Kesusahan Bikin Anggaran Keuangan? Ikuti Aja Tips-Tips Ini, Dijamin Gampang deh

4 menit
Cara mudah bikin anggaran keuangan. (Shutterstock)
Cara mudah bikin anggaran keuangan. (Shutterstock)

Kunci kesuksesan seseorang dalam mengatur keuangan tergantung pada anggaran keuangan yang dibikin. Sebab, adanya anggaran bikin seseorang gak asal-asalan dalam menghabiskan uangnya lho.

Makanya jangan kaget kalau ada orang yang selalu punya uang meskipun gajinya gak besar-besar amat. Bisa dipastikan, orang itu pasti udah mengalokasikan pengeluarannya secara teratur berdasarkan anggaran keuangan yang udah disusun.

Siapa pun sebenarnya bisa seperti itu, selalu punya uang. Bahkan, uangnya bertambah terus. Bagaimana bisa? Jawabannya cuma terletak pada gimana cara mereka mengatur keuangannya.

Sebenarnya, udah banyak yang tahu kalau kuncinya itu terletak pada anggaran keuangan. Tapi, masih ada saja yang beralasan gak punya anggaran keuangan karena mereka bingung harus gimana bikin anggaran tersebut.

Nah, buat kamu yang juga masih bingung dalam bikin anggaran, ada tips-tipsnya nih seperti yang dikutip dari My Money Coach. Yuk, disimak.

Baca juga: Mau Belajar Atur Keuangan Cuma-Cuma? Ikutan Aja 4 Kelas Online Gratis Ini

1. Tetapkan tujuan keuangan yang pengin dicapai

Sebelum susun anggaran keuangan, tetapkan tujuan keuangan. (Shutterstock)
Sebelum susun anggaran keuangan, tetapkan tujuan keuangan. (Shutterstock)

Adanya tujuan keuangan bisa membantu kamu dalam menyusun anggaran keuangan yang tepat. Dalam satu tahun ini, tujuan-tujuan keuangan apa yang pengin dicapai harus udah kamu tahu. Sebab, tujuan-tujuan keuangan itu nantinya bakal dimasukkan dalam anggaran.

Misalnya aja, dalam satu tahun ini kamu pengin punya dana darurat. Katakanlah gajimu tiap bulannya Rp 6 juta dan menghabiskan Rp 3 juta untuk kebutuhan pokok. Seperti yang kamu tahu, dana darurat idealnya 6 sampai 9 kali kebutuhan pokok bulanan.

Jadi, kalau mengikuti rumus ideal tersebut, dana darurat yang harus kamu punya besarannya mencapai Rp 18 juta – Rp 27 juta (didapat dengan cara mengalikan Rp 3 juta dengan 6 dan 9). Itu berarti setiap bulannya selama setahun kamu mesti mengalokasikan Rp 1,5 juta – Rp 2,25 juta per bulan.

Dengan konsisten menyisihkan Rp 1,5 juta – Rp 2,25 juta per bulan, maka di bulan ke-12 nanti kamu dijamin udah punya dana darurat. Jadi, mulailah menyusun anggaran dari tujuan-tujuan keuangan yang pengin dicapai.

Baca juga: Capai 4 Tujuan Keuangan Ini di Usia 40 Tahun, Hidup Bakal Sejahtera

2. Bikin daftar pengeluaran secara proporsional

Langkah pertama susun anggaran keuangan, bikin daftar pengeluaran secara proporsional. (Shutterstock)
Langkah pertama susun anggaran keuangan, bikin daftar pengeluaran secara proporsional. (Shutterstock)

Dalam menyusun anggaran keuangan, kamu harus tahu dulu berapa besar gaji yang kamu terima. Baru kemudian setelah itu dibikin daftar pengeluarannya secara proporsional. Maksudnya proporsional di sini adalah uang yang dikeluarkan sesuai dengan uang yang masuk.

Biar gampang mengalokasikannya, kamu bisa gunakan rumus 50/30/20. MoneySmart sering banget menyebut rumus tersebut di beberapa ulasan.

Buat kamu yang belum tahu, rumus ini dipakai buat membagi gaji berdasarkan persentase. Persentase 50 persen dari gaji buat kebutuhan pokok, 30 persen buat kebutuhan pribadi atau bayar cicilan, dan 20 persen buat tabungan, investasi, ataupun asuransi.

Kalau ada tujuan-tujuan keuangan, dimasukkannya ke mana? Harus diketahui dulu tujuan keuangannya seperti apa. Misalnya aja tujuan keuangannya dana darurat, itu berarti masuk ke alokasi yang 20 persen. Begitupun asuransi dan investasi, bisa dimasukkan ke alokasi 20 persen itu juga.

Namun, gak harus 20 persen juga. Kamu bisa menyesuaikannya tergantung waktu yang udah ditetapkan buat mencapainya. Katakan aja kamu pengin mencapainya di bulan ke-11. Itu berarti mengalokasikannya harus lebih dari 20 persen.

Baca juga: Kesalahan-Kesalahan Ini Jangan Dilakukan Kalau Gak Mau Keuangan Tekor

3. Jangan mencampur adukkan kebutuhan dan keinginan

Dalam menyusun anggaran keuangan, bedakan antara kebutuhan dan keinginan. (Shutterstock)
Dalam menyusun anggaran keuangan, bedakan antara kebutuhan dan keinginan. (Shutterstock)

Kamu juga harus membedakan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan saat menyusun anggaran keuangan. Tentu aja, kebutuhan harus menjadi prioritas yang dimasukkan dalam susunan anggaran.

Gampang aja kok buat membedakan antara kebutuhan atau keinginan. Kamu cuma perlu bertanya pada diri sendiri: apakah kamu membutuhkannya atau sekadar menginginkannya? Apakah kamu bisa hidup tanpanya atau gak?

Dari situ kamu bisa menyimpulkan apakah memasukan pengeluaran itu sebagai kebutuhan atau keinginan. Yang jelas kamu udah tahu apa aja yang menjadi kebutuhan pokok. Tinggal menentukan aja mana kebutuhan pribadimu yang penting dan harus masuk daftar anggaran.

4. Gunakan aplikasi pengatur keuangan agar pengeluaran terukur

Aplikasi pengatur keuangan bantu susun anggaran keuangan. (Shutterstock)
Aplikasi pengatur keuangan bantu susun anggaran keuangan. (Shutterstock)

Agar anggaran keuangan yang disusun memberi hasil yang optimal, kamu bisa menggunakan aplikasi pengatur keuangan. Aplikasi ini bisa bantu kamu buat mencatat setiap rupiah yang kamu keluarkan. Kamu pun jadinya tahu batas dalam mengeluarkan uang.

Asal tahu aja nih, pengeluaran sekecil apa pun kalau gak tercatat dengan baik lama-lama bisa membengkak nantinya. Kalau sampai terjadi, kondisi keuangan bisa-bisa memburuk.

Ada beberapa aplikasi keuangan yang bisa kamu gunakan. Mulai dari Money Lover Expense Manager, MoneyControl Expense Tracking, Toshl Finance Budget & Expense, Monefy – Money Manager, Mint, hingga Wallet. Tinggal pilih aja mana yang cocok kamu gunakan.

5. Kalau gaji naik, bukan berarti pemenuhan kebutuhan pribadi naik

Hati-hati susun anggaran keuangan, kalau gaji naik, pengeluaran jangan ikut naik. (Shutterstock)
Hati-hati susun anggaran keuangan, kalau gaji naik, pengeluaran jangan ikut naik. (Shutterstock)

Hindari beranggapan kalau gaji naik, pemenuhan kebutuhan pribadi juga naik. Justru gaji naik menjadi kesempatan buat meningkatkan dana darurat, investasi, ataupun asuransi.

Selama kamu masih bisa menjalani hidup dengan besaran yang udah dialokasikan, kenapa juga kebutuhan hidup harus dinaikkan? Malah kalau yang dinaikkan investasi atau dana darurat, aset kamu jadi bertambah sehingga keuanganmu makin kokoh.

Sampai sini kamu udah tahu kan sekarang gimana memulai penyusunan anggaran keuangan? Agar termotivasi punya anggaran keuangan, bayangkan aja deh hal-hal jelek yang bisa aja terjadi kalau gak memilikinya. Misalnya aja terus-terusan kekurangan uang padahal baru gajian.

Dengan ada bayangan-bayangan buruk itu, kamu jadi bersungguh-sungguh bikin anggaran keuangan. Jadi, gak ada cerita lagi deh cerita-cerita haru gak punya uang. (Editor: Ruben Setiawan)

Boby
Boby

Lama bergelut dengan ensiklopedia. Kini fokus dengan urusan finansial. Di mana pun berada selalu berusaha sajikan karya yang terbaik. Semoga bermanfaat!

MoneySmart.id adalah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. Melalui konten yang kreatif dan inspiratif, kami berdedikasi untuk menjadi pemandu Anda dalam pengelolaan keuangan yang lebih baik.

IKUTI KAMI DI

Say Hello!

(021) 3005 6456

[email protected]

Jl Benda No. 92,
Jakarta Selatan, Indonesia 12560

Singapore Indonesia Hong Kong Taiwan