Biaya Sekolah Naik 10 Persen? Bukan Ambil Pinjaman, Begini Cara Menyiasatinya

4 menit
biaya sekolah
Biaya Sekolah Naik 10 Persen? Bukan Ambil Pinjaman, Begini Cara Mensiasatinya, (Ilustrasi/Shutterstock).

Biaya sekolah menjadi pengeluaran yang paling berasa banget bagi para orang tua. Apalagi tiap tahunnya, biaya ini mengalami kenaikan. Jarang banget ada kabar biaya sekolah itu turun apalagi harga buat buku mata pelajaran aja orang tua mesti mempersiapkan bujet khusus. 

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut tiap tahunnya biaya buat sekolah mengalami kenaikan dengan persentase 10 persen. Angka ini tentu aja terbilang besar. Pasalnya, inflasi yang dicatat Bank Indonesia (BI) berada di kisaran 2 persen – 3 persenan.

Bisa dimengerti kenapa banyak orang tua pusing memikirkan biaya pendidikan bagi putra-putrinya. Makanya jangan heran kalau banyak orang tua yang kepengin anak-anaknya masuk sekolah negeri. Soalnya biaya sekolah negeri itu lebih murah dibanding sekolah swasta.

Nah, pastinya gak semua anak beruntung buat duduk di bangku sekolah negeri. Itulah pentingnya mempersiapkan biaya sekolah seandainya anak-anak masuk sekolah swasta. Gimana cara mempersiapkannya mengalokasinya dalam bentuk emas atau asuransi pendidikan? Berikut ini ulasannya.

Baca juga: 5 Jenis Asuransi yang Mesti Dimiliki Milenial Berdasarkan Urutan Kebutuhan Menurut Pakar

Karena kenaikan biaya sekolah 10 persen tiap tahun, hindari menempatkan dana di deposito

biaya sekolah
Jangan pernah menyimpan biaya masuk sekolah anak di deposito, (Ilustrasi/Shutterstock).

Mempersiapkan biaya masuk sekolah dengan menempatkannya di deposito bukanlah pilihan yang tepat. Seperti yang udah dijelaskan di atas tadi, kenaikan biaya pendidikan tiap tahunnya sekitar 10 persen.

Sementara besaran bunga deposito per tahunnya berada di kisaran 5 – 7 persen. Tentu aja besaran bunga deposito tersebut belum bisa mengimbangi tingginya biaya sekolah.

Itulah kenapa gak disarankan buat mempersiapkan dana pendidikan dalam bentuk deposito. Instrumen simpanan ini lebih cocok buat menempatkan sebagian dana darurat agar nilainya gak tergerus inflasi.

Baca juga: Megah dan Lengkap, Berapa Biaya Pendidikan di Ponpes Azzikra Milik Arifin Ilham?

Gimana dengan asuransi pendidikan?

biaya pendidikan
Jika biaya pendidikan anak naik dengan menggunakan asuransi gimana?, (Ilustrasi/Shutterstock).

Udah banyak contoh kasus yang ceritanya beredar di dunia maya mengenai penggunaan asuransi pendidikan. Gak sedikit orang tua yang menganggap asuransi pendidikan itu sama dengan tabungan. Padahal, keduanya jelas berbeda.

Tabungan memiliki fungsi buat mengakumulasi kekayaan, sedangkan asuransi punya fungsi perlindungan terhadap kekayaan itu sendiri. Di sinilah perlu diluruskan kalau asuransi pendidikan bakal berguna saat orang tua sebagai tertanggung mengalami musibah.

Dalam kondisi seperti itulah, anak-anak atau salah satu orang tua nantinya bakal menerima uang pertanggungan (UP) dari perusahaan asuransi sebagai biaya pendidikan anak. Kurang lebih mirip-mirip dengan asuransi jiwa.

Karena diiming-imingi adanya investasi dalam asuransi pendidikan ini, gak sedikit orang tua yang kemudian tertarik lalu mengambilnya. Padahal, adanya tawaran investasi di dalamnya justru bikin uang pertanggungan kurang maksimal nilainya.

