Beli Rumah, Baiknya Sebelum atau Sesudah Nikah Ya?

4 menit
Beli Rumah

Kalau disuruh milih beli rumah sebelum menikah atau sesudah nikah, mana yang jadi pilihanmu nih? Kira-kira di antara dua pilihan itu, mana ya yang menguntungkan kamu secara finansial?

Bisa dikatakan bahwa, memiliki rumah atau hunian merupakan keinginan semua orang. Jelas banget, rumah atau papan adalah kebutuhan pokok.

Ketika kebutuhan yang satu itu belum terpenuhi, maka salah besar kalau kita sibuk memikirkan kebutuhan lain yang bukan kebutuhan pokok. Yang ada kita gak bakal kesampean beli rumah karena harganya naik terus dari tahun ke tahun.

Tapi saat kamu dihadapkan dengan dua pilihan, yaitu membeli rumah dan menikah, manakah yang kiranya bakal kamu dahulukan?

Menikah juga butuh biaya besar lho, apalagi jika itu adalah pernikahan adat. Belum lagi resepsi pernikahan yang biayanya setara atau kadang lebih besar daripada uang muka alias DP rumah.

Buat kamu yang lagi galau sama hal ini, yuk mari kita ketahui soal keuntungan membeli rumah sebelum dan sesudah menikah. Berikut ulasan lengkapnya.

Beli rumah sebelum nikah

beli rumah
Hmmm kalau masih lajang udah punya rumah, calon mertua pasti pede nih menyetujui hubunganmu. Wong udah punya aset (Kompas)

1. Beban finansial belum besar

Buat sebagian besar pria, beban finansial pria lajang masih tergolong ringan. Kamu tentunya belum memiliki tanggungan berupa istri atau anak.

Tantangannya mungkin cuma satu, yaitu kamu harus mengerem keinginanmu untuk belanja konsumtif, atau menekan pengeluaran yang sifatnya berkaitan sama hobi. Itu saja, gak ada yang lain.

Apabila kamu hendak membeli hunian ini secara kredit, pastikan bahwa karirmu di perusahaan tempatmu bekerja stabil selama beberapa tahun ke depan. Dan wajib bagimu untuk selalu sedia dana darurat minimal sebesar enam bulan gaji.

[Baca: Gak Cuma di Tabungan, Dana Darurat Juga Bisa Disimpan di…]

2. Harga rumah belum naik

Semuanya tahu, harga rumah selalu mengalami kenaikan seiring dengan berjalannya waktu. Membeli rumah hari ini, tentu harganya lebih murah ketimbang membelinya bulan depan di kawasan yang sama.

Dengan membelinya sebelum menikah, tentu kamu bisa mendapatkan harga yang lebih murah walaupun angkanya masih ratusan juta. Ada baiknya untuk mempertimbangkan hal ini, dan kalau memang sudah mantap ya silahkan berburu rumah idamanmu dan kumpulkan uang untuk DP.

[Baca: Masih Lajang Beli Rumah Gak Ada Salahnya Kok, Ini Alasannya]

3. Kamu sudah punya aset!

Punya rumah sebelum nikah tandanya kamu sudah punya aset. Aset itu jelas saja bisa dijaminkan untuk pinjaman dana, atau dijadikan sumber pendapatan dengan disewakan. Uang sewanya bisa buat nambah biaya pesta pernikahanmu.

Seandainya rumah sudah terlanjur dibeli, dan di kemudian hari usai menikah ternyata pasanganmu merasa gak sreg sama lokasinya, maka rumah itu bisa dijual. Apabila masih dikredit, tentunya bisa over kredit dan kamu gak bakalan rugi sama hal ini.

Sebelum menjual rumah, pastikan kamu sudah mencari alternatif rumah lain yang harga dan lokasinya sesuai. Jangan jual rumah dulu terus sementara waktu tinggal di rumah orangtua atau mertua.

Beli rumah sesudah nikah

beli rumah
Kalau sudah nikah, bisa patungan beli rumahnya (Tribunnews)

1. Bisa patungan dengan pasangan

Tentu saja, keuntungan yang bisa kamu dapat ketika beli rumah usai menikah adalah membelinya dengan cara patungan bersama pasangan. Tapi itu dengan catatan, pasanganmu juga memiliki penghasilan, harus ada kesepakatan joint income antara kedua belah pihak.

Metode ini tentunya bakal meringankan beban finansial perbulan. Jika ada dana lebih, tentu kamu bisa menginvestasikannya untuk biaya pendidikan anak atau yang lain.

2. Berpotensi dapat rumah lebih layak

Usai menikah, sudah pasti apapun yang namanya pengeluaran tentu dirundingkan termasuk yang membeli rumah. Dari hasil berunding itu, tentu bakal muncul keputusan mengenai rumah mana yang bakal dibeli.

Suami mungkin berpikir soal rumah mana yang harganya kompetitif. Namun sang istri bisa memberi masukan soal rumah yang lebih layak.

Bila pilihan sudah pas, maka Pe-Er selanjutnya ya tinggal bayar cicilan atau merenovasi bagian rumah yang perlu. Sudah ada hunian, ya tinggal fokus sama kebutuhan selanjutnya.

3. Ada potensi mendapat dana tambahan

Poin ketiga ini bisa tercapai seandainya kamu dan pasangan gak menggelar resepsi yang mewah. Potensi tambahan dana bisa didapat dari amplop-amplop resepsi pernikahan yang diberikan oleh para tamu.

Tapi balik lagi lho, ini semua sifatnya untung-untungan. Gak semua resepsi pernikahan bakal balik modal dengan adanya amplop pemberian tamu.

Namun intinya, dengan menggelar resepsi yang sederhana maka besar peluangmu untuk bisa menabung beli rumah. Kamu gak bakal duit dalam jumlah besar untuk pesta, dan sisa uangnya bisa buat dp rumah. Setuju gak?

[Baca: Pesta Pernikahan Murah Meriah, Simak Deh 6 Trik Sederhana Berikut]

Mana yang lebih untung?

beli rumah
Pilihlah rumah sesuai dengan bujet (Liputan6)

Setelah membaca tiga keuntungan di atas, kira-kira mana yang lebih untung bagimu? Beli rumah sebelum atau sesudah nikah?

Jawabannya ya tergantung dengan situasimu saat ini. Jika memang kamu masih tinggal di rumah orangtua dan gak jadi tulang punggung, maka beli rumah saat lajang adalah pilihan yang tepat.

Tetapi jika orangtuamu sudah tidak lagi bekerja dan kamu harus menghidupi adik-adikmu, maka lebih baik kamu membeli rumah saat sudah menikah saja. Sebelum menikah, prioritaskan saja pengeluaranmu untuk membantu keluarga sembari menabung buat beli rumah deh.

 

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.