Terkuak! Ini 6 Tipe Pembeli Mobil di Indonesia, Kamu yang Mana Nih?

4 menit
Pembeli mobil sedang bernegoisasi dengan penjual (Shutterstock).

Gak cuma konsumen online shop, orang-orang yang mau beli mobil juga punya karakteristik yang berbeda-beda. Gak heran kok lantaran mobil bukanlah barang murah, butuh kehati-hatian ekstra dalam memilih mobil.

Meski harganya terus mengalami depresiasi, mobil sejatinya adalah aset. Bisa dijual lagi tapi harganya sudah pasti turun alias gak kayak properti.

Salah pilih mobil udah pasti rugi duit yang gak sedikit. Belum lagi, jual mobil juga butuh waktu.

Kalau mau cepat harganya bisa anjlok tapi kalau sabar, ya bisa jadi penawar siap menaikkan harga.

Terdapat enam kriteria pembeli mobil yang harus kamu ketahui. Kira-kira kamu masuk kriteria yang mana ya? Yuk simak ulasannya di bawah sini.

beli mobil
Tipe-tipe pembeli mobil. (MoneySmart/Indri Solihin)

Baca juga: Yuk Nostalgia! Merek Mobil Terkenal Ini Diambil dari Nama Hewan Lho

1. Si anti-mobil bekas

mobil bekas
Belum tentu showroom-showroom mobkas punya promo lho (poskota)

Mereka yang selalu beli mobil baru beranggapan bahwa, membeli mobil bekas sangat berisiko. Belum tentu mobil bekas di showroom yang penampakannya mulus-mulus, juga punya mesin atau sparepart yang masih prima.

Si anti-mobil bekas berpikir, beli mobil baru atau bekas bisa jadi sama saja. Ketika beli mobil bekas tapi sparepartnya harus diganti, ujung-ujungnya kita keluar duit lebih besar lagi.

2. Si anti-mobil baru

dfsk glory
DFSK Glory 580 (Kompas)

Nah kalau yang ini jelas rivalnya si anti-mobil bekas. Pembeli mobil ini justru lebih suka berburu mobil bekas di showroom atau situs jual beli.

Mereka siap merelakan waktunya untuk cek fisik dan test drive ke showroom-showroom, walau akhirnya mereka sulit mendapatkan mobil dengan kondisi atau spesifikasi yang mereka mau.

Alasan mereka beli bekas adalah karena mahalnya harga mobil baru. Bagi mereka beli mobil baru ruginya dobel, rugi pas beli dan rugi juga pas jual. Mending beli bekas sekalian, bisa ditawar dan walau dijual harganya turun tentu gak rugi-rugi amat.

Baca juga: Mobil Low MPV Terbaru Pabrikan Jepang yang Harganya di Bawah Rp 200 Jutaan

3. Si anti-rugi

kredit mobil bekas tanpa dp
Kredit mobil

Maunya beli mobil baru tapi gak mau rugi karena harga mahal. Emangnya bisa gitu?

Si rugi selalu update soal informasi-informasi pameran mobil atau diskon mobil yang ada di media. Karena di pameran itulah sales-sales bisa memberikan diskon yang menggiurkan pada konsumen.

Diskon-diskon itu diberikan lantaran produsen mau menghabiskan stok lama. Ada yang bisa sampai belasan atau puluhan juta lho.

4. Fans fanatik Jepang

Nissan Evalia, mobil buatan Jepang yang disuntik mati. (Instagram/@nissanid)
Nissan Evalia, mobil buatan Jepang yang disuntik mati. (Instagram/@nissanid)

Semua tentu tahu bahwasannya mobil Jepang merupakan mobil yang paling diminati di Indonesia. Hal itu disebabkan karena distributor dan jaringan servisnya di mana-mana, perawatan mudah, lalu onderdil selalu tersedia.

Di samping itu para fans fanatik mobil Jepang selalu berargumen bahwa, mobil Jepang harga jualnya stabil. Kalau mobil Eropa, Amerika, atau non-Jepang lainnya pasti anjlok.

Ungkapan itu memang ada benarnya tapi gak semuanya juga benar.

Anjlok tidaknya resale value sebuah mobil ditentukan dari kondisi serta tipe mobil. Gak sedikit kok mobil pabrikan Jepang yang sulit dijual lagi, terutama yang kapasitas mesinnya besar tapi menggunakan bahan bakar bensin dan bertransmisi otomatis. Mobil boros BBM itu jelas lebih lama larisnya ketimbang yang 1.500 cc ke bawah.

Baca juga: Pengin Liburan Mewah Tapi Gak Menguras Kantong? Begini Caranya

5. Si anti-mainstream

Membeli mobil baru secara kredit
Membeli mobil baru secara kredit

Ogah beli mobil yang dinilai pasaran atau mobil sejuta umat. Dia pun memilih mobil-mobil yang gak umum dibeli masyarakat.

Tapi risikonya ya mobil-mobil tersebut jadi susah dijual. Dan belum lagi kalau akhirnya pilihan jatuh ke mobil non-Jepang, perawatan pun jadi lebih mahal, belum lagi pajak mobilnya pun gak murah.

6. Si gak mau ambil risiko

Kredit mobil baru

Daripada beli-beli gak jelas ujung-ujungnya rugi, mending beli yang pasti-pasti aja alias mobil paling laris di pasaran. Gak masalah mau dibilang mobilnya mobil sejuta umat atau gimana, yang penting intinya punya mobil yang bisa dimanfaatkan buat transportasi sehari-hari.

Membeli mobil sejuta umat memang banyak untungnya. Pertama adalah sparepartnya terlalu tersedia di bengkel, dan yang kedua adalah resale valuenya stabil.

Meski demikian, kerugiannya adalah mobil seperti ini jarang didiskon. Maklum saja paling laris alias demandnya juga banyak.

Itulah enam karakteristik mereka yang beli mobil di Indonesia dan harus kamu ketahui. Kira-kira dari satu sampai enam, kamu tipe yang mana? (Editor: Winda Destiana Putri).

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.