Kalau pun pengin mengambil asuransi, ada baiknya memilih asuransi jiwa murni buat mengamankan biaya sekolah nanti. Selain uang pertanggungan diberikan secara penuh, penjelasan tentang asuransi jiwa murni lebih mudah dipahami ketimbang asuransi pendidikan.

Baca juga: Bisa Beli Mobil Mewah! Segini Biaya Pendidikan Anak-anak Artis Indonesia

Kalau ditempatkan dalam bentuk emas, cukup gak buat biaya sekolah?

biaya pendidikan
Kalau biaya masuk sekolah anak naik apa baiknya menyimpan dalam bentuk emas?, (Ilustrasi/Shutterstock).

Harus diakui, banyak orang yang memahami emas sebagai pilihan investasi. Di Indonesia sendiri orang-orang cenderung memilih emas buat mengembangkan dananya.

Emas yang dulunya alat tukar sebelum adanya uang fiat belakangan ini dibesar-besarkan sebagai pilihan menjadi kaya yang paling mantap. Makanya ada orang tua yang mengonversi uangnya menjadi emas agar kelak bisa digunakan sebagai biaya pendidikan sang buah hati. 

Padahal, di mata investor emas itu dimanfaatkan sebagai lindung nilai atau hedge. Maksud lindung nilai di sini adalah emas diposisikan sebagai bagian dari diversifikasi portofolio.

Sebagai contoh, investor saham beli emas yang lagi murah dengan tujuan saat harga saham turun, nilai emas bisa meminimalkan kerugian dari turunnya harga saham tersebut. 

Lagi pula keuntungan dari harga emas itu gak lebih besar dari bunga deposito lho. Seperti yang diberitakan CNBC Indonesia, harga emas sekalipun berfluktuatif cuma menghasilkan return 47,69 persen dalam 10 tahun. Itu berarti return per tahunnya sekitar 4,77 persen.

Tentu aja keuntungan emas gak lebih besar dari bunga deposito. Memanfaatkan deposito buat biaya sekolah aja gak cocok, apalagi memanfaatkan emas?

Terus, apa pilihan yang cocok buat persiapkan oleh orang tua demi uang sekolah anak?

biaya sekolah
Ketika uang sekolah anak mengalami kenaikan, orang tua mesti gimana ya?, (Ilustrasi/Shutterstock).

Berinvestasi saham ataupun reksa dana bisa menjadi pilihan yang tepat dalam mempersiapkan biaya sekolah jauh-jauh hari. Pasalnya, return saham atau reksa dana tiap tahunnya bisa lebih dari 10 persen lho.

Ada dua cara buat kamu mendapatkan return atau keuntungan dari saham ataupun reksa dana. Pertama, keuntungan diperoleh dari kenaikan harga saham (capital gain). Kedua, keuntungan didapat dari bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan ke pemegang saham (dividen).

Sebagai gambaran aja nih. Misalnya aja kamu beli saham BBCA sebanyak 50 lot atau 5.000 lembar pada Juli 2014. Saat itu harga saham BBCA per lembarnya Rp 11.100. Itu berarti kamu mengeluarkan modal sekitar Rp 55,5 juta.

Kini di tahun 2019 kalau kamu menjualnya dengan harga per lembar Rp 29.975, kamu mendapat uangmu kembali plus keuntungannya sebesar Rp 149.875.000. Kalau dipersentasekan, harga saham BBCA dalam lima tahun naik 170 persen.

Itu baru keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain). Keuntungan ini masih belum ditambah dengan pembagian dividen lho ya.

Kalau dibandingkan, jauh banget kan keuntungannya ketimbang keuntungan emas dalam 10 tahun yang naiknya cuma 47,69 persen. Dengan kata lain, mempersiapkan biaya sekolah dalam investasi saham ataupun reksa dana jelas lebih menguntungkan.

Nah, itu tadi ulasan mengenai cara mempersiapkan biaya sekolah yang kenaikannya 10 persen tiap tahun. Semoga informasi di atas bermanfaat ya! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

Mau lebih cerdas kelola uang?

Dapatkan tips saham, karier, inspirasi bisnis dan konten menarik lainnya!