Biar Gak Repot Top Up Setiap Bulan, Gini Cara Daftar Reksadana Autodebet

4 menit
Reksadana (Shutterstock).

Reksadana menjadi salah satu instrumen investasi yang kini dilirik banyak orang. Pasalnya, dengan modal kecil, kamu bisa mendapatkan keuntungan yang besar lho.

Selain itu, reksadana juga dikenal dengan minim risiko dan juga sangat cocok untuk para investor yang baru ingin terjun ke investasi. Mengapa?

Jadi, dana yang kamu alokasikan itu akan dikelola oleh manajer investasi yang memang udah ahli dibidangnya. Kamu hanya perlu duduk manis di rumah dan menunggu uangmu terus bertambah dengan sendiri.

Nah, dengan begitu kamu bisa sembari belajar bagaimana cara kerja reksadana agar ke depannya kamu bisa menentukan sendiri, di jenis reksadana mana kamu ingin menggelontorkan uangmu.

Meski menawarkan banyak keuntungan, sayangnya gak sedikit orang masih aja enggan untuk terjun ke instrumen investasi yang satu ini. Walaupun udah memiliki reksadana, dananya pun hanya segitu-segitu saja. Padahal, semakin besar dana yang kamu investasikan, akan semakin besar pula keuntungan yang kamu dapatkan.

Ya, memang sih banyak orang yang masih merasa repot saat akan melakukan transaksi reksadana, salah satunya adalah saat akan top up dana reksadana.

Tapi, kamu udah gak perlu khawatir lagi. Karena kini, kamu udah gak perlu repot lho transfer dana setiap bulan saat ingin top up. Pasalnya kini udah banyak banget manajer investasi yang menawarkan fitur autodebet reksadana.

Autodebet itu sendiri merupakan fasilitas yang menawarkan tarik dana kamu secara otomatis dengan jumlah dan waktu yang sudah disepakati.

Jadi, gak tiba-tiba uang kamu di rekening menghilang gitu aja. Fasilitas autodebet itu akan berjalan dengan persetujuan kamu.

Lalu, gimana kalau di rekening tidak ada uangnya? Kalau kondisinya seperti itu, maka proses autodebet akan gagal dan tidak akan dihitung sebagai utang. Jadi, kalau saldonya gak ada, berarti kamu tidak investasi.

Karena itu, kamu gak perlu khawatir. Bahkan dengan mengikuti fasilitas reksadana autodebet, kamu jadi gak perlu repot-repot kan transfer dana saat ingin top up, pokoknya tahu-tahu semakin banyak aja return yang kamu dapatkan.

Nah, buat kamu yang tertarik mengikuti fasilitas autodebet reksadana. Yuk ikuti panduan step by stepnya berikut ini, salah satu contohnya jika ingin investasi reksadana di Bareksa.com ya.

Baca juga: 5 Ide Resolusi Positif Tahun Baru 2019 yang Bisa Kamu Terapkan

1. Daftar di website Bareksa

website Bareksa

Sebelum mengikuti autodebet reksadana, kamu harus mendaftarkan diri terlebih dahulu sebagai member di website Bareksa. Gak perlu khawatir, pendaftarannya tidak dipungut biaya kok alias gratis.

Jika sudah mendaftar, kamu akan mendapat konfirmasi lewat email dan juga nomor telepon yang kamu daftarkan.

2. Log in ke website Bareksa

Log in ke website Bareksa

Jika kamu sudah melakukan pendaftaran di website Bareksa dan sudah memverifikasi email. Selanjutnya, kamu pilih menu “LOGIN” yang ada di posisi samping kanan atas. Masukkan email dan password yang sudah kamu daftarkan dan klik tombol Login.

Baca juga: Tidak Hanya Pantai yang Indah, Banten Miliki Segudang Destinasi Wisata Lainnya

3. Pilih reksadana online dan autodebet

Pilih reksadana online dan autodebet (Instagram).

Jika kamu sudah masuk ke akun milikmu, tahap selanjutnya adalah dengan memilih menu “REKSA DANA ONLINE” yang terletak di bawah kolom pencarian kata kunci.

Kamu akan disuguhkan dengan beberapa menu di REKSA DANA ONLINE dan pilih menu “Autodebet”.

Kemudian kamu akan diarahkan ke halaman autodebet dan akan menampilkan akun Bareksa kamu, seperti nomor CIF dan nama nasabah. Pada bagian kanan, akan ada menu “Beli Autodebet”.

4. Pilih reksadana

Pilih reksadana (Instagram).

Pada bagian pertama, kamu akan diminta untuk memilih produk reksadana yang diinginkan, seperti jenis reksadana (saham, campuran, pendapatan tetap atau pasar uang), manajer investasi dan juga nama reksadana.

Setelah memilih, kamu akan disuguhkan profil nama reksadana yang sudah kamu pilih, mulai dari prospektus dan keterangan ringkasnya. Jika setuju, kamu akan diminta untuk memberikan tanda centang pada kolom yang sudah disediakan.

Kemudian akan keluar beberapa kolom, seperti nama reksadana, manajer investasi, jenis, mata uang, minimum pembelian awal dan selanjutnya, saldo minimum dan jenis pembelian yaitu langsung dan berkala (autodebet).

Pilih jenis pembelian berkala (autodebet) serta lengkapi nomor rekening penarikan, tanggal autodebet setiap bulan, jangka waktu serta jumlah investasi setiap bulannya.

Jangan lupa juga untuk memerhatikan biaya administrasi bank. Jadi, setiap bulan dana di rekening kamu akan ditarik secara otomatis sebesar jumlah investasi beserta bank fee-nya.

Baca juga: Dongkrak Karier Cemerlang, Begini Cara Memperbaiki Personal Branding di Dunia Digital

5. Konfirmasi rekening autodebet

Rekening tabungan (Shutterstock).

Langkah selanjutnya, kamu akan diminta untuk mendaftarkan rekening yang akan digunakan untuk fasilitas autodebet reksadana online. Mulai dari nama bank, cabang, nomor rekening, nama pemilik rekening serta mata uangnya.

Pada bagian bawahnya akan ada kolom syarat dan ketentuan rekening autodebet. Setelah itu, klik kolom untuk memberikan centang jika kamu menyetujui syarat dan ketentuannya, kemudian klik tombol selanjutnya.

Nah, itulah panduan step by step yang kamu harus kamu lakukan jika ingin mengikuti fasilitas autodebet reksadana. Jadi, sekarang udah gak ada alasan lagi dong untuk top up saldo reksadana kamu setiap bulan? (Editor: Winda Destiana Putri).

Dewi Puri
Dewi Puri

Pecinta makeup yang terjun ke dunia financial. Jika biasanya berkutat dengan lipstik dan bedak, kini harus terbiasa dengan logam mulia maupun reksadana. Intinya tetap sama, menghasilkan suatu karya yang cantik.

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!