Transaksi Non Tunai Masif, Ini Cara Kamu Kendalikan Keuangan 

2 menit
Transaksi Non Tunai Makin Masif (Shutterstock)
Transaksi Non Tunai Makin Masif (Shutterstock)

Di Era Digital Perkembangan transaksi non tunai atau cashless semakin masif. Selain memberikan kemudahan, dan kecepatan, transaksi non tunai juga dinilai lebih efisien.

Akan tetapi jika tak dikendalikan bisa mengancam kondisi keuangan pastinya. Sebab, mulai dari belanja online, makanan, minuman, hingga transportasi online menggunakan transaksi non tunai. Jika tak bisa kendalikan diri pastinya gajian cuma numpang lewat dong ya.

Apalagi ditambah dengan promosi gila-gilaan dari platform pembayaran non tunai, yang nggak tanggung-tanggung kasih potongan harga atau cashback. Hal ini biar penggunanya semakin tergoda menggunakan uang non tunai.

Sebab, generasi milenial saat ini belum menyadari betapa pentingnya mengelola keuangan dan menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk kebutuhan masa depan. bukan jangka pendek.

Nah, berikut ada 4 kiat mudah dalam mengatur keuangan di era cashless society.

1. Gunakan Aplikasi Pengatur Keuangan

Era digital saat ini banyak sekali hal-hal mendasar yang dapat diatur secara digital, termasuk keuangan pribadi, saat ini mudah ditemukan aplikasi pengatur keuangan melalui smartphone.

Dengan aplikasi tersebut seseorang akan mampu mengatur keuangan pribadinya dengan mudah dan cepat, tentunya bisa menghemat pengeluaran.

Pengaturan keuangan melalui aplikasi bisa dilakukan secara online, mulai dari pencacatan kas harian, pengeluaran bulanan, hingga menyusun rencana keuangan selama satu bulan kedepan.

Dengan tercatat dan dihitung secara cermat, maka besar pasak daripada tiang tentunya tidak akan terjadi ya.

2. Jangan Tergoda Promo Cashback

Banyaknya program promosi cashback maupun potongan harga setiap abis gajian juga menjadi tantangan tersendiri. Selain mendorong sifat konsumtif promo ini digencarkan guna menarik minat masyarakat dalam menggunakan uangnya.

Sebaiknya gunakan promo ini untuk pengeluaran rutin yang dapat menghemat, seperti tagihan listrik, telepon, hingga air.

Dengan memanfaatkan promo untuk kebutuhan atau tagihan rutin, maka mengelola keuangan akan semakin terasa menfaatnya, bukan hanya memanfaatkan promo untuk belanja online, beli barang  yang belum perlu, atau bahkan hanya sekedar makanan dan minuman.

3. Install Aplikasi Belanja Online

Kemudahan belanja online melalui telepon genggam kerap kali menjadi hambatan dalam mengelola keuangan setiap bulannya. Jika memiliki waktu senggang atau istirahat kantor pasti selalu ada saja waktu yang dilakukan untuk sekedar membuka aplikasi marketplace atau e-commerce.

Sebaiknya pasang aplikasi marketplace yang hanya diperlukan setiap bulannya, seperti bayar tagihan, ataupun belanja kebutuhan bulanan. Dengan ini dapat menghindari nafsu belanja online karena keingnan semata.

4. Mulai Berinvestasi

Tak hanya belanja online yang semakin mudah, investasi juga semakin mudah sama dengan belanja online, akan tetapi harus cermat dan teliti untuk berinvestasi hal ini agar tidak terjebak dengan investasi abal-abal yang malah merugikan.

Jangan ragu untuk memisahkan dana investasi setiap bulan setelah mendapatkan penghasilan, upayakan jangan menyisihkan dana investasi, tetapi memisahkan 10 persen dari penghasilansetiap bulan.

Dengan dipisahkan dana investasi tersebut, secara tidak langsung akan menurunkan minat konsumsi semata, dan akan semangat meningkatkan dana investasinya. Berbagai pilihan inevasti pun snagat beragam, mulai dari tabungan emas, reksa dana, hingga pasar saham, setiap pilihan instrumen investasi memiliki  risiko dan benefit yang berbeda, usahakan pilih intrumen investasi yang sesuai dengan kemampuan finansial dan juga pengetahuan akan instrumen investasi itu sendiri.

Yang jelas, tidak ada investasi yang memiliki risiko minim, tapi memberikan imbal hasil yang sangat tinggi, perhatikan legalitas perusahaannya, produk investasinya, jangan sampai terjebak pada investasi bodong ya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Pramdia Arhando
Pramdia Arhando

Atlet renang yang gagal, tapi pernah jadi juara. Kini masuk dunia jurnalistik dan finansial. Semua tulisan di sini dari fakta dan kisah nyata.