Begini Lho Cara Menghitung Tarif Listrik yang Benar

4 menit
listrik pintar
Cek tagihan listrik (Liputan6)

Buat pengguna listrik pascabayar, maka sudah wajib buat kamu untuk mengetahui cara menghitung tarif listrik yang benar. Cara ngitungnya pun gak bisa cuma dikira-kira lho, tapi memang ada rumusnya sendiri.

Waduh, kalau bicara rumus berarti ribet kah cara menghitungnya? Gak kok, gak ribet. Tapi untuk mempermudah dalam menghitungnya, bakal ada langkah-langkah yang harus kamu lakukan terlebih dulu.

Intinya dengan mengetahui cara menghitung tarif listrik ini, kamu bakal lebih berhati-hati deh dalam urusan membeli perabotan rumah. Selain itu, hal ini juga bisa berguna untuk mencegah kebobolan pengeluaran karena bengkaknya tarif listrik.

Tanpa berlama-lama lagi, yuk ikuti langkah-langkah ini sebelum kamu menghitung tarif listrikmu. Berikut ulasannya.

1. Ketahui dulu golongan tarif listrikmu

cara menghitung tarif listrik
Ketahui dulu tarifnya, baru deh bisa dihitung semuanya (Republika)

Baiklah, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mengetahui golongan tarif listrik di rumahmu. Nah golongan tarif itu disesuaikan dari batas daya listrik juga lho.

Udah tahu kan kalau ada beberapa golongan tarif listrik rumah? Ada yang 900 VA, 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA, 4.400 VA, 5.500 VA, dan 6.600 VA ke atas. Memang sih ada rencana penyederhanaan tarif listrik, tapi sampai sekarang belum ada keputusannya dari pemerintah RI.

[Baca: Daya Listrik PLN Naik, Lakukan 7 Hal Ini Biar Tetap Hemat]

Tarif listrik pun dibedakan untuk beberapa golongan. Yang golongan 900 VA dikenakan Rp 1.352 per kWH. Sedangkan untuk yang 1.300 VA-5.600 VA ke atas tarifnya Rp 1.467,28 per kWH.

Anggap saja kamu menggunakan listrik di golongan 3.300 VA. Jadi tarif listrik yang bakal berlaku untukmu adalah 1.467,26 per kWH.

2. Cek perabotan rumah yang butuh listrik

cara menghitung tarif listrik
Tagihan tiba-tiba bengkak? Bisa jadi salahmu sendiri (Liputan6)

Setelah tahu golongan listriknya, yuk ketahui perabotan mana saja yang memang menyedot listrik. Gak cuma kulkas ya, lampu-lampu juga didata dan diketahui berapa konsumsi listriknya. Misalnya:

– 7 lampu dengan daya 30 watt
– 1 unit AC 1 PK dengan daya 750 watt
– 1 unit LED TV 43 inci dengan daya 50 watt
– 1 set sound system dengan daya 10 watt
– 1 setrika listrik dengan daya 350 watt
– 1 unit kulkas dengan daya 300 watt
– 1 unit mesin cuci dengan daya 350 watt

Bila semua sudah dicatat, mari ilustrasikan berapa lama perangkat itu bakal diaktifkan. Tentu saja gak mungkin kan AC dan lampu nyala selama berhari-hari. Lain halnya dengan kulkas  yang memang harus On.

Estimasi konsumsi tarif listrik

– 7 lampu nyala dalam dari pukul 18.00 hingga 06.00 alias 12 jam. Dengan asumsi, jam 06.00 kamu sudah berangkat ngantor so, lampu-lampu rumah pasti dimatikan. Maka total daya dari lampu dalam satu hari adalah 7 x 30 watt x 12 jam = 2.520 watt
– 1 unit AC yang dipasang ketika kamu nyalakan ketika kamu mau tidur. Sebut saja pukul 21.00 hingga 05.00 alias delapan jam. Maka total daya dari penggunaan AC dalam sehari adalah 750 x 8 = 6 ribu watt
– LED TV yang cuma menyala lima jam sehari saja mengingat kamu sibuk bekerja. Konsumsi dayanya dalam sehari adalah 50 x 5 jam = 250 watt
– Sound system yang jarang banget dipakai, paling hanya dua jam sehari karena dalam sehari kamu cuma bisa nonton film dengan durasi pendek. Sound system itu bakal menyedot daya 10 x 2 = 20 watt
– Setrika listrik yang dipakai selama dua jam, maka konsumsi dayanya 350 x 2 = 700 watt
– Kulkas yang tentunya menyala selama 24 jam. Pasti konsumsi dayanya jadi 300 x 24 = 7.200 watt.
– Dan yang terakhir, mesin cuci yang dipakai selama dua jam sehari. Maka dayanya  350 x 2 = 700 watt.

3. Cara menghitung tarif listrik dalam satu hari

cara menghitung tarif listrik
Ayo dihitung dulu sebelum cekak (Liputan 6)

Langkah selanjutnya adalah menjumlahkan total konsumsi daya listrik dalam masing-masing perabotan. Begini contohnya.

2.520 watt + 6.000 watt + 250 watt + 20 watt + 700 watt + 7.200 watt + 700 watt = 17.390 watt dalam sehari.

Ingat lho, hitungan tarif listrik itu menggunakan satuan Kwh alias Kilowatt per hour atau jam. Untuk mendapatkan satuan Kwh, maka 17.390 watt : 1000 = 17,39 kWh.

Setelah kamu mendapatkan angka konsumsi listrik rumahmu dalam satuan Kwh, maka tinggal kamu kalikan saja dengan tarif dasar listrik per golongan. Jika per Kwh adalah Rp 1.467,26 maka biaya listrikmu dalam sehari adalah:

17,39 Kwh x Rp 1.467,26 = Rp 25.515,65

Jika dalam sehari biaya listrikmu sebesar itu, tagihan listrikmu dalam sebulan kurang lebih:

Rp 25.515,65 x 30 hari = Rp 765.469,5.

Tapi itu semua dengan catatan, perabotan benar-benar aktif dalam waktu yang tertera ya. Jika AC-nya nyala sampai 10 jam, atau setrikaannya nyala dalam tiga jam saja, tentu sudah berubah angkanya.

Oleh karena itu, hati-hati ya sama penggunaan perabotan rumah. Kalau sampai kita teledor, tentu tagihan listrik bisa bengkak lho.

[Baca: Biaya Listrik Naik Terus? Cobain Pakai Panel Surya Yuk! Ini Biaya yang Bakal Kamu Keluarin]

Gimana guys, mudah kan cara menghitung tarif listrik? Selain bisa bermanfaat buat menghemat tagihan, tentu saja kamu bisa menggunakan cara ini sebelum memutuskan beli perabotan rumah yang baru.

Daripada ngira-ngira, mending dihitung langsung kan. Dengan begitu, gak bakal kaget lagi deh kalau lihat angka tagihan listrik tiap bulan. Bujet bulanan pun pasti bakal lebih aman.

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.