BI Rate Naik, Reksadana Pasar Uang Makin Menjanjikan. Ini Alasannya

3 menit
BI Rate
[TEMPO/Imam Sukamto]

Suku Bunga Bank Indonesia alias BI Rate lagi naik. Ini jelas bisa berdampak terhadap naiknya harga barang impor dan rumah.

Tapi jangan salah lho, di tengah situasi itu ada peluang yang besar buat investasi.

Lebih tepatnya investasi reksadana pasar uang. Tentu kamu udah pernah dengar kan dengan instrumen investasi yang satu ini? Atau malah belum?

Reksadana pasar uang lama dikenal sebagai salah satu instrumen investasi reksadana yang profil risiko paling kecil. Meski gitu return-nya juga kecil.

Untungnya, waktu BI Rate lagi naik, kemungkinan return investasi ini juga bisa terkerek. Itu dia kenapa investasi ini menguntungkan banget buat sekarang.

Kenapa MoneySmart menyarankanmu buat berinvestasi di reksadana pasar uang? Yuk baca dulu ulasan di bawah ini.

Reksadana Pasar Uang Vs Deposito

Sebetulnya bisa sih kamu investasi di deposito biasa waktu BI Rate lagi naik. Tapi jika kamu memilih deposito biasa, maka kamu bakal diminta membuka rekening di suatu bank, menyetor uang minimal Rp 5 juta, dan memilih tenor investasi.

Terus, jika kamu mencairkan dananya di bawah waktu yang ditentukan, otomatis bakal ada biaya penalti yang harus dibayar.

Lalu gimana dengan reksadana pasar uang?

Aset investasi utama yang ada di reksadana pasar uang adalah deposito dan surat berharga yang jatuh temponya di bawah setahun. Intinya, ketika bunga deposito ini naik karena BI rate juga naik, otomatis return dari reksadana pasar uang juga naik. Gitu lho guys.

Selain itu, setoran awal buat investasi reksadana pasar uang bisa dimulai dari Rp 100 ribu aja. Dana investasi juga bisa dicairkan kapan aja tanpa adanya biaya penalti.

Return investasi juga bisa dipantau setiap hari lewat aplikasi. Lain halnya dengan deposito.

Kenapa Gak Reksadana yang Lain?

Dalam tabel reksadana Bareksa pada 19 Juli 2018, reksadana pasar uang emang sedang mencatatkan kinerja yang baik. Returns yang bisa didapat investor dalam hitungan bulan bisa mencapai 0,69 persen. Emang sih kecil, tapi stabil.

Kenapa gak milih reksadana lain yang return-nya lebih besar?

Ya bisa aja, misalnya beli reksadana saham atau campuran. Tapi risiko berupa capital loss yang bakal kamu alami bakal besar. Beda sama risikonya reksadana pasar uang.

Apalagi saat ini prospek reksadana saham juga lagi gak bagus. Walaupun banyak ahli yang menyarankan buat beli reksadana saham mumpung murah, tapi tetap aja investasi ini sifatnya fluktuatif banget. Dalam satu hari, bisa aja nilainya minus hingga lima persen.

Rekomendasi Reksadana Pasar Uang

Butuh acuan untuk memilih reksa dana yang cocok dengan tujuan keuanganmu? Berikut adalah ulasan beberapa media mengenai kinerja reksa dana semester 1 dan prediksi semester ke-2: http://investasi.kontan.co.id/news/ramuan-investasi-jagoan-di-semester-ii http://market.bisnis.com/read/20170704/92/668097/semester-i2017-berikut-10-reksa-dana-pendapatan-tetap-dengan-return-tertinggi @kontannews @bisnisindonesiagroup @idx_channel @indonesiastockexchange Info lengkap berinvestasi reksa dana, hubungi kami pada jam kerja: 021 – 29960800 WA: 0821 12871051 Line id: Sucorassetmanagement #akubisakaya #bukanbillybiasa #sikapiuangmu #ojk #indonesiastockexchange #idxchannel #reksadana #investasireksadana #yukinvestasi #yuknabungreksadana #possible #investor #investormuda #financialplanner #perencanaankeuangan #sukses #motivasi #pengusahamuda #pengusahasukses #investorclub #nabungreksadana #reksadanasaham #reksadanacampuran #reksadanapasaruang #reksadanasyariah #syariah #danapendidikan #mutualfund ​#investasi #sekarangwaktunya

A post shared by Reksa dana SUCORINVEST (@sucorassetmanagement) on

Berdasarkan informasi dari Bareksa, ada lima produk reksadana pasar uang terbaik yang bisa kamu jadikan pilihan investasi saat BI Rate naik. Ini daftarnya:

a. Emco Pasar Uang Berkembang

– Manajer investasi: PT. Emco Asset Management
– Tanggal diluncurkan: 3 November 2017
– Dana kelolaan: Rp 151,49 miliar
– Informasi pembelian, hubungi 02183780028

b. Cipta Dana Tunai

– Manajer investasi: PT. Ciptadana Asset Management
– Tanggal diluncurkan: 13 Mei 2016
– Dana kelolaan: Rp 51,75 miliar
– Informasi pembelian, cek di situs Ciptadana Asset Management

c. PNM Dana Likuid

– Manajer investasi: PT. PNM Investment Management
– Tanggal diluncurkan: 10 November 2017
– Dana kelolaan: Rp 565 miliar
– Informasi pembelian, cek di situs PNM Investment Management

d. Prospera Dana Lancar

– Manajer investasi: PT. Prospera Asset Management
– Tanggal diluncurkan: 25 Agustus 2016
– Dana kelolaan: Rp 46,4 miliar
– Informasi pembelian, cek di situs Prospera Asset Management

e. Valbury Money Market I

– Manajer investasi: PT. Valbury Capital Management
– Tanggal diluncurkan: 17 Juli 2017
– Dana kelolaan: Rp 32,9 miliar
– Informasi pembelian, cek di situs Valbury Capital Management

Gimana guys, jadi investasi gak nih?

Ingat, sebelum beli reksadana pasar uang waktu BI rate lagi naik seperti sekarang, pastikan kalau yang bakal kamu beli dikelola oleh Manajer Investasi yang kredibel ya. Jangan mudah terbuai sama embel-embel return besarnya aja, ya!

Aulia Akbar
Aulia Akbar

Sebagai mantan jurnalis dan praktisi humas, saya memutuskan untuk menekuni beladiri paling ekstrim di dunia. Di kesempatan yang sama, izinkanlah saya untuk berbagi tips keuangan dan cerita inspiratif buat Anda.