih berlaku di bank-bank konvensional.

Sementara di digital banking, gak ada yang namanya tarik tunai di ATM bank lain atau ATM Bersama kena biaya. Namun, ada jatah penarikannya. Jadi, lakukan penarikan pada saat penting aja.

Itulah perbedaan antara digital banking dan bank konvensional. Gimana menurutmu? Lebih untung menabung di bank konvensional atau digital banking? (Editor: Chaerunnisa)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!