Beli Apartemen dengan Tunai Bertahap? Gini Lho Maksudnya

3 menit
beli apartemen

Pengin beli apartemen dengan cicilan, tiba-tiba ditawari teman buat ikut mekanisme pembelian dengan sistem tunai bertahap.

Apa tuh? Kok tunai tapi bertahap? Apakah sama dengan cicilan kredit pemilikan rumah (KPR)?

Bayar tunai bertahap adalah mekanisme pembayaran yang biasanya disediakan langsung oleh pengembang. Ini emang umum ditawarkan oleh pengembang apartemen. Cara pembayarannya sebetulnya sama dengan cicil. Tapi cicilnya ini bukan seperti KPR.

Apa yang beda? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini:

1. Uang muka jauh lebih besar

beli apartemen
Udah apartemen mahal,dpnya gede pula (Jaka Santana/Flickr)

DP atau uang muka yang harus dibayar jika kamu beli apartemen dengan tunai bertahap lebih tinggi. KPR bank mungkin cuma 20 hingga 30 persen, tapi kalau tunai bertahap bisa 50 persen.

Mengapa demikian? Jelas aja karena pengembang yang menanggung risiko jika terjadi gagal bayar dari si pembeli.

Bisa dikatakan bahwa merekalah yang menalangi pembiayaan pembangunan hunian tersebut. Makanya, mereka gak pengin rugi.

2. Beban bunga rendah, tapi….

beli apartemen
Jangan terkecoh cicilan 0 persen atau bunga rendahnya doang (Gusto gos/Flickr)

Bisa dibilang, bunga yang diberlakukan buat cicilan tunai bertahap ini cukup rendah dan bergantung dengan tenornya. Bahkan ada juga pengembang yang menetapkan bunga nol persen buat tenor di bawah satu tahun.

Kok bisa? Ya jelas bisa banget, wong tanpa bunga aja si pengembang udah dapat keuntungan yang besar dari pembelian rumah.

Tapi asal kamu tahu nih, walau bunganya gak besar atau bisa nol persen, cicilannya tetap berasa berat. Mengapa demikian? Jawabannya ada di poin ketiga.

3. Gak bisa ambil tenor panjang

beli apartemen
Tenor pendek cicilan gede, apa siap? (Mister Propertykita/Flickr)

Cicilan bakal terasa berat karena tenor yang kamu ambil gak bakalan bisa panjang. Lain banget sama bank yang bisa menetapkan tenor hingga 25 tahun asalkan usia debitur masih di bawah 60 tahun atau belum memasuki masa pensiun.

Palingan nih, jika kamu pengin beli apartemen dengan tunai bertahap, tenor maksimalnya 60 bulan alias lima tahun aja. Hitung-hitung deh berapa yang harus dikeluarkan dalam sebulan kalau tenornya sebentar banget.

Tapi itu tetap gak masalah sepanjang emang cocok dengan kondisi keuanganmu. Selama cicilan gak melebihi 30 persen dari total pendapatan tetap aman kok. Tapi kalau udah lebih dari itu, kesehatan finansialmu jelas bakal terganggu.

4 . Metode gampang tapi risiko tinggi

beli apartemen
Gampang tapi risiko tinggi? berani coba (Hitam Putih/Flickr)

Cicilan dengan tunai bertahap emang mudah dan cepat dalam proses persetujuannya. Gak seperti KPR bank yang prosesnya cenderung memakan waktu. Kok bisa?

Ya jelas bisa, karena persetujuan kredit ini gak melalui bank. Kamu cuma butuh Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dengan pihak developer. Setelah mencapai kesepakatan, kamu pun bisa langsung mencicil.

Walaupun terlihat praktis dan gak bertele-tele, kamu tetap harus waspada lho. Apalagi jika apartemen atau hunian yang pengin kamu beli masih inden alias belum jadi dan masih berupa tanah kosong.

Pelajari dulu reputasi developer yang bersangkutan. Proyek apa yang udah mereka kerjakan? Apa ada masalah di sana? Berapa lama pengerjaannya? Kalau kamu udah bisa jamin ini, artinya pengembang emang punya nama dan gak ada niat buat tipu-tipu.

Itulah empat hal yang harus kamu ketahui soal beli apartemen dengan sistem tunai bertahap.

Metode cicilan langsung ke developer itu emang gak bakal terpengaruh sama suku bunga bank. Beban bunganya juga bisa tetap dan proses pengajuannya gampang. Intinya, lebih sederhana ketimbang KPR. Tapi cicilannya berat, risikonya juga besar.

Selama kamu beli apartemen yang udah jadi, mungkin gak bakal jadi masalah. Tapi jika inden, ya harus ekstra waspada deh. Lebih baik tunda dulu atau lakukan penyelidikan lebih lanjut.

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.