Beli yang Baru Gak Sanggup? Yuk, Berburu Barang Bekas Bermerek!

4 menit
barang bekas
Beli yang Baru Gak Sanggup? Yuk, Berburu Barang Bekas Bermerek!, (Ilustrasi/Shutterstock).

Siapa yang suka memakai dan pandai mencari barang bekas? Pasti dari kamu juga ada nih memakai barang bekas tanpa perlu merasa gengsi!

Mungkin selama ini kamu mencari deretan barang bekas dengan kualitas masih bagus biasanya di e-commerce maupun online shop yang menjual barang preloved! Nah, seperti dikutip dari Okezone.com, Minggu, (16/6/2019), buat kamu yang doyan banget menggunakan barang bekas tapi bermerek bisa lho berburu di sini.

Sejatinya gak selamanya nih barang bekas memiliki kulaitas yang buruk dan penampilan gak oke. Asalkan kamu pintar-pintar memilih barang “second hand” dan memadupadankan, penampilan mu keseharian bakal ciamik banget nih.

Atau kamu yang gemar membeli barang mewah dengan berbagai merek dari desainer papan atas bisa lho menjualnya di sini. Bagi kamu pengguna barang bermerek dan cepat bosan dengan modelnya bisa kok menjualnya.

Dalih pengin memiliki koleksi terbaru, gak ada salahnya lho kamu menjualnya dengan cara online maupun menaruhnya di store preloved. Di zaman yang serba digital emang sangat memudahkan nih bagi kamu yang pengin menjual barang-barang bekas mu tapi datang dari merek-merek mahal, bisa kok!

HuntStreet tempatnya berburu barang mewah 

HuntStreet tempatnya buat berburu barang “second hand”, (Ilustrasi
/Shutterstock).

Jika bingung, kamu bisa nih menjual barang bekas di online platform yang menampung barang-barang mewah pre-owned bernama HuntStreet. HuntStreet sendiri udah berdiri sejak tahun 2015, toko yang menyediakan barang-barang bekas namun mewah ini terletak di Jalan Sumenep No. 24, Menteng, Jakarta Pusat. Berawal dari cuma online, akhirnya HuntStreet mendirikan offline mereka lantaran banyaknya permintaan dari pelanggan terutama pecinta barang bekas.

“Setiap kita menggelar event itu, customer selalu bilang kenapa nggak bikin toko offline karena mereka ingin melihat second hand goods. Karena kadang-kadang via online saja mereka kayaknya kurang nyaman,” kata Janice Winata selaku co-founder HuntStreet seperti dikutip dari Okezone.com.

Janice yang akhirnya membuka toko flagship HuntStreet bertujuan buat memperlancar komunikasi para penikmat barang-barang mewah “second hand” alias bekas. Kehadiran tokonya ini juga sekaligus mengedukasi para pengguna barang mewah alias bermerek agar koleksi mereka memiliki sale value.

Flagship store ini ada one dedicated space, yaitu consignment lounge karena kita ingin mengedukasi market bahwa barang mereka di rumah yang sudah dipakai itu ada sale value dan mereka bisa jual untuk mendapat uang, melakukan investasi lain atau membeli barang luxury yang baru,” tambahnya.

Baca juga: Bisa Untuk Beli Rumah dan Mobil Mewah, Ini 7 Barang Sehari-hari Termahal di Dunia

Barang “second hand” dengan kualitas premium jadi incaran para fashionista Jakarta

barang bekas
Jangan gengsi karena pakai barang-barang mewah tapi “second hand”, (Ilustrasi/Shutterstock).

HuntStreet juga bekerja sama dengan Moja dalam membuat instalasi yang mengusung konsep sustainable luxury. “Karena HuntStreet sebagai brand dengan resale movement ini kami memperpanjang lingkaran kehidupan setiap luxury goods. Dari luxury goods yang nggak dipakai, kita menemukan pemilik baru untuk itu,” papar Janice.

Toko flagship ini juga melakukan seleksi sangat ketat nih bagi barang-barang yang masuk di tempatnya. Setiap barang mewah yang masuk memiliki beberapa variabel lho. Mulai dari brand, yang hanya memilah luxury brand lalu ada barang-barang autentik.

“Paling penting itu autentik maka dari itu kita punya inhouse authentication team yang semua barang yang masuk ke HuntStreet harus dicek terlebih dahulu. Karena kita komitmen ke customer bahwa jaminan 100 persen uang kembali jika barang ditemukan tidak autentik,” jelasnya lagi.

Di poin ketiga, yakni barang-barang mewah “second hand” juga harus memiliki kualitas atau kondisi oke punya. Ya, namanya juga menjual benda-benda bekas dengan merek kenamaan, penting bagi Janice menseleksi kualitasnya tersebut.

“Nomor tiga itu kondisi, kalau kondisi itemnya sudah lumayan jelek kami nggak terima karena nanti yang membeli juga nggak nyaman,” tambahnya.

Jangan khawatir nih bagi kamu eksekutif muda yang pengin menjinjing tas bermerek atau benda-benda bekas lainnya, bisa lho mengunjungi toko ini. Lebih dari 1000 brand hadir di toko flagship HuntStreet, mulai dari Chanel, Hermes, Celine, Kate Spade, Marc Jacobs, hingga Tory Burch.

Baca juga: Gucci Hingga Louis Vuitton, 5 Koleksi Barang Mewah Hilda Vitria Ini Bikin Geleng-Geleng Kepala

HuntStreet menjual barang “second hand” bermerek dengan harga terjangkau

barang bekas
Lebih dari 1000 brand tersedia di HuntStreet, (Ilustrasi/Shutterstock).

Selain menjual barang-barang mewah dengan kualitas “second hand”, HuntStreet juga menggalakkan kegiatan amal nih. Bekerja sama dengan Annisa Pohan dan Aliya Rajasa, HuntStreet bisa dibilang oke banget nih buat kegiatan amalnya.

“Tahun ini benar-benar aku akan raise money akan warehouse sale barang-barang yang sudah lama, kita nggak akan ambil komisi sama sekali, kami hanya akan pure sale dan uang akan kita donasikan.” jelasnya.

Buat kamu yang emang tengah mencari barang-barang bekas dengan merek kenamaan bisa banget langsung berburu di HuntStreet. Pasalnya nih, imaje barang-barang bermerek bekas masih dianggap tabu lho, alasan gengsi mungkin masih merajai rasa si pemakai.

“Karena second hand di Indonesia masih ada sedikit tabu. Kita bilang bahwa itu normal, smart, eco-friendly untuk melakukan ini. Nggak usah gengsi-gengsi, orang pintar pasti mau resale goods mereka untuk value yang lebih baik dan bisa investasi lagi uangnya,” urainya.

Baca juga: Anak Bos Blue Bird, Pacar Nikita Willy Punya Apartemen Berisi Barang Mewah

Di Amerika Serikat dan Jepang, barang bekas banyak dilirik, berbeda dengan di Indonesia

barang bekas
Di Amerika Serikat dan Jepang barang bekas banyak peminatnya nih, (Ilustrasi/Shutterstock).

Berbeda dengan di Amerika maupun Jepang, kehadiran barang-barang bermerek dengan statusnya sebagai “second hand” ternyata banyak dilirik oleh konsumen. Di negara-negara tersebut yang namanya resale movement ternyata sangat dilirik banget nih!

“Kita lihat di Indonesia belakangan ini sudah lebih orang sudah nyaman dengan pre-owned, jual barang mereka, beli barang pre-owned. Kita melihat resale movement tambah lama, tambah bisa diterima di sini,” tegasnya.

Gak cuma merek luar aja, HuntStreet juga bekerja sama dengan desainer-desainer lokal buat menerima barang mewah dengan statusnya sebagai barang bekas. Nama-nama seperti Biyan, Peggy Hartanto, Toton Label, Sapto Djoko Kartiko turut meramaikan toko flagship HuntStreet ini.

“Kami mengambil lokal produk seperti Biyan, Peggy Hartanto, Toton, Sapto Djoko Kartiko, luxury local desainers kita terima juga,” pungkasnya.

Nah, itu dia secuil cerita bagi kamu yang tengah berburu barang-barang mewah dengan statusnya sebagai barang bekas bisa nih ke HuntStreet. Mau tampil elegan dan mewah gak mesti beli yang baru, pilihan barang bekas dengan merek kenamaan juga pasti memiliki kualitas yang oke! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Mahardian Prawira
Mahardian Prawira

Penyuka cokelat dan kopi yang mulai menyukai seputar dunia investasi, ekonomi dan bisnis. Lebih menyukai dan menghargai sebuah proses dalam mencapai sesuatu! Xoxo